Dari pada foto ini saya simpan sendiri lebih baik saya upload di sini, siapa tau bisa bermanfaat dan bisa langsung anda download untuk kenangan.
New day has come
Kita butuh masa lalu untuk memperbaiki masa depan.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed vitae massa eu nisi vulputate congue ut a tellus. Proin accumsan purus et dui venenatis, malesuada fermentum sem efficitur. Sed dignissim tristique congue. Vestibulum neque augue, varius id finibus vel, cursus eget arcu. Aliquam at nulla diam. Integer faucibus, libero at lacinia sollicitudin, elit nisi iaculis velit, non malesuada ante est vel ex. Phasellus id feugiat leo. Donec quis tortor dolor.
Galery foto lawas
Menyimpan foto kenangan jaman dahulu dan klasik.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed vitae massa eu nisi vulputate congue ut a tellus. Proin accumsan purus et dui venenatis, malesuada fermentum sem efficitur. Sed dignissim tristique congue. Vestibulum neque augue, varius id finibus vel, cursus eget arcu. Aliquam at nulla diam. Integer faucibus, libero at lacinia sollicitudin, elit nisi iaculis velit, non malesuada ante est vel ex. Phasellus id feugiat leo. Donec quis tortor dolor.
Ada yang bilang puasa itu memang bulannya anak-anak. Seperti yang sudah kamu tahu, di masa inilah bocah-bocah seolah mendapatkan hadiah besar dengan mengalami bertubi-tubi kesenangan yang jarang didapatkan di luar bulan puasa. Ya, kamu mungkin masih ingat betapa momen masa kecil di bulan ini adalah hal yang sangat menyenangkan.
Kalau orang dewasa pasti sudah keliyengan mikirin belanja Ramadan dan lebaran, kalau anak-anak sih tinggal menikmati momen aja dengan cara mereka sendiri. Entah menghabiskan waktu seharian dengan bermain atau apa pun. Dan asyiknya lagi, pas puasa ini biasanya hari liburnya lamaaaa sekali. Bahkan di masa pandemi Corona ini, sekolah prei / libur terus.
Nah, sambil menunggu buka nih, yuk nostalgia dengan mengenang asyiknya masa kecil dulu di saat Ramadan seperti sekarang. Simak ulasannya berikut.
1. Jalan-Jalan Setelah Subuhan Hukumnya Wajib Anak-anak dulu emang tahu banget cara untuk menghabiskan waktu di bulan puasa. Salah satunya adalah mengawali hari dengan jalan-jalan subuh. Taruhan deh kalau kamu pun pernah melakukan aktivitas ini, kan?
Asyiknya acara ini tentu saja karena bersama-sama anak-anak lainnya. Sepanjang jalan dihabiskan dengan cerita banyak hal, mulai Kotaro Minami yang sudah bisa jadi RX Bio sampai cerita game-game PS 1. Acara jalan-jalan ini juga nggak bakal membosankan karena akan selalu ada aksi-aksi spontanitas jahil yang dilakukan. Entah memencet bel rumah orang-orang sampai dikejar anjing. Pokoknya seru luar biasa!
2. Main game Pagi Emang Nggak Bisa Tergantikan
Kelar jalan-jalan subuh, biasanya sih dulu anak-anak bakal tetap ngumpul kemudian biasanya main PS alias playstation. Aktivitas satu ini juga memorable banget. Apalagi di masa kecil dulu, khususnya bagi angkatan 90an, PS tengah happening banget dan semua rental pasti penuh pas pagi.
Beragam game dimainkan saat itu dan jagoannya tetap satu. Yup, Winning Eleven. Biasanya dibikin turnamen biar semua anak bisa ikut dan mainnya gantian. Kadang juga main game-game bertema petualangan dan akhirnya waktu pun terlewatkan dengan cepat.
3. Mbolang ke sawah dan sungaiSiang Sampai Sore
Kalau ingat masa kecil dulu seperti pengen ketawa, ya. Sudah tahu puasa itu bikin haus malah main permainan yang melelahkan jalan jalan ke sawah atau ke sungai misalnya. Serunya lagi, biasanya permainan ini dilakukan pas siang hari di mana matahari tengah terik-teriknya.
Main di sungai siang hari
Emang bikin haus setengah mampus, makanya kita dulu pasti pernah sekali dua kali melakukan kecurangan. Ya, pergi ke masjid sebelah dengan dalih cuci muka padahal minum air di keran. Memang bikin puasa batal sih, tapi aktivitas yang semacam ini selalu seru ketika diingat lagi.
4. Setelah Ngaji Main Lagi
Karena puasa, jadwal ngaji setelah magrib pun diganti dengan sore hari setelah ashar. Kalau dulu sih pasti begitu. Ngaji setelah ashar ini juga menyenangkan terutama karena durasinya pasti sebentar, hehe. Setelah itu, aktivitas setelahnya tentu adalah main lagi
Petak umpet kek, main kelereng kek, atau bahkan berjibaku main bola lagi. Deretan aktivitas sore ini pasti pernah juga kamu lakukan. Kegiatan bermain ini nggak bakal berhenti kecuali adzan magrib memanggil. Kalau sudah begitu biasanya anak-anak bakal lomba lari ke masjid untuk meneguk yang seger-seger.
5. Petasan atau long bambu dan nggugah saur Menghiasi Malam
Setelah magrib hal yang pasti dilakukan adalah ngumpul dan bermain lagi. Kali ini permainannya beda tentu saja. Anak-anak biasanya akan main petasan. Nggak hanya yang bunyinya keras tapi juga petasan-petasan yang meluncur ke angkasa itu. Petasan-petasan akan berhenti jika adzan isya sudah terdengar. Biasanya sih, anak-anak bakal kabur pas terawih untuk main petasan lagi.
Main petasan .
Kegiatan malam hari tentu saja nggak cuma main petasan aja, tapi juga nggugah saur. aktivitas membangunkan orang-orang sahur keliling kampung sambil klotekan. Kegiatan ini sebenarnya nggak hanya dilakukan anak-anak kecil tapi juga orang-orang dewasa. Tapi, yang paling antusias tetep bocah-bocah. Biasanya, karena ngantuk, kita sendiri nggak bangun sampai pagi.
Ah, menyenangkan sekali aktivitas di masa kecil ini. Seandainya waktu bisa diulang, ya. Setelah sebulan mengalami banyak kesenangan unik, akhirnya jack pot bagi anak-anak pun tiba. Ya, apalagi kalau bukan lebaran dan uang THR. Lengkap sudah kesenangan selama sebulan lebih. Alhasil, anak-anak pun pasti bergumam, “kenapa sih nggak tiap bulan aja puasa dan lebaran?”
Pusat onderdil dan aksesoris sepeda motor di Jogja
Bagi warga Bantul Yogyakarta dan sekitarnya nama desa kanggotan seperti sudah tidak asing lagi di telinga,
Desa yang terletak di timur stadion Sultan agung Bantul ini menjadi salah satu sentra onderdil sepeda motor di Bantul Yogyakarta, bagaimana tidak hampir semua kebutuhan onderdil dan aksesoris sepeda motor ada disini.mulai dari knalpot spion hingga spedometer motor ada disini, dari baru hingga bekas , imitasi bahkan sampai yang asli.
Pasar klithikan jejeran Pleret Bantul Yogyakarta
Sedikit sejarah tentang pasar klithikan jejeran Pleret Bantul. bermula dari seorang pedagang yang bernama Mbah Wahab, sekitar tahun 1997 saat krisis ekonomi Mbah Wahab merintis jualan onderdil motor di sekitar Pleret yang sebelumnya memang sudah berprofesi sebagai pedagang onderdil motor tapi tempat jualannya di Utara pasar Beringharjo, waktu itu kawasan jejeran belum ramai seperti sekarang ini.
Salah satu kios di pasar klithikan jejeran Pleret Bantul,saerah motor.
Seiring berjalannya waktu mulai ada satudua pedagang lainnya mengikuti Mbah Wahab ikut pulang kampung dalam berjualan onderdil motor di sekitar lokasi jejeran atau tepatnya dusun Ketonggo dan kanggotan, yang memang kebanyakan pedagang onderdil motor di pasar Beringharjo adalah warga yang berasal dari dusun sekitar kanggotan. sampai sekarang jualan onderdil sepeda motor menjadi profesi kebanyakan warga kampung kanggotan.Salah satu kios di pasar klithikan jejeran.
Hampir semua kebutuhan onderdil sepeda motor ada disini, kuncinya pandai pandai menawar pasti akan dapat harga yang terjangkau apalagi sudah kenal dengan penjualnya pasti harganya sangat murah,: kata salah satu pelanggan di pasar klithikan jejeran ini.
Makam Kotagede merupakan tempat dikebumikannya raja Mataram Islam, Danang utawijaya atau Panembahan Senopati.
Akses menuju ke sini cukup mudah, bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil, kalau yang rumahnya dekat cukup menggunakan sepeda.
Sementara untuk transportasi umum, anda bisa menggunakan bus Trans Jogja, kemudian menggunakan transportasi online lalu menuju lokasi yang jaraknya sekitar 3,3 km
Di sini dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan. Sementara itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadi wijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini.
Jika raja-raja Yogyakarta dimakamkan di Makam Raja Imogiri, tidak dengan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II). Ia dimakamkan di Makam Raja Kotagede.
Makam Kotagede juga dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan.
Tidak hanya itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini.
Kompleks makam ini dikelilingi tembok besar yang kokoh. Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu.
Kotagede merupakan salah satu wilayah di Kota Yogyakarta yang masih lekat dengan warisan bersejarah. Salah satunya adalah makam raja-raja Mataram Islam yang terletak di kawasan bersejarah di selatan Kota Yogya. Terdapat dua kompleks makam raja-raja Mataram Islam, yakni di Imogiri dan Kotagede.
Letak Makam Kotagede berada di samping Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Lokasi makam dan masjid tidak berubah sejak zaman dahulu hingga sekarang.
Hingga saat ini Masjid Gedhe Mataram masih berfungsi sebagaimana masjid lainnya. Setiap waktu salat, terlebih salat Jumat, masjid ini selalu dipadati oleh jamaah.
Dari kedua makam tersebut, makam raja di Kotagede-lah yang usianya lebih tua. Letak Makam Kotagede berada di lokasi awal Kerajaan Mataram Islam berdiri.
Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dengan ukiran yang indah dan dijaga oleh sejumlah abdi dalem berbusana adat Jawa. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam.