Tautan
Rejeki wes ono sing ngatur.
Di depan kios barat jembatan tempat gembus mangkal tiap pagi,kelihatan sedang ada transaksi yang serius.
“Bayaren sangang puluh wae,babon waris tur lemu,” jare Gembus pada Si koder yang seprofesi denganya, ya, dia juga bakul pitek.
“Sewidak wae,lehmu tuku ming seket tho,ben aku oleh turahan,wingi aku bar tuku yo ming sewidak tur luweh gede” tawar Si Koder.
“Wa,haiyo raoleh saiki pitek lagi angel je,tur nek wingi bedo kasus,lehmu tuku langsung wong adol,sak mono kui ki ben kowe oleh bathi je.” jawab gembus.
“Rasah angel-angel,podho-podho le bakul ki…!!,mau jane seng ngendek (manggil) bocahe sing adol ki aku,ning mandekke pas ning ngarepmu,kono gari ngemplok.”ucap koder agak mbesengut.
“Yo ora ngono,jenenge rejeki ki marani sing rep mangan,turno biasane kowe yo ora mangkal ning kene kok.”jawab gembus dengan nada agak tinggi.
“Mbok wong ki sithik eding,aku ki yo golekke turahan.”kali ini Si koder suaranya lebih tinggi dari gembus.
“Nek gelem mbayaro pitung puluh ragelem youwes,rasah mbethem.”ucap gembus sambil duduk dan mlengos tanpa menatap si koder.
Tanpa senyum.Si koder dengan suara yang sedengan (tak terlalu tinggi , namun juga kurang pantas dikatakan pelan),
“Nyoh.” Si koder sambil mengulungkan uang biru dan hijau,lalu pergi dengan ayam babon yang baru di belinya dari gembus.
Saya tak tahu persis maksud omongan mereka, tapi yang jelas, saya mudeng mereka sedang menyinggung etika dol tinuku sesama bakul.
Memang sepengetahuanku tadi.Si koder lah yang memanggil atau mbengoki bocah penjual ayam tersebut saat motor blombongan melaju dengan cepat,tetapi suara knalpotnya masih kalah banter dengan suara bengokan si koder tadi, sehingga bocah tersebut mak jegagik kaget lalu ngerem mendadak dan berhenti.Tetapi berhentinya ndilalah tepat di depan gembus,terus di rembuki (ayamnya di beli gembus) ,sing njaring koder sing nompo iwake gembus,mungkin itu yang membuat Si kodir nggonduk.
“Kok ndingaren Si koder le mangkal ning kene,biasane lakyo ning lapangan cerak pasar tho lek ?,”tanyaku ke gembus.
“Ha mbuh,pindah neng kene yo rapopo,malahane.”jawabnya sambil nyengenges.
“Opo ora marai congkrah nek modele rebut-rebutan dagangan koyo Iki mau.”
“Biasa.Tergantung, kadang yo perkoro cocok-cocokan,uwong ki kadang ono seng nyenengke tur yo ono seng nggapleki je.”
“Maksute ?.”
“Wong bebakulan ki kabeh yo podo nggolek pangane,podo nyadong rejekine.”
“Berarti nek ono bakul liyo mangkal ning kene kan podo wae kui tetep jenenge saingan tho lek.”
“Ngonokui udu saingan,tapi konco bisnis,mbuh kuwi nyenengke opo ora,sing penting podo oleh pangane,arepo koder ki nyebai ning keno dinggo dalan rejeki,nyatene daganganku langsung dadi duwit,cobo koder ora ning kene,rakyo aku ndadak gowo neng pasar,ider golek pembeli tho?.Kesuen ngguwak wektu,kadang nek pas duwitku kurang nggo mbayari isoh nyileh rasah perlu muleh,Wes tho, Rejeki ki wes ono singngatur.”
Gembus ngecuprus babagan pengalamannya jadi bakul ayam. Bocahe ketoke gek serius tenan ngomonke pengalamane.
“Wah,mantep yen ngono lek.Sedinone oleh hasil piro lek?.” tanyaku kepo.
“Ora mesti, jenenge we adang-adang.Tapi yo Alhamdulillah isoh nguliahke anakku ngasi lulus.” gembus.
Kadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan prasangka kita.Ketika melihat wong adang-adang pitek yang duduk-duduk di tempat mangkal itu rasane mesakke.Kadang bertanya apa ya bisa dapat duwit,apa daganganya laku.Benar bahwa ini adalah perasaan iba. Perasaan yang konon sangat tipis batasnya dengan kesombongan, sebab saya merasa lebih mampu dan lebih makmur ketimbang di penjual ayam.Tetapi setelah lek gembus bilang bahwa dari hasil jualannya bisa menyekolahkan anaknya dengan biaya yang tidak ringan,bahkan kuliah hingga lulus seketika itu saya merasa tidak ada apa-apanya dengan lek gembus.
Minuman camcau yang sentimentil.
Setiap hari raya Idul Fitri,biasanya kami punya tradisi Unik di rumah mbah si bhol. Namanya Hasbullah saya memanggilnya Pak tuo ,kadang pak wo. Ia adalah kakek saya.
Pak wo tinggal di sebuah rumah petak persis di samping rumah saya. Pak wo selalu menjadi orang yang selalu saya datangi, setelah ibu saya, bapak saya, yang saya sungkemi untuk meminta maaf saat lebaran.
Saya punya semacam tradisi unik di rumah Mbah si bhol. Di rumahnya, saat lebaran, dari sekian banyak kudapan di ruang tamunya yang sangat sederhana, ia selalu menyediakan minuman camcau. Ya, tentu saja “camcau”,ini buatan anak-anaknya atau lek saya.
Tape ketan, dan minuman camcau mbah si bhol , selalu menjadi hidangan yang sederhana namun spesial setiap lebaran.
Selama hampir sepuluh tahun terakhir, saya selalu menjadi orang yang mereyen tape dan minuman camcau itu, yang sudah menjadi ciri khas di rumah pak wo setiap lebaran. Camcau yang berwarna hijau tua bertekstur kenyal dan lembut menyerupai jelly, sangat lembut.Bukan cincau modern yang model kotak-kotak.
Saking seringnya, Pak wo sampai hafal kebiasaan saya itu. Saya tak ubahnya seperti seorang petugas quality control untuk camcau yang disediakan pak wo.
Tetapi rupanya, sekarang orang sudah jarang yang menyajikan minuman camcau,karena mungkin ribet cara membuatnya,lebih praktis dengan membeli minuman semacam orson atau sirup marjan.
Ketika silaturrahmi ke tetangga,ternyata masih ada yang menyajikan minuman camcau.Begitu melihat minuman camcau tersebut ,ingatan saya langsung tertuju pada pak wo.
Lebaran tahun ini menjadi lebaran yang sangat berbeda. Bukan karena situasi perekonomian yang sedang lesu, tapi karena tahun ini, saya tak akan mereyen minuman camcau di rumah Pak wo.Padahal saya masih bisa menemukan minuman camcau di tempat lain, meskipun resep dan cara membuatnya sama tetapi saya merasakan itu tetap saja berbeda.Dan begitu pula lebaran di tahun-tahun berikutnya.
Mbah Hasbullah meninggal sekitar setengah tahun lalu diusia sekitar hampir seratus tahun. Rumah Mbah si bhol kini kosong. Dan tak akan pernah lagi ada minuman camcau dan tape ketan berbungkus daun pisang di meja ruang tamunya untuk saya cicipi.Tidak akan ada lagi simbah yang selalu semangat ketika menceritakan kisah hidupnya di jaman Belanda, Jepang dan pasca kemerdekaan.
Aneh sekali. Memandangi minuman camcau di dalam gelas rasanya tak pernah sesentimentil ini.
Khushuushon ilaa ruuhi ………Mbah Hasbullah……………Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.
Onderdil motor
Lahir dan dibesarkan di sini,di sebuah kampung di daerah Bantul timur, kampung yang menurutku sangat unik. Betapa tidak, di desaku ada banyak pondok pesantren. Setiap sore pasti ada puluhan anak kecil berjilbab membawa Al -Qur’an untuk mengaji. Satu kali seminggu ada pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. Setiap ada peringatan agama, masjid dekat rumahku tak pernah absen dengan pengajian akbar. Pengajian yang dihadiri para kyai dari luar kota. Selain pondok pesantren, ada hal lain yang membuat kampungku selalu ramai. Hampir setiap siang akan datang puluhan motor dan mobil.
Mereka menuju satu tempat yang terletak tak sampai duaratus meter dari rumahku, satu tempat di tepi sungai gajah wong, di pinggir jalan, di sudut selatan kampung. Satu tempat di mana beberapa warga menawarkan berbagai dagangan spare part motor dan berbagai barang bekas dan baru.Ya,Klitikhan. Mungkin , bagi yang belum tahu dengan klithikan dan penasaran kenapa mereka tertarik dengan klitikan.Dagangan klithikan barang-barang dagangan bekas yang biasanya berupa unsur logam, onderdil kendaraan, ataupun peralatan rumah tangga dan juga elektronik seperti TV, Radio, dll.
Mereka tertarik untuk sekedar melihat-lihat barang-barang yang dijajakan, membuat orang -orang datang, namanya juga dagangan klithikan, ada saja barang-barang aneh yang dijual ,padahal menurut kebanyakan orang, itu barang sangat tidak layak jual. Misalnya Gunting Rusak dengan satu gagang hilang. Bisa jadi, gunting ini dulu pernah ngiklan di Tivi atau koran dengan tag
Gunting Istimewa, Tajam menghanyutkan. “Gagang dijual terpisah”. Mungkin cocok juga kalau dibuat sinetron, judulnya “Gagang gunting yang tertukar”.dan barang – barang aneh lainnya.
Jadi jelas bahwa barang-barang aneh tadi ternyata masih punya peminat. Tapi wajar juga , soalnya kalau dipikir-pikir, ndak mungkin juga penjual klithikan menggelar lapak barang-barang aneh kalau ndak ada segmentasi pembeli.
Lagipula tidak semua barang yang dijual oleh pedagang klithikan itu aneh-aneh , ada juga barang-barang yang punya guna lebih jelas dan gamblang seperti ,kompor, linggis, gergaji, sekop,knalpot ,ban, shock beker, dll.
Sate keong : modal dikit untung lumayan

Pagi yang mendung ini, Saya, tetangga saya : ndopok di pertigaan sawah wetan ndeso. Entah berawal darimana pagi ini saya kok tiba-tiba pingin lihat-lihat sawah, mendadak lek barek berhenti dan ngajak ndopok,lek barek bersiap-siap mbabati damen,nunggu yang punya sawah datang lengkap dengan peralatan untuk cari damen,arit dan juga tali tampar yang ditata rapi di atas jok motor honda grand kesayangannya.

Selain saya, dan tetangga ada satu orang lain yang duduk di buk gempal ini.Di sebelah saya persis, seorang lelaki setengah baya dengan badan kecil nampak ringkih dan pipinya agak kempot karena giginya ompong sehari-hari pekerjaannya mancing,lek slamet namanya,alamat rumahnya saya kurang tahu. Sedangkan di ujung, seorang perempuan pencari keong sawah(hama tanaman padi) yang sedang istirahat dengan membawa sewadah sak penuh hasil tangkapannya.
Duduk di atas motornya lek barek bercerita panjang lebar tentang perjuangan masa lalunya saat ia masih gagah.
“Biyen, golek duit gampang banget,”ujarnya mantap. “Aku biyen usaha adol kambil, aku kulakan turut ndeso,sijine mung rong ewu,njuk tak slumbati ( kelapa di kupas dengan linggis) tak dol ijen limangewu, larise ora umum…”

“Neng sar legi,sedino guwang satus kambil kecil,bayangno bati telungewu ping satus hurung sepete ( sabut kelapa ) nak yo lumayan to? .”lanjut lek barek.
Ceritanya begitu mengalir. Ia membanggakan masa mudanya yang hampir tak pernah menyusahkan keluarga karena selalu bisa mencari uang sendiri untuk biaya sekolah anaknya dan biaya hidupnya.
Mbake si pencari keong tak kalah sangar, dengan bekal sewadah keong yang ia bawa, ia menceritakan bagaimana susahnya berjibaku bertarung melawan tantangan hidup yang semakin hari semakin tak masuk akal saja.
“Gaweanku ki mung sobo sawah,turut kalen,koyo cah cilik, kekeceh,” ujarnya sambil membetulkan topinya yang mireng.
“Nggolek keong saiki akeh ora mestine…”
“Lha opo biyen ki mesti?” Sahut lek slamet yang sedari tadi cuma manggut-manggut mendengarkan cerita lek barek dengan khusuk.
“Yo podo-podo ora mestine, Pak, tapi nek biyen hasile akeh.”
“Lha genah saiki awakmu oleh sak ember kebak, kok…”
“Biyen nyeblok sawah delit wae iso oleh ngasi limang sak(lima karung), Pak…”.jawab mbak e sambil tangannya di angkat seperti orang dada-dada.
Saya kemudian menengok wadah bagor atau karung yang penuh dengan keong sawah yang ditaruh di atas galengan di samping buk kalen.
“Dino wingi aku nggowo telung sak gede, terus tak gawe sate keong,kurang luweh dadi patangatus sunduk,” katanya mbake mantap sambil sumringah.
“Wah, mantep nek ngono,” balas lek slamet.
“Iki aku nggawe dhewe,direwangi bojoku delet sak hurunge deweke mangkat mbutgawe, jam telu ko tak iderke turut angkringan, bar kui golek meneh ngasi nglembur kadang ngasi jam rolas bar kui njuk turu dilit, esuk langsung mangkat nggolek…”
“Lha,sedino mblandreng ki resike oleh piro ?.”
“Modalku ming awak waras,sedino oleh telungatus ewu.hla nek seminggu?. Ning yo awake bobrok,nandangi gawean semono okehe .”
Saya selalu takjub mendengar cerita-cerita tentang perjuangan menyambung hidup seperti ini. Selalu timbul harapan-harapan kecil, kebahagiaan, dan rasa syukur dari setiap kisah-kisah tersebut.Bayangan saya kemudian menuju empat ratus tusuk sate.Bisa dihitung empat ratus kali delapan ratus rupiah harga pertusuknya.Tiga ratus ribu rupiah lebih perhari,itupun kalau lagi perkeongan sepi,lha kalau sehari pas dapat lima karung atau lebih.
Saya kemudian merasa begitu kecil di hadapan lelaki-lelaki dan perempuan di samping saya ini. Perjuangan mereka nyata. Sedangkan perjuangan saya, terlalu kecil. Saya lelaki pemalas yang beruntung karena bisa mendapatkan uang dari bakulan online.
Mendengar cerita pagi ini tentang perjuangan hidup mereka, saya merasa betapa Tuhan sangat welas asih pada saya.
“Urip ki pancen isine mung syukur,” kata lek slamet membuyarkan perenungan saya. “Aku ki wis sepuluh tahun kerjone mung mancing, arep adang-adang koyo mbiyen wedi, yo teko disyukuri wae…”ujarnya.
“Wah,mbok jajal di tlateni meneh profesimu kui met ,kuwi jelas hasile gede…rong jam genah hasile puluhan nyuto,” timpal Barek sambil tertawa.
Saya mak jegagik kaget dan bingung dengan maksud ucapan lek barek dan lek slamet.Saya tidak mengira lek slamet yang ompong ini pernah punya penghasilan yang sangat luar biasa.
Diantara kami berempat ternyata penghasilan lek slamet dulu sangat mengagetkan dan menurut saya sangat mintilihir,Dua jam puluhan juta,mosok to?,ngalah-ngalahke penghasilan dokter wae, lalu saya spontan bertanya karena sangat penasaran.
“Hla gene hasile gede ,kerjo nggon opo mbiyen lek,” tanya saya.
“Nah, nek kowe pengin njabutke untu,cepet tur gratis meluo slamet kui,”sahut lek barek pada saya seraya mengacungkan jempol tanganya.
Dengan wajah agak memelas lek slamet kemudian menjawab pertanyaan saya.
“Untu ku entek gara-gara nemu tali tampar ,terus tak gowo bali muleh,lha tali tampare kuwi mau jebul ono sapine…eelhaa…kok aku njuk di masa. “
Kami bertiga tertawa terbahak-bahak.Biangane tenan,jebul njarak nyolong. Tak berselang lama, kemudian obrolan pagi ini bubar.






Cek rute gowes jalur tanjakan kewer ngingseng.
Jalur alternatif ke hutan pinus
Jalur ini adalah jalur alternatif dari pleret menuju mangunan.Jalan yang kami lalui ini masih termasuk jalur yang tergolong jalur sepi,dan sangat cocok untuk mengeluarkan keringat dengan bersepeda.
Untuk menuju “Hutan Pinus” melalui jalur nglingseng ini,sangat menyingkat waktu.karena tidak perlu ngalang atau memutari lewat ” bukit bego atau watu goyang. ” berangkat dari titik kumpul di kantor pos pleret,kemudian gliyak -gliyak ngontel sepeda lurus ke arah selatan mentok lalu kekiri melewati jembatan segoroyoso nanti akan ketemuPer-Tigaan (dari arah yogyakarta) lalu belok kanan menuju pucung di tandai dengan adanya pasar burung dusun pucung “Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri”keselatan ada pertigaan lagi ambil lurus. Jalur ini jarang di pakai oleh kendaraan besar seperti truk, walau jalannya beraspal tapi jalannya sempit, kalau pakai mobil harus berhati-hati ketika berpapasan dan jalanya sangat nanjak dan berkelok -kelok. Dijalur ini jalannya sepi kendaraan, jadi sangat nikmat sekali untuk rute perjalanan sepeda. Hanya sepeda motor para petani yang berlalu lalang.Setelah itu Lurusaja, sampai ketemu Per-Tigaan yang di sudut kirinya terdapat “Cakruk / Gardu Ronda”.
Setelah itu lurus aja sampai ketemu jalan yang menanjak menuju “Dusun Nglingseng, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo”. Dari jalan itu terus aja, nikmati perjalanan yang menanjakan dan pemandangan sawah teras siring dengan perbukitan yang masih hijau. Diakhir Tanjakan, nanti akan menemui Per-Empatan yang ada pos pit nglingseng.
lokasi pos pit nglingseng.
Untuk sampai post pit mbok jimah atau pos pit ngingseng muntuk ini kami harus melewati beberapa tanjakan, tapi yang paling panjang adalah tanjakan terakhir di dusun nglingseng. Setelah selesai tanjakan terakhir itu, sampailah kami diatas bukit. Dibukit ini terdapat dusun yang bernama muntuk, di dusun ini juga hutan pinus berada.
Lokasi Pos Pit Nglingseng sendiri di antara hutan Pinus Mangunan dengan Puncak Becici. Ini artinya masih ada tanjakan sedikit curam dari tempatku berhenti. Tanjakan ini berakhir ketika sudah sampai di hutan pinus. Setelahnya, jalanan menurun.
Dari angkringan mbok jimah itu nanti belok Kanan untuk menuju Hutan Pinus. Setelah belok kanan dari Perempatan itu, lurus aja kira-kira 1 Kilometer lagi sampai di Hutan Pinus. Nikmatilah Pemandangan Hutan Pinus asri.
Rute Perjalanan
Star: Lapangan kanggotan depan kelurahan pleret – kantor pos pleret – segoroyoso – Desa Wukirsari (Imogiri)-pos pit nglingseng – Desa Muntuk (Dlingo) – Hutan Pinus.
Pulang: Hutan Pinus – Desa Muntuk (Dlingo) – Bukit bego (Imogiri) – Jl. Imogiri Timur – Perempatan jejeran – Finish.
Perbedaan piston standar vs piston dom.
Piston dom atau seher jenong.

Piston itu ibaratnya jantungnya mesin motor, karena piston berperan dalam proses pembakaran mesin melalui langkah piston yang menghasilkan kompresi pada ruang bakar dengan cara memanfaatkan campuran udara dan bahan bakar. Campuran tersebut terkompresi kemudian bertemu dengan percikan api yang dihasilkan oleh busi sehingga terjadi lah letupan yang memicu pembakaran.
Pada mesin 2 tak gerakan piston hanya terdiri 2 tahap, yakni langkah naik dan langkah turun. Sedangkan pada mesin motor 4 tak membutuhkan 4 tahap untuk sekali proses pembakaran, yakni tahap pertama langkah hisap, ke-2 langkah usaha, ke-3 langkah kompresi, dan ke-4 langkah
Rasio kompresi di dalam silinder mesin menentukan seberapa besar power yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Mesin yang memiliki rasio kompresi yang besar akan menghasilkan power yang besar karena letupan pembakaran yang dihasilkan pun lebih besar.
Perbedaan tingkat rasio kompresi pada motor juga berpengaruh pada jenis bahan bakar yang digunakan nantinya. Semakin tinggi rasio kompresinya, maka semakin tinggi pula kadar oktan yang dibutuhkan pada bahan bakar yang digunkan. Apabila kadar oktan bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan rasio kompresi maka akan mesin akan cepat bermasalah. Jika bahan bakar yang digunakan beroktan rendah dan mesinnya memiliki rasio kompresi yang tinggi maka akan terjadinya detonasi. yakni bahan bakar akan terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan apinya.
Detonasi ini akan melukai piston dan juga beresiko membuat dinding liner silinder baret-baret, bahkan mesin bisa jebol.
Lalu apa itu piston jenong (HI DOME)? Piston jenong adalah piston yang memiliki permukaan atas yang jenong (doom) yang berbeda dengan piston standar yang permukaannya datar (flat). Piston yang permukaaan atasnya yang jenong(doom) diyakini mampu mendongkrak performa mesin, karena dapat meningkatkan kompresi.
Untuk produk-produk piston jenong aftermarket sudah banyak beredar di pasaran, mulai bentuknya seperti kubah (doom) , ada juga yang memiliki jenong asimetris menyesuaikan bentuk kubah ruang bakar.
Secara umum untuk meningkatkan rasio kompresi dapat menggunakan piston jenong. Namun, ada yang harus diperhatikan juga tinggi jenungnya, jangan terlalu ektrime karena kalau ketinggian bisa bertabrakan dengan busi atau klep.
Untuk mendongkrak performa mesin melalu piston selain menggunakan piston jenong juga bisa pakai cara alternatif lain. Bisa menggunakan pin piston yang lebih ringan namun kuat, tujuannya buat memperingan kinerja piston. Selain itu juga bisa menggunakan piston tipe Forget. Piston forget memiliki kekuatan material yang lebih dari piston biasa. Dan piston forget juga ringan, untuk harga biasanya lebih mahal dari piston biasa.
Sekian dulu ya, kalau ada salah kata mohon maaf.
Pasar klitikhan jejeran pleret Bantul.
Berburu Onderdil motor tua Jogja

Naik motor bergaya klasik memang punya kelas tersendiri. Apalagi untuk punya, sekarang tidaklah sulit. Banyak pabrikan menjual motor retro dalam kondisi baru.

Untuk bagi para pencinta motor klasik, membangun motor tua juga jadi hal yang asyik dilakukan. Selain bisa dinikmati hasilnya, juga dapat dipamerkan ke sesama pecinta motor.
Nilai jual motor antik akan lebih tinggi jika makin tua umurnya. Maka, pemilik motor antik harus selalu menjaga dan merawatnya.
Walau sekarang banyak motor retro produksi baru, namun rasanya tetap beda kalau memiliki motor besi dari zaman dulu. Tidak mudah memang. Pasalnya bangun motor retro butuh kesabaran lebih. Apalagi untuk mencari spare partnya.
Di samping tidak ada patokan harga, spare part motor bekas juga lebih sulit didapatkan. Sulit, tapi bukan berarti tidak bisa diperoleh.
Kalau kamu mau merestorasi atau modifikasi, bisa cari spare part motor retro atau motor klasik langsung ke bengkel. Sejumlah bengkel memiliki spesialisasi mengurus motor-motor tua.
Untuk wilayah sekitar Yogyakarta , berikut rekomendasi tempat yang bisa kamu kunjungi :
Pasar klitikhan
Pasar Klitikan Jejeran, terletak di Dusun Ketonggo sekitar-pleret-bantul kira-kira berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Pasar ini masuk dalam wilayah Desa Wonokromo yang mempunyai potensi jual beli barang bekas di Yogyakarta yang berpusat di Dusun Ketonggo, Wonokromo Pleret, Bantul.
Jalur terdekat yang dilalui untuk mencapai temat tersebut bisa dari Terminal Giwangan lalu lurus ke arah selatan sekitar 4 Km atau melalui Jalan Imogiri Timur lalu di Perempatan Jejeran belok ke arah timur sekitar 100 meter jaraknya.
Harganya pun cukup terjangkau dibandingkan dengan toko atau pasar sejenis lainnya.
Bisa juga untuk membeli lewat marketplace karena para pedagang di pasar pasar-klithikan-jejeran-Klithikan jejeran saat ini juga menjalani jual beli secara online.Sejak pandemi corona penjualan di pasar klitikhan jejeran semakin menurun. Biasanya dalam sehari bisa melayani lebih dari 20 customer, saat ini tidak lebih dari 20 customer.
Salah satu cara untuk bisa mendongkrak penjualannya yaitu dengan menjalani bisnis secara online, menggencarkan promosi melalui aplikasi Whatsapp,bukalapak,shopie.tokopedia dll. Dan berkat bisnis online yang ini, para pedagang bisa menjaring calon pembeli dari berbagai kota .selain praktis ,jangkauan pasarnya juga lebih luas.
Menurutnya, dalam kondisi yang sulit seperti ini, pedagang harus jeli memanfaatkan peluang yang ada. Kemajuan teknologi informasi bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk yang dijual. Selain praktis, jangkauan pasarnya juga lebih luas.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi para pedagang klitikan bisa berharap bisnis yang dijalani akan lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya.
Jl. Jejeran – Pleret
https://maps.app.goo.gl/9ps7LixHYMoT1iz46

#honda money

#honda c 50 cc

#honda c700 biru telur asin
#onderdil motor tua
Hobi merupakan salah satu obat stres yang lumayan manjur, sehari-hari bekerja bisa membuat kita pozzennng
Sobo sawah ajar buruh tani.
Petani buruh tandur

Ajakan menanam sayur demi cita-cita luhur, ketahanan pangan di kala pandemi, menarik juga rupaya. Kebetulan ada sedikit tanah nganggur di sawah dan berangkatlah aku ke sawah. Segera rumput dibersihkan kemudian cangkul diayunkan, dan ooohh ternyata berat juga ya mencangkul. Belum sampai setengah jam pergelangan tangan pegal-pegal, sementara lengan keju-keju. Tentu ini juga karena aku belum terbiasa. Tetapi bahkan untuk mereka yang terbiasa, kerja demikian sepertinya tetap bukanlah kerja yang ringan. Apalagi jika ingat seberapa hasil yang didapatkan. Belum lagi jika gagal panen, yang juga menjadi ancaman.
Dari sesorean mencangkul di sawah, aku juga belajar, melihat secara langsung kerja-kerja yang dilakukan petani, selain mencangkul seperti yang saya coba lakukan tentunya.
Sobo sawah
Di sisi selatan tempatku mencangkul, nampak mbokdhe legi sedang menaburkan pupuk urea ke tanaman padinya. Menggunakan ember yang dijinjing, mbokdhe mubeng berkeliling sawah menaburkan pupuk secara merata. Sebelum memberikan pupuk, mbokdhe terlebih dahulu mencabuti rumput yang ada di sawahnya, “matun” orang sini menyebutnya. Mengelilingi sawah membungkuk menjumputi rumput mungkin kakinya gatal -gatal karena sesekali terlihat mbokdhe menggaruk-garuk kakinya, Melihat dan membayangkannya saja aku ikut keju, hehehe.
Selesai “matun” mbokdhe legi menyulami. Menambal padi yang tidak tumbuh dengan baik dengan menanaminya dengan yang baru. Ya, tidak semua padi tumbuh dengan baik, ada daerah yang bolong-bolong dimana padi tidak tumbuh secara baik, daerah yang aliran airnya lumayan deras biasanya. Padi di tempat-tempat inilah yang perlu disulami.

Sementara di sisi yang lain ada seorang ibu, aku tak tahu namanya, tapi anaknya adalah temanku. Ia sedang “tunggu manuk” (menunggu burung), tentu istilah yang lebih pas adalah menunggu padi, tapi orang lumrah menyebutnya seperti itu. Ia berkeliling menghalau dengan suara mulutnya yang keras,jika burung yang datang hinggap di padinya,meskipun suara bengokan ibunya tadi sangat keras tetapi burung -burung emprit tersebut ngeyel seperti tidak menghiraukan.Kudu mbengok Karo disawat nggo watu baru emprit – emprit lugu itu minggat . Di sawahnya juga dipasang bambu-bambu dengan bendera plastik juga untuk menakut-nakuti burung yang mau memakan padinya. Ada masanya dahulu, alat untuk menghalau burung tak cukup hanya bendera seperti itu. Tetapi masih ditambah dengan kaleng-kaleng bekas susu. Kaleng-kaleng diisi batu, diikat dengan tali direnteng sepanjang sawah. Di salah satu ujung sawah ada gubug tempat orang berteduh, juga menunggu padinya. Orang tinggal menarik ujung tali yang berisi rentengan kaleng tadi saat banyak burung yang datang mau hinggap. Burung-burung pun terkaget dan terbang ke lain tempat.
Di sisi yang sama dengan si ibu tapi dengan jarak yang lebih jauh, nampak lek panut, ia tetanggaku, tengah membuat pinihan, tempat benih padi ditumbuhkan. Tanah dicangkul digemburkan dengan air yang lumayan. Kemudian diratakan. Itu disiapkan untuk benih padi yang hendak ditanam.

Itu tadi beberapa kerja petani yang kulihat selama seharian di sawah. Jika diurutkan maka akan demikian. Mulai dari menyiapkan tempat pembenihan, membersihkan dari rerumputan, menambal padi yang bolong, memberikan pupuk, hingga menjaganya dari burung-burung. Ada kerja-kerja semacam itu dan masih ditambah kerja-kerja lainnya di balik nasi yang kita makan setiap hari. Waktu sudah menjelang petang, aku kemudian pulang.
Karburator skep vs karburator vakum
Perbedaan Karburator Skep VS Karburator Vakum
Karburator Skep VS Karburator Vakum – Perkembangan teknologi sepeda motor bukan hanya dari teknologi karburator yang beralih ke injeksi. Karburator juga sempat beberapa kali mengalami perombakan pada struktur dan sistem tanpa mengubah fungsi dan cara kerja karburator.
Salah satunya adalah keberadaan karburator vakum. Karburator tipe vakum ini lebih sering kita temui di motor matik era karburator.
Karburator dengan tipe vakum ini merupakan perbaikan dari karburator tipe skep konvensional, dimana pada karburator tipe vakum pergerakan skep bukan berdasarkan tarikan kabel gas tapi berdasarkan kevakuman pada mesin. Baca : Motor Injeksi VS Motor Karburator, Berikut Perbedaannya
Sebagian besar beranggapan bahwa perbedaan karburator konvesional dengan karburator vakum hanya terletak pada skepnya saja. Lebih dari itu bro, masih ada beberapa bagian pada karburator vakum yang sistem kerjanya berbeda dengan karburator tipe skep konvensional, diantaranya :
1. Setelan angin (air screw) dan pilot screw (mixture screw)
Perbandingan pertama adalah dilihat dari stelan angin / air crew dan pilot screw / mixture screw
Karburator skep
Sudah bukan rahasia lagi kalau karburator konvesional memiliki baut setelan angin (air screw). Bagi yang lama berkecimpung dunia otomotif, tentu paham betul fungsi dari setelan angini ini.
Seperti yang kita tahu, Setelan angin atau airscrew berguna untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk untuk keperluan langsam /stationer.
Jika setelan angin dibuka, maka debit angin yang masuk lebih banyak sehingga campuran gas bakar yang masuk untuk keperluan langsam lebih kering, sementara jika setelan angin ditutup maka debit angin yang masuk ke ruang bakar pun lebih sedikit menyebabkan campuran gas bakar menjadi lebih basah.
Karburator vakum
Berbeda dengan karburator tipe vakum. Pada karburator vakum tidak ditemui air screw. namun digantikan oleh mixture screw atau disebut juga pilot screw.
Fungsi pilot screw bukan hanya mengatur udara saja, karena jalur pilot screw didalamnya ada jalur bypass dari lubang pilot jet juga, jadi kondisi ideal tidaknya campuran gas bakar (kering-pas-basah) didapat bukan dari perubahan bukaan pilot screw, tapi penggantian ukuran pilot air-jet pada bagian moncong karbu dan pilot jet.
Penggantian pilot jet yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi basah, sementara penggantian piot air-jet dengan yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi kering, begitu pula sebaliknya.
Pilot screw berfungsi hanya sebagai “keran” saja, entah itu campuran pas atau tidak pas (karena penggantian ukuran pilot jet dan pilot air-jet), pilot screw hanya mengatur banyak sedikitnya debit gas bakar yang masuk ke dalam silinder.
Kesimpulan perbedaan air screw dan pilot screw
Maka dari itu ditemui perbedaan dalam patokan standar setelan bukaan air screw dan pilot srew. Pada karbu tipe skep konvensional, bukaan air screw biasanya diatur antara 1 – 2 putaran.
Sementara itu pada karburator tipe vakum bukaan pilot screw biasanya dipatok antara 2,5 putaran keatas.
Sebagai mekanik, saya masih sering menemukan posisi pilot screw yang setelannya disamakan dengan karburator konvesional, sehingga motor menjadi berat saat top speed.
2. Setelan gas / stansioner / langsam
Pengaturan putaran mesin terendah yang dianjurkan saat kondisi throttle tidak dibuka biasanya diatur sistem pengatur stationer pada karburator.
Karburator skep
Pada karburator tipe skep konvensional, pengatur langsam ini membuka atau mengangkat botol skep hingga ketinggian tertentu dan mengizinkan udara tertarik dari luar ke dalam silinder.
Celah bukaan skep ini yang membuat mesin dapat hidup dan berputar pada putaran mesin tertentu, tergantung dari besar kecilnya celah diantara skep dan lubang venturi, besar kecilnya celah ini diatur oleh mekanisme pengatur langsam.
Bagaimana dengan karburator tipe vakum??
Karburator vakum
Karena naik turunnya skep diatur oleh kevakuman pada mesin, karburato tipe vakum rasanya sangat sulit untuk menerapkan cara yang sama sepertu karburator tipe konvesional.
Ketika jalur venturi tertutup oleh mekanisme katup gas, jika katup gas dalam posisi tertutup penuh maka hisapan sebesar apapun dari mesin akan terasa sia-sia, karena isapan dari mesin tersebut tidak akan sampai pada area skep.
Kesimpulan perbedaan pada stelan gas
Jika pada karburator konvesional yang diatur adalah botol skep, maka pengaturan langsam pada karburator tipe vakum mengandalkan bukaan katup gas pada lubang venturi.
Caranya dengan membuka sedikit katup sehingga isapan mesin bisa sampai pada bagian skep dan menyebabkan skep bisa terangkat dan putaran mesin naik hingga sesuai kebutuhan.
3. Sistem choke
Perbedaan ketiga dari sistem karburator skep vs karbrator vakum adalah dari sistem choke.
Karburator skep
Pada karburator tipe konvensional, tuas choke membuka jalur bypass dari pilot jet atau dari bak karbu ke venturi.
Dengan bertambahnya volume bensin yang masuk ke dalam silinder maka sistem pengapian akan lebih mudah memantik api dan menimbulkan pembakaran yang terjadi di dalam silinder saat kondisi mesin masih dingin, jika suhu mesin sudah mendekati ideal maka tuas choke bisa ditutup dan putaran mesin bisa normal lagi karena pembakaran atau ledakan kompresi dibantu pemantulan suhu di dalam silinder.
Karburator Vakum
Pada karburator tipe vakum, sistem chokenya bukan untuk menambah volume bensin, tapi mempercepat skep naik agar putaran mesin bisa naik dan mesin tidak cepat mati.
Jalur bypass yang diatur tuas choke jalurnya dari venturi menuju ke ruang vakum di bagian atas skep karburator, saat tuas choke dibuka maka isapan dari dalam silinder menarik udara yang ada di ruang vakum dan menyebabkan skep bisa terangkat meskipun katup gas masih tertutup.
Dengan itu maka putaran mesin bisa naik karena skep terbuka atau terangkat. Makanya akan jadi percuma jika saat tuas choke dibuka gas juga dibuka, mesin akan semakin sulit hidup karena skep akan terbuka lebar tapi gas bakar jadi semakin kering, sementara untuk memudahkan menghidupkan mesin saat kondisi mesin dingindibutuhkan campuran gas bakar yang basah.
Kesimpulan perbedaan pada sistem choke
Dari perbedaan sistem choke tersebut, maka kondisi dan perilaku mesin pun berbeda saat tuas choke diaktifkan. Pada karbu tipe konvensional saat tuas choke dibuka maka putaran mesin naik perlahan cenderung brebet, tapi pada karbu tipe vakum saat tuas choke dibuka putaran mesin langsung naik dan akan terus naik jika mesin sudah mulai panas, tpi jarang ditemui gejala brebet, jika sampai brebet berarti setelan pilot screw belum pas sesuai kebutuhan.
Semoga bermanfaat, brooo!!!
Menikmati pemandangan Embung imogiri
Jika ingin berolahraga atau hanya sekedar cari angin segar tanpa khawatir banyaknya kerumunan, mungkin Embung Imogiri ini bisa menjadi tempat alternatif. Waduk yang baru saja selesai dibangun ini berada di Pedukuhan Karangpulon, Kelurahan wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Pengunjung yang ingin datang tidak dipungut biaya hanya membayar uang parkir,itupun kalau ada yang jaga. Waduk yang dibangun membentuk gunungan wayang ini bertujuan untuk mengantisipasi bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Bantul.
Saat ini, di sekeliling Embung Imogiri sudah ada gasebo untuk pengunjung. Jadi pengunjung bisa sambil olahraga pagi,lari-lari atau sekedar jalan santai mengelilingi embung ini.Kalau sudah agak siang pengunjung bisa leyeh-leyel sambil menikmati kuliner di gasebo ini. Tidak hanya makanan, di Embung Imogiri juga terdapat wahana bermain seperti mobil-mobilan, melukis, odong-odong. Karena itu, lokasi ini cocok untuk piknik keluarga tanpa harus cemas jika anak-anak bosan.
Pembangunan waduk ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tujuan tanggap bencana banjir yang diakibatkan dari meluapnya Sungai Celeng. Waduk ini nantinya juga difungsikan sebagai salah satu wisata air yang baru.
Dengan keberadaaan waduk Embung Imogiri ini diharapkan dapat meminimalisir adanya luapan Sungai Celeng saat intensitas hujan tinggi. Lokasi waduk ini sangat terjangkau dan warga dapat dengan bebas memasuki area waduk dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) salah satunya adalah menggunakan masker saat memasuki area waduk dan tidak membuat kerumunan.
Download Buku pdf gratis
situs download ebook Indonesia PDF gratis novel komik format buku pdf terlengkap buku digital elektronik terbaru 2021, indonesia ebook free download Novel PDF.
Gratis tersedia lebih dari 2.500 Ebook Format PDF Buku Elektronik Bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa kamu download, mulai dari novel, komik,desain grafis, tutorial internet marketing, bisnis dan peluang usaha dan masih banyak lagi.
Tren paperless semakin populer belakangan ini. Demi menjaga kelestarian lingkungan, penggunaan kertas mulai banyak dikurangi. Bukan hanya pada saat mencetak dokumen tertentu, tetapi juga tatkala membaca buku. Sebagai solusinya, sebagian orang lebih memilih membaca ebook (buku elektronik).
Ada ebook berbayar, ada pula ebook gratis yang ditawarkan oleh pihak tertentu. Pengguna bebas mengunduh ebook gratis ini. Namun, tidak semua ebook gratis berstatus legal, ada pula yang ilegal. Mengunduh atau mengakses ebook ilegal tentu akan merugikan penulis. Nah, berikut sejumlah website pilihan yang menyediakan download ebook gratis dan legal.
Z-LIBRARY
Z-Library merupakan situs penyedia materi kuliah yang cukup komplit, meliputi semua bidang keilmuwan, seperti: Seni, Biologi, Bisnis, Kimia, Komputer, Ekonomi, Pendidikan, Geografi, Geologi, Sejarah, Matematika, Kesehatan dan Obat, Fisika, Teknologi, Teknik, Agama, Lifestyle, Bahasa, Komik dan puisi, dsb yang dikelompokkan menurut kategori.
Pihak Z-Library terus menambah jumlah koleksi buku dan artikelnya. Kini situs penyedia buku online gratis ini memiliki koleksi lebih dari 4 juta ebook dan 70 juta artikel yang dapat Anda download secara gratis. Enaknya lagi, untuk bisa mendownload, Anda tidak perlu menjadi anggota atau mendaftar terlebih dahulu. Tidak hanya itu, jika Anda seorang penulis buku juga diberi kesempatan untuk memasukkan buku Anda disini. ebook indonesia
PROJECT GUTTTENBERG
Salah satu situs penyedia ebook gratis terlengkap adalah Project Gutenberg. Ini merupakan perpustakaan online yang menyimpan lebih dari 60.000 judul buku. Untuk membacanya, kamu bisa memilih format epub gratis atau melalui Kindle. Kamu juga dapat mengunduh atau membacanya langsung secara online.
Keunikan Project Gutenberg selain kelengkapan koleksinya adalah keberadaan buku-buku literatur klasik. Buku-buku yang hak ciptanya telah expired ini disimpan untuk diakses secara online dan gratis oleh semua orang.
EBOOKLOBY.COM
Bacaan gratis juga bisa kamu dapatkan di Ebook Lobby. Tampilan situs website ini sekilas sangat sederhana dan mudah diakses. Pada bagian Home, terdapat kategori jenis buku yang tersedia, mulai dari seni dan fotografi, biografi dan memori, bisnis dan investasi, buku anak-anak, komputer, memasak, kesehatan, hukum, dan sebagainya.
Menariknya, kamu akan disuguhi informasi beserta link download 10 buku teratas saat itu. Daftar ini dapat berubah tergantung pada jumlah view yang didapatkan oleh tiap buku. Bukan hanya buku-buku fiksi aneka genre, kamu juga bisa menemukan buku nonfiksi dengan berbagai tema menarik. ebook indonesia
BOOKYARDS.COM
Nikmati juga ebooks gratis yang ditawarkan oleh Bookyards. Perpustakaan online ini menyimpan sejumlah buku yang ditulis oleh 6.709 penulis. Hingga saat ini, ada sekitar 23.959 judul buku yang tersedia di situs Bookyards. Semuanya berasal dari ratusan penerbit.
Menariknya, kamu bisa melacak buku dengan pencarian berdasarkan nama penulis. Namun, untuk mengunduh dan mendapatkan ebook, kamu hanya perlu menekan satu tombol. Selanjutnya, kamu bisa menikmati alias membaca buku dalam format PDF. Tentu pilihan ini lebih simpel jika dibandingkan dengan membawa buku fisik. ebook indonesia
EVANAZKA.COM
Jika kamu ingin membaca ebook secara gratis, pilihan lainnya yang wajib kamu coba adalah EvanAzka.com. Situs ini menyimpan ratusan Ebook PDF bisa diunduh secara gratis. Buku-buku tersebut bisa diunduh dalam format PDF .
Untuk memudahkan kamu dalam mencari, kamu dapat memanfaatkan filter seperti tahun dan bahasa. Pada kolom Search, kamu hanya perlu memasukkan kata atau frasa berupa judul, penulis, atau ISBN.
Nah, bagi kamu yang senang membaca buku, situs-situs ini wajib sering dikunjungi. Kamu dapat menambah informasi maupun pengetahuan dari pilihan buku klasik tetapi masih bermanfaat. Semakin menarik lagi jika situs tersebut juga dilengkapi dengan layanan lain, seperti artikel atau jurnal ilmiah.
Kuliner Legendaris Bakso pleret.
Bagi masyarakat pleret dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing dengan jajanan bakso yang satu ini.
Ya, Bakso pleret yang berlokasi di sebelah barat pasar pleret atau tepatnya timur kantor BRI pleret,tepat di depan toko tresno agung.
“Awal buka Warung bakso ini sejak tahun 1978,atau kira-kira sudah hampir 44 tahun.”kata pak rohmat.
“Dulu tahun 1972 saya ikut mertua jualan,di pojok timur pasar pleret ,dan mulai tahun 1978 buka sendiri di sebelum barat pasar pleret .Jaman semono urung akeh warung bakso ning kene, bahkan dari kotagede sampai pleret bisa dihitung pakai jari, ora koyo saiki saben selawe meter onok wong dodol bakso. “
Masjid pathok Negoro, Wonokromo
Masjid Pathok Negara Taqwa Wonokromo merupakan salah satu dari Lima Masjid Pathoknegara Kesultanan Ngayokyakarta Hadiningrat. Tulisan ini merupakan bagian ahir dari 6 tulisan serial 5 masjid pathok negara kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Masjid Pathok Negara Taqwa, Wonokromo didirkan pertama kali oleh Kyai Mohammad Fakih. Beliau adalah seorang guru agama Islam Bertempat tinggal di desa Ketonggo. Dan terkenal juga dengan panggilan “Kyai Welit”. Karena kesenangannya menganyam daun alang alang menjadi atap atau disebut welit. Welit yang dibuatnya tidaklah untuk dijual tapi hanya dibagi bagikan ke mereka yang membutuhkan.
Kyai Muhammad Fakih merupakan guru sekaligus kakak ipar dari Sultan Hamengkubuwono I (Raja Yokyakarta) Karena Sultan Sultan Hamengkubuwono menikah dengan putri kedua Ki Derpoyudo sedangkan Kyai Muhammad Fakih menikah dengan putri pertama Ki Derpoyodo yang merupakan seorang tokoh masyarakat Laweyan Surakarta.
Ketika menjadi murid dari Kyai Muhammad Fakih Sultan pernah meminta nasihat kepada Kyai Muhammad Faqih bagaimana agar negara senantiasa aman. Kyai Muhammad Faqih memberikan nasihat agar sultan agar Sultan melantik orang-orang yang dapat mengajar dan menuntun akhlak dan budi pekerti yang disebut “Pathok”. Dan memilih “Kenthol” (kepala pedesaan/desa). Sultan setuju dengan nasihat Kyai Muhammad Faqih dan mengangkat Pathok yang ditempatkan di desa Mlangi, Plosokuning, Babadan Gedong Kuning,Ringinsari Genthan, Demak Ijo, Klegum, Godean dan Jumeneng.
Tahun 1774 M Kyai Moh. Fakih dilantik menjadi kepala Pathok, dan dianugerahi tanah perdikan di sebelah selatan Ketonggo, yang masih berupa hutan yang banyak ditumbuhi pohon awar-awar, karenanya disebut alas awar-awar. Tanah anugrah Sultan yang masih berupa hutan awar-awar itu dibuka dan kemudian didirikan sebuah masjid kecil. Setelah selesai, Kyai Moh. Fakih menghadap Sultan menyampaikan laporan bahwa di atas tanah perdikan itu sudah didirikan sebuah masjid. Atas amanat Sultan Hamengkubuwono maka hutan awar-awar yang sudah di buka dan sudah didirikan masjid itu diberi nama “WA ANA KAROMA” yang maksudnya “Supaya benar-benar Mulya” atau “Agar Mulya Sungguh-sungguh”
Kyai Muhammad Fakih ini juga disebut juga Kyai Sedo Laut (meninggal di laut) karena sepulang dari tanah suci pada tahun 1757, kapal yang ditumpanginya karam di selat Malaka. Kyai Muhammad Fakih karam di laut, sedang putranyaKH Abdullah terdampar di selat Malaka.
Zaman dulu, di depan masjid dibangun tempat wudhu. Airnya diambil dari sungai Belik yang dialirkan melalui parit. Fungsi kolam selain untuk berwudhu juga berfungsi unuk menghukum orang yang salah dalam memukul kentongan dan beduk, dengan diceburkan di dalam kolam.
Lokasi Masjid Pathok Negara Taqwa Wonokromo
Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Masjid Taqwa berdiri di atas tanah kesultanan (Sultan Ground) seluas 5000 meter persegi. Luas bangunan masjid saat didirikan adalah 420 meter persegi dan hingga kini telah dilakukan pengembangan sehingga luasnya menjadi 750 meter persegi. Bagian serambi luasnya 250 meter persegi, dan ruang perpustakaan seluas 90 meter persegi, dan halaman seluas 4000 meter persegi.
Wong kalang
Peninggalan Orang Kalang Dijadikan Objek Wisata
source :Berita KBR

Rumah bekas Prawiro Suwarno Tembong, yang merupakan jejak terakhir Wong Kalang di Kota Gedehttps://421fbae08010cd8dbab803198b196849.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0Baca Selanjutnya:Program Makan Siang di Sekolah Terbesar di DuniaX
Pertarungan penduduk asli dan pendatang kerap kali mengoyak kerukunan di satu wilayah.
Jauh sebelum itu, masa raja-raja tanah Jawa, konflik serupa pernah merobek Kota Gede.
Akibatnya, orang-orang Kalang kala itu tercerai-berai. Mereka meninggalkan rumah kejayaan mereka dan warisan keterampilan perak yang kini jadi ladang uang bagi penduduk asli.
Berikut kisah lengkapnya seperti yang dilansir dari Program Saga produksi KBR.https://421fbae08010cd8dbab803198b196849.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html?n=0
Kisah Prawiro Suwarno Tembong, yang merupakan jejak terakhir orang Kalang di Kota Gede, masih hidup meski sudah seabad lebih berlalu.
Pada sentra perak itu, deretan rumah dengan arsitektur campuran Jawa dan Eropa masih gagah berdiri. Dewi, salah seorang pemandu, menunjuk salah satu rumah Tembong.
“Kalau lihat di beberapa pintu ada ukiran mozaiknya. Kaca patri warna-warni, walaupun sudah ada beberapa yang direnovasi, tapi diperbaikin pintu-pintunya aja. Kita bisa lihat kaca patri warna-warni, pilar-pilar gaya Eropa. Tapi di bawah ada pendopo joglo,” jelas Dewi.https://d-21024209241286684533.ampproject.net/2112231523002/frame.html
Menyaksikan rumah itu, bisa terbayang Prawiro Tembong hidup di sana, dikelilingi perabotan emas bagai Raja Midas.
Pasalnya dulu, Tembong dijuluki Raja Berlian Tanah Jawa sebagai ungkapan untuk menggambarkan betapa kayanya dia.https://d-21024209241286684533.ampproject.net/2112231523002/frame.html
“Karena harta beliau saking banyak sampai punya emas batangan sebesar jerigen minyak tanah. Juga ada hiasan dari emas berbentuk pisang. Semua emas murni,” terang Dewi.
Riwayat Wong Kalang kali pertama ditemukan pada zaman Majapahit.
Catatan lain muncul pada abad ke-17 ketika kedatangan seorang ahli ukir dari Bali, Joko Suroso.
Joko datang ke Kota Gede setelah dipanggil Sultan Agung, yang pada saat itu adalah Raja Mataram.
“Masa kejayaan Mataram, Sultan Agung dari Mataram Islam memanggil Joko Suroso, seorang ahli ukir dari Bali untuk mengukir Keraton Mataram dan membuat desain arsitektur keratin,” kata Dewi.
“Joko ini ternyata jatuh cinta dengan keponakan Sultan. Sultan kemudian kecewa, tapi dia merestui. Syaratnya, mereka enggak boleh kembali ke Kota Gede. Akhirnya mereka memutuskan kembali ke tempat asal si puteri ini, Banyumas,” tambahnya lagi.
“Sultan Agung bilang ketika kamu di Banyumas, kamu dikalang. Artinya dikunci, ga boleh keluar dari Banyumas. Tapi lama-kelamaan kan mereka beranak-pinak, ya keluar dari Banyumas sampai ke daerah Kroya, Kebumen,” ungkap Dewi.
Selepas Sultan Agung mangkat, keturunan Kalang kembali ke Kota Gede.
Dengan kemahiran mereka berdagang dan mengukir, orang-orang ini justru menjelma menjadi saudagar-saudagar kaya.
Beberapa juga mendirikan rumah gadai. Dari situlah, penduduk asli Kota Gede mencari pinjaman uang.
Nama Tembong yang paling membekas. Selain kisah kekayaannya yang luar biasa, Tembong dikenal eksentrik. Hobinya membagi-bagikan uang dari dalam mobilnya.
“Katanya supaya semua bisa menikmati baik besar kecilnya berapa, tanpa Tembong tahu uang itu didapat oleh siapa. Jadi kalau dulu salah satu cucu beliau bilang kenapa harus dibuang-buang, dia bilang kalau saya bersedekah saya milih orang yang saya senangin saja. Yang enggak saya senang, jadi enggak dapat. Tapi kalau dengan cara ini semua bisa menikmati,” ujar Dewi.
Kebiasaannya itu dianggap arogan. Tapi memang, kalau menyebut nama Tembong kepada para prajurit Belanda dulu, maka boleh jadi mereka akan menyebut si saudagar ini pongah.
“Beliau yang membuat kontroversi karena ingin membuat salah satu ruangan di rumahnya, lantainya dari koin emas. Gulden. Tapi enggak disetujui sama Belanda. Dianggap menghina Ratu Belanda. Akhirnya boleh bikin, tapi enggak boleh ditidurin. Harus berdiri posisinya,” terang Dewi.
Meski begitu, Tembong banyak membantu Keraton Yogyakarta.
Di masa-masa ketika kondisi keuangan keraton buruk, Tembong sedikit-banyak sering menyumbang. Begitu pula orang-orang Kalang lainnya.
Tapi, hikayat mereka di Kota Gede berhenti ketika pada suatu hari kerusuhan pecah.
Agaknya penduduk asli Kota Gede sudah tidak betah. Mereka merasa menjadi budak di kampung mereka sendiri. Sehari-hari bekerja untuk orang-orang Kalang.
Rumah Tembong dan orang Kalang lainnya diserbu penduduk, dijarah. Para pemiliknya kabur, menyelamatkan diri.
“Orang Kalang, meski mereka membantu menaikan ekonomi, tetapi mereka bukan penduduk asli. Mereka tidak pernah dianggap sebagai pribumi asli. Akhirnya pada waktu itu, timbulah penjarahan dan perampokan besar-besaran,” jelas Dewi.
Nasib Tembong sejak itu simpang siur. Ada yang mengatakan dia kabur bersama orang Kalang lainnya ke Plered. Ada juga yang bilang Tembong mati dibunuh perampok. Kisah lain berakhir dengan Tembong mati bunuh diri.
Dewi sendiri tak berani memastikan.
Kini, rumah dan usaha orang Kalang diambil alih orang-orang asli Kota Gede.
Beberapa rumah sudah alih fungsi menjadi restoran atau galeri. Arsitekturnya tetap dipertahankan yang asli.
Sementara keturunan Kalang kini tersebar di Jogja, Kroya, Banyumas, hingga Cirebon. Kebanyakan kembali berdagang, namun tidak lagi menjual logam mulia atau bebatuan. Dewi mengatakan, kebanyakan dari mereka menjadi pengusaha sukses. Salah satunya pemilik hotel besar di Jogja.
Sejarah singkat kesultanan Mataram Islam.
Sejarah Awal Kesultanan Mataram Islam, Letak, dan Pendiri Kerajaan
Siapa pendiri dan di mana letak Kesultanan Mataram Islam yang merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam terbesar di Jawa?
Kesultanan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam terbesar dalam sejarah Nusantara yang pernah berdiri di Jawa. Lantas, siapa pendiri Mataram Islam dan di daerah mana letak atau lokasi kerajaan ini?
Wilayah Mataram semula merupakan bagian dari Kesultanan Pajang yang melanjutkan garis penerus Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Pusat pemerintahan Kesultanan Pajang berada di Surakarta atau Solo.
Sejak abad ke-16 Masehi, tepatnya tahun 1586, wangsa Mataram di bawah pimpinan Danang Sutawijaya alias Panembahan Senapati berhasil menyatukan beberapa wilayah untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap Kesultanan Pajang.
Hingga akhirnya, Kesultanan Pajang menyerahkan kekuasaan kepada Panembahan Senapati yang sekaligus menjadi awal riwayat berdirinya kerajaan baru bernama Kesultanan Mataram Islam.
Jauh sebelumnya pada abad ke-8 Masehi, di Jawa juga pernah berdiri Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu-Buddha dan berbeda zaman dengan Kesultanan Mataram Islam. Meskipun demikian, jika ditelusuri lebih rinci, dua kerajaan ini masih terhubung dalam satu garis riwayat nan panjang.
Sejarah Awal Mataram Islam
Riwayat Kesultanan Mataram Islam bermula dari tanah perdikan berupa hutan yang dikenal sebagai alas Mentaok yang diberikan pemimpin Kesultanan Pajang, Sultan Hadiwijaya (1560-1582) atau Jaka Tingkir, kepada Ki Ageng Pemanahan.
Ki Ageng Pemanahan adalah pendiri Wangsa Mataram yang juga ayah dari Panembahan Senapati atau Sutawijaya. Ki Ageng Pemanahan merupakan cucu Ki Ageng Selo yang dipercaya masih memiliki keturunan dari garis raja-raja Majapahit dan Kerajaan Mataram Kuno.
Sultan Hadiwijaya memberikan hadiah kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai balas jasa karena telah membantu memadamkan perlawanan Arya Penangsang dari Kerajaan Jipang.
Dikutip dari M. C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern1200-2004 (2005), perlawanan terhadap Pajang dimotori oleh Danang Sutawijaya alias Panembahan Senapati yang tidak lain adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan.
Perlawanan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Sultan Pajang ke-3, yakni Pangeran Benawa atau Sultan Prabuwijaya (1586-1587). Panembahan Senapati melancarkan perlawanan terhadap Pajang sejak tahun 1578.
Lokasi & Pendiri Mataram Islam
Pada 1584, Panembahan Senapati mendeklarasikan berdirinya Kesultanan Mataram Islam di alas Mentaok meskipun belum diakui oleh Pajang. Alas Mentaok adalah wilayah yang kini dikenal sebagai Yogyakarta.
Hingga akhirnya, Kesultanan Pajang benar-benar runtuh pada 1587 dan mengakui keberadaan Kesultanan Mataram Islam.
Panembahan Senapati sebagai pendiri pemerintahan Mataram Islam kemudian menobatkan diri sebagai raja atau sultan pertama bergelar Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama (1587-1601).
Adapun lokasi berdirinya Kesultanan Mataram Islam, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, adalah di bekas alas Mentaok, dengan pusat pemerintahannya disebut dengan nama Kutagede atau Kotagede di Yogyakarta.
Keberhasilan Panembahan Senapati memerdekakan Mataram dari cengkeraman Pajang merupakan langkah penting bagi riwayat kesultanan ini di masa-masa selanjutnya hingga mencapai puncak kejayaan.
Kepemimpinan Panembahan Senapati
Soekmono dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3 (1981) memaparkan, Panembahan Senapati mulai memperluas wilayah kekuasaan Mataram Islam secara masif, terutama di sepanjang Bengawan Solo hingga ke Jawa bagian timur, juga sebagian Jawa bagian barat.
Sejak tahun 1590, berturut-turut Jipang (Solo), Madiun, Kediri, Ponorogo, Jagaraga (Magetan), dan Pasuruan, dapat ditaklukkan. Di kawasan barat, Cirebon dan Galuh (sekitar Ciamis) menjadi bagian dari Mataram Islam pada 1595.
Namun, upaya Panembahan Senapati untuk menguasai Banten pada 1597 gagal lantaran kurangnya transportasi air.
Panembahan Senapati wafat pada 1601 dan dimakamkan di Kota Gede, Yogyakarta. Penerusnya adalah Raden Mas Jolang atau yang kemudian bergelar sebagai Susuhunan Hanyakrawati, ayah dari Sultan Agung.
Kelak, Kesultanan Mataram Islam berhasil menancapkan hegemoni kekuasaan di Jawa dengan wilayah kekuasaan yang amat luas, kekuatan militer yang besar, serta kemajuan di berbagai bidang kehidupan.
Penulis: Alhidayath Parinduri
Leyeh-leyeh di Mbulak Wilkel.
Mbulak wilkel Pleret Bantul
Hidup di desa itu amatlah menyegarkan. Tak hanya di pagi hari. Kadang di saat malam yang dingin ini, aku naik sepeda keliling desa tempat ku tinggal. Melewati sawah-sawah, kebon kosong dan jalanan desa. Sebenarnya aku hanya ingin mencium harum padi padi dan daun kering. Juga bau aroma Lembu. Aroma yg mengingatkanku dan menyadarkanku sebagai rakyat kecil berpendidikan rendah tapi tetap bercita-cita. Mendidik diri dan mencari makna-makna kecil disekitarku untuk diolah agar berguna. Menjadi apa saja.
Sepulangnya hatiku gembira. Langsung cuci kaki tangan dan muka. Tak lupa sikat gigi. Lalu telanjang, tak lupa perut digosok minyak kayu putih selimutan tebal trus bobok.
Maktratap…….. rokokku ketinggalan di gubuk mbulak wilkel
Lokasi mbulak_wilkel merupakan wisata baru yang diapit area persawahan. Sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang hijau. Bikin mata jadi segar.
Di sepanjang jalan yang tak terlalu lebar tersebut berdiri banyak warung. Di sana bisa memesan berbagai macam menu seperti bakso kuah, lotek, aneka gorengan, batagor, soto, aneka mie, nasi goreng dan masih banyak lagi. Selain itu juga tersedia aneka minuman untuk menghilangkan dahaga.
Mbulak Wilkel sendiri berada di Tambalan, Gn. Kelir, Pleret, Kabupaten Bantul. Kalian bisa mampir ke Mbulak Wilkel pada jam buka yaitu 05.30 – 17.30 WIB.
Lokasi Mbulak Wilkel berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Waktu tempuhnya kisaran 30 menit dengan kendaraan motor. Meski terbilang cukup blusukan, tetapi sesampainya di lokasi penat akan terbayarkan.
Trimakasih desa
*aq i Cen emboh
Mbulak wilkel
https://maps.app.goo.gl/UcXhBk9if4GALqe39Puncak sosok malam hari dari lor wilkelMbulak wilkel
Source : ig
















































































