Tidak Dikategorikan
Onderdil motor
Lahir dan dibesarkan di sini,di sebuah kampung di daerah Bantul timur, kampung yang menurutku sangat unik. Betapa tidak, di desaku ada banyak pondok pesantren. Setiap sore pasti ada puluhan anak kecil berjilbab membawa Al -Qur’an untuk mengaji. Satu kali seminggu ada pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. Setiap ada peringatan agama, masjid dekat rumahku tak pernah absen dengan pengajian akbar. Pengajian yang dihadiri para kyai dari luar kota. Selain pondok pesantren, ada hal lain yang membuat kampungku selalu ramai. Hampir setiap siang akan datang puluhan motor dan mobil.
Mereka menuju satu tempat yang terletak tak sampai duaratus meter dari rumahku, satu tempat di tepi sungai gajah wong, di pinggir jalan, di sudut selatan kampung. Satu tempat di mana beberapa warga menawarkan berbagai dagangan spare part motor dan berbagai barang bekas dan baru.Ya,Klitikhan. Mungkin , bagi yang belum tahu dengan klithikan dan penasaran kenapa mereka tertarik dengan klitikan.Dagangan klithikan barang-barang dagangan bekas yang biasanya berupa unsur logam, onderdil kendaraan, ataupun peralatan rumah tangga dan juga elektronik seperti TV, Radio, dll.
Mereka tertarik untuk sekedar melihat-lihat barang-barang yang dijajakan, membuat orang -orang datang, namanya juga dagangan klithikan, ada saja barang-barang aneh yang dijual ,padahal menurut kebanyakan orang, itu barang sangat tidak layak jual. Misalnya Gunting Rusak dengan satu gagang hilang. Bisa jadi, gunting ini dulu pernah ngiklan di Tivi atau koran dengan tag
Gunting Istimewa, Tajam menghanyutkan. “Gagang dijual terpisah”. Mungkin cocok juga kalau dibuat sinetron, judulnya “Gagang gunting yang tertukar”.dan barang – barang aneh lainnya.
Jadi jelas bahwa barang-barang aneh tadi ternyata masih punya peminat. Tapi wajar juga , soalnya kalau dipikir-pikir, ndak mungkin juga penjual klithikan menggelar lapak barang-barang aneh kalau ndak ada segmentasi pembeli.
Lagipula tidak semua barang yang dijual oleh pedagang klithikan itu aneh-aneh , ada juga barang-barang yang punya guna lebih jelas dan gamblang seperti ,kompor, linggis, gergaji, sekop,knalpot ,ban, shock beker, dll.
Sate keong : modal dikit untung lumayan

Pagi yang mendung ini, Saya, tetangga saya : ndopok di pertigaan sawah wetan ndeso. Entah berawal darimana pagi ini saya kok tiba-tiba pingin lihat-lihat sawah, mendadak lek barek berhenti dan ngajak ndopok,lek barek bersiap-siap mbabati damen,nunggu yang punya sawah datang lengkap dengan peralatan untuk cari damen,arit dan juga tali tampar yang ditata rapi di atas jok motor honda grand kesayangannya.

Selain saya, dan tetangga ada satu orang lain yang duduk di buk gempal ini.Di sebelah saya persis, seorang lelaki setengah baya dengan badan kecil nampak ringkih dan pipinya agak kempot karena giginya ompong sehari-hari pekerjaannya mancing,lek slamet namanya,alamat rumahnya saya kurang tahu. Sedangkan di ujung, seorang perempuan pencari keong sawah(hama tanaman padi) yang sedang istirahat dengan membawa sewadah sak penuh hasil tangkapannya.
Duduk di atas motornya lek barek bercerita panjang lebar tentang perjuangan masa lalunya saat ia masih gagah.
“Biyen, golek duit gampang banget,”ujarnya mantap. “Aku biyen usaha adol kambil, aku kulakan turut ndeso,sijine mung rong ewu,njuk tak slumbati ( kelapa di kupas dengan linggis) tak dol ijen limangewu, larise ora umum…”

“Neng sar legi,sedino guwang satus kambil kecil,bayangno bati telungewu ping satus hurung sepete ( sabut kelapa ) nak yo lumayan to? .”lanjut lek barek.
Ceritanya begitu mengalir. Ia membanggakan masa mudanya yang hampir tak pernah menyusahkan keluarga karena selalu bisa mencari uang sendiri untuk biaya sekolah anaknya dan biaya hidupnya.
Mbake si pencari keong tak kalah sangar, dengan bekal sewadah keong yang ia bawa, ia menceritakan bagaimana susahnya berjibaku bertarung melawan tantangan hidup yang semakin hari semakin tak masuk akal saja.
“Gaweanku ki mung sobo sawah,turut kalen,koyo cah cilik, kekeceh,” ujarnya sambil membetulkan topinya yang mireng.
“Nggolek keong saiki akeh ora mestine…”
“Lha opo biyen ki mesti?” Sahut lek slamet yang sedari tadi cuma manggut-manggut mendengarkan cerita lek barek dengan khusuk.
“Yo podo-podo ora mestine, Pak, tapi nek biyen hasile akeh.”
“Lha genah saiki awakmu oleh sak ember kebak, kok…”
“Biyen nyeblok sawah delit wae iso oleh ngasi limang sak(lima karung), Pak…”.jawab mbak e sambil tangannya di angkat seperti orang dada-dada.
Saya kemudian menengok wadah bagor atau karung yang penuh dengan keong sawah yang ditaruh di atas galengan di samping buk kalen.
“Dino wingi aku nggowo telung sak gede, terus tak gawe sate keong,kurang luweh dadi patangatus sunduk,” katanya mbake mantap sambil sumringah.
“Wah, mantep nek ngono,” balas lek slamet.
“Iki aku nggawe dhewe,direwangi bojoku delet sak hurunge deweke mangkat mbutgawe, jam telu ko tak iderke turut angkringan, bar kui golek meneh ngasi nglembur kadang ngasi jam rolas bar kui njuk turu dilit, esuk langsung mangkat nggolek…”
“Lha,sedino mblandreng ki resike oleh piro ?.”
“Modalku ming awak waras,sedino oleh telungatus ewu.hla nek seminggu?. Ning yo awake bobrok,nandangi gawean semono okehe .”
Saya selalu takjub mendengar cerita-cerita tentang perjuangan menyambung hidup seperti ini. Selalu timbul harapan-harapan kecil, kebahagiaan, dan rasa syukur dari setiap kisah-kisah tersebut.Bayangan saya kemudian menuju empat ratus tusuk sate.Bisa dihitung empat ratus kali delapan ratus rupiah harga pertusuknya.Tiga ratus ribu rupiah lebih perhari,itupun kalau lagi perkeongan sepi,lha kalau sehari pas dapat lima karung atau lebih.
Saya kemudian merasa begitu kecil di hadapan lelaki-lelaki dan perempuan di samping saya ini. Perjuangan mereka nyata. Sedangkan perjuangan saya, terlalu kecil. Saya lelaki pemalas yang beruntung karena bisa mendapatkan uang dari bakulan online.
Mendengar cerita pagi ini tentang perjuangan hidup mereka, saya merasa betapa Tuhan sangat welas asih pada saya.
“Urip ki pancen isine mung syukur,” kata lek slamet membuyarkan perenungan saya. “Aku ki wis sepuluh tahun kerjone mung mancing, arep adang-adang koyo mbiyen wedi, yo teko disyukuri wae…”ujarnya.
“Wah,mbok jajal di tlateni meneh profesimu kui met ,kuwi jelas hasile gede…rong jam genah hasile puluhan nyuto,” timpal Barek sambil tertawa.
Saya mak jegagik kaget dan bingung dengan maksud ucapan lek barek dan lek slamet.Saya tidak mengira lek slamet yang ompong ini pernah punya penghasilan yang sangat luar biasa.
Diantara kami berempat ternyata penghasilan lek slamet dulu sangat mengagetkan dan menurut saya sangat mintilihir,Dua jam puluhan juta,mosok to?,ngalah-ngalahke penghasilan dokter wae, lalu saya spontan bertanya karena sangat penasaran.
“Hla gene hasile gede ,kerjo nggon opo mbiyen lek,” tanya saya.
“Nah, nek kowe pengin njabutke untu,cepet tur gratis meluo slamet kui,”sahut lek barek pada saya seraya mengacungkan jempol tanganya.
Dengan wajah agak memelas lek slamet kemudian menjawab pertanyaan saya.
“Untu ku entek gara-gara nemu tali tampar ,terus tak gowo bali muleh,lha tali tampare kuwi mau jebul ono sapine…eelhaa…kok aku njuk di masa. “
Kami bertiga tertawa terbahak-bahak.Biangane tenan,jebul njarak nyolong. Tak berselang lama, kemudian obrolan pagi ini bubar.






Cek rute gowes jalur tanjakan kewer ngingseng.
Jalur alternatif ke hutan pinus
Jalur ini adalah jalur alternatif dari pleret menuju mangunan.Jalan yang kami lalui ini masih termasuk jalur yang tergolong jalur sepi,dan sangat cocok untuk mengeluarkan keringat dengan bersepeda.
Untuk menuju “Hutan Pinus” melalui jalur nglingseng ini,sangat menyingkat waktu.karena tidak perlu ngalang atau memutari lewat ” bukit bego atau watu goyang. ” berangkat dari titik kumpul di kantor pos pleret,kemudian gliyak -gliyak ngontel sepeda lurus ke arah selatan mentok lalu kekiri melewati jembatan segoroyoso nanti akan ketemuPer-Tigaan (dari arah yogyakarta) lalu belok kanan menuju pucung di tandai dengan adanya pasar burung dusun pucung “Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri”keselatan ada pertigaan lagi ambil lurus. Jalur ini jarang di pakai oleh kendaraan besar seperti truk, walau jalannya beraspal tapi jalannya sempit, kalau pakai mobil harus berhati-hati ketika berpapasan dan jalanya sangat nanjak dan berkelok -kelok. Dijalur ini jalannya sepi kendaraan, jadi sangat nikmat sekali untuk rute perjalanan sepeda. Hanya sepeda motor para petani yang berlalu lalang.Setelah itu Lurusaja, sampai ketemu Per-Tigaan yang di sudut kirinya terdapat “Cakruk / Gardu Ronda”.
Setelah itu lurus aja sampai ketemu jalan yang menanjak menuju “Dusun Nglingseng, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo”. Dari jalan itu terus aja, nikmati perjalanan yang menanjakan dan pemandangan sawah teras siring dengan perbukitan yang masih hijau. Diakhir Tanjakan, nanti akan menemui Per-Empatan yang ada pos pit nglingseng.
lokasi pos pit nglingseng.
Untuk sampai post pit mbok jimah atau pos pit ngingseng muntuk ini kami harus melewati beberapa tanjakan, tapi yang paling panjang adalah tanjakan terakhir di dusun nglingseng. Setelah selesai tanjakan terakhir itu, sampailah kami diatas bukit. Dibukit ini terdapat dusun yang bernama muntuk, di dusun ini juga hutan pinus berada.
Lokasi Pos Pit Nglingseng sendiri di antara hutan Pinus Mangunan dengan Puncak Becici. Ini artinya masih ada tanjakan sedikit curam dari tempatku berhenti. Tanjakan ini berakhir ketika sudah sampai di hutan pinus. Setelahnya, jalanan menurun.
Dari angkringan mbok jimah itu nanti belok Kanan untuk menuju Hutan Pinus. Setelah belok kanan dari Perempatan itu, lurus aja kira-kira 1 Kilometer lagi sampai di Hutan Pinus. Nikmatilah Pemandangan Hutan Pinus asri.
Rute Perjalanan
Star: Lapangan kanggotan depan kelurahan pleret – kantor pos pleret – segoroyoso – Desa Wukirsari (Imogiri)-pos pit nglingseng – Desa Muntuk (Dlingo) – Hutan Pinus.
Pulang: Hutan Pinus – Desa Muntuk (Dlingo) – Bukit bego (Imogiri) – Jl. Imogiri Timur – Perempatan jejeran – Finish.
Perbedaan piston standar vs piston dom.
Piston dom atau seher jenong.

Piston itu ibaratnya jantungnya mesin motor, karena piston berperan dalam proses pembakaran mesin melalui langkah piston yang menghasilkan kompresi pada ruang bakar dengan cara memanfaatkan campuran udara dan bahan bakar. Campuran tersebut terkompresi kemudian bertemu dengan percikan api yang dihasilkan oleh busi sehingga terjadi lah letupan yang memicu pembakaran.
Pada mesin 2 tak gerakan piston hanya terdiri 2 tahap, yakni langkah naik dan langkah turun. Sedangkan pada mesin motor 4 tak membutuhkan 4 tahap untuk sekali proses pembakaran, yakni tahap pertama langkah hisap, ke-2 langkah usaha, ke-3 langkah kompresi, dan ke-4 langkah
Rasio kompresi di dalam silinder mesin menentukan seberapa besar power yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Mesin yang memiliki rasio kompresi yang besar akan menghasilkan power yang besar karena letupan pembakaran yang dihasilkan pun lebih besar.
Perbedaan tingkat rasio kompresi pada motor juga berpengaruh pada jenis bahan bakar yang digunakan nantinya. Semakin tinggi rasio kompresinya, maka semakin tinggi pula kadar oktan yang dibutuhkan pada bahan bakar yang digunkan. Apabila kadar oktan bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan rasio kompresi maka akan mesin akan cepat bermasalah. Jika bahan bakar yang digunakan beroktan rendah dan mesinnya memiliki rasio kompresi yang tinggi maka akan terjadinya detonasi. yakni bahan bakar akan terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan apinya.
Detonasi ini akan melukai piston dan juga beresiko membuat dinding liner silinder baret-baret, bahkan mesin bisa jebol.
Lalu apa itu piston jenong (HI DOME)? Piston jenong adalah piston yang memiliki permukaan atas yang jenong (doom) yang berbeda dengan piston standar yang permukaannya datar (flat). Piston yang permukaaan atasnya yang jenong(doom) diyakini mampu mendongkrak performa mesin, karena dapat meningkatkan kompresi.
Untuk produk-produk piston jenong aftermarket sudah banyak beredar di pasaran, mulai bentuknya seperti kubah (doom) , ada juga yang memiliki jenong asimetris menyesuaikan bentuk kubah ruang bakar.
Secara umum untuk meningkatkan rasio kompresi dapat menggunakan piston jenong. Namun, ada yang harus diperhatikan juga tinggi jenungnya, jangan terlalu ektrime karena kalau ketinggian bisa bertabrakan dengan busi atau klep.
Untuk mendongkrak performa mesin melalu piston selain menggunakan piston jenong juga bisa pakai cara alternatif lain. Bisa menggunakan pin piston yang lebih ringan namun kuat, tujuannya buat memperingan kinerja piston. Selain itu juga bisa menggunakan piston tipe Forget. Piston forget memiliki kekuatan material yang lebih dari piston biasa. Dan piston forget juga ringan, untuk harga biasanya lebih mahal dari piston biasa.
Sekian dulu ya, kalau ada salah kata mohon maaf.
Pasar klitikhan jejeran pleret Bantul.
Berburu Onderdil motor tua Jogja

Naik motor bergaya klasik memang punya kelas tersendiri. Apalagi untuk punya, sekarang tidaklah sulit. Banyak pabrikan menjual motor retro dalam kondisi baru.

Untuk bagi para pencinta motor klasik, membangun motor tua juga jadi hal yang asyik dilakukan. Selain bisa dinikmati hasilnya, juga dapat dipamerkan ke sesama pecinta motor.
Nilai jual motor antik akan lebih tinggi jika makin tua umurnya. Maka, pemilik motor antik harus selalu menjaga dan merawatnya.
Walau sekarang banyak motor retro produksi baru, namun rasanya tetap beda kalau memiliki motor besi dari zaman dulu. Tidak mudah memang. Pasalnya bangun motor retro butuh kesabaran lebih. Apalagi untuk mencari spare partnya.
Di samping tidak ada patokan harga, spare part motor bekas juga lebih sulit didapatkan. Sulit, tapi bukan berarti tidak bisa diperoleh.
Kalau kamu mau merestorasi atau modifikasi, bisa cari spare part motor retro atau motor klasik langsung ke bengkel. Sejumlah bengkel memiliki spesialisasi mengurus motor-motor tua.
Untuk wilayah sekitar Yogyakarta , berikut rekomendasi tempat yang bisa kamu kunjungi :
Pasar klitikhan
Pasar Klitikan Jejeran, terletak di Dusun Ketonggo sekitar-pleret-bantul kira-kira berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Pasar ini masuk dalam wilayah Desa Wonokromo yang mempunyai potensi jual beli barang bekas di Yogyakarta yang berpusat di Dusun Ketonggo, Wonokromo Pleret, Bantul.
Jalur terdekat yang dilalui untuk mencapai temat tersebut bisa dari Terminal Giwangan lalu lurus ke arah selatan sekitar 4 Km atau melalui Jalan Imogiri Timur lalu di Perempatan Jejeran belok ke arah timur sekitar 100 meter jaraknya.
Harganya pun cukup terjangkau dibandingkan dengan toko atau pasar sejenis lainnya.
Bisa juga untuk membeli lewat marketplace karena para pedagang di pasar pasar-klithikan-jejeran-Klithikan jejeran saat ini juga menjalani jual beli secara online.Sejak pandemi corona penjualan di pasar klitikhan jejeran semakin menurun. Biasanya dalam sehari bisa melayani lebih dari 20 customer, saat ini tidak lebih dari 20 customer.
Salah satu cara untuk bisa mendongkrak penjualannya yaitu dengan menjalani bisnis secara online, menggencarkan promosi melalui aplikasi Whatsapp,bukalapak,shopie.tokopedia dll. Dan berkat bisnis online yang ini, para pedagang bisa menjaring calon pembeli dari berbagai kota .selain praktis ,jangkauan pasarnya juga lebih luas.
Menurutnya, dalam kondisi yang sulit seperti ini, pedagang harus jeli memanfaatkan peluang yang ada. Kemajuan teknologi informasi bisa menjadi sarana untuk mempromosikan produk yang dijual. Selain praktis, jangkauan pasarnya juga lebih luas.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi para pedagang klitikan bisa berharap bisnis yang dijalani akan lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya.
Jl. Jejeran – Pleret
https://maps.app.goo.gl/9ps7LixHYMoT1iz46

#honda money

#honda c 50 cc

#honda c700 biru telur asin
#onderdil motor tua
Hobi merupakan salah satu obat stres yang lumayan manjur, sehari-hari bekerja bisa membuat kita pozzennng
Sobo sawah ajar buruh tani.
Petani buruh tandur

Ajakan menanam sayur demi cita-cita luhur, ketahanan pangan di kala pandemi, menarik juga rupaya. Kebetulan ada sedikit tanah nganggur di sawah dan berangkatlah aku ke sawah. Segera rumput dibersihkan kemudian cangkul diayunkan, dan ooohh ternyata berat juga ya mencangkul. Belum sampai setengah jam pergelangan tangan pegal-pegal, sementara lengan keju-keju. Tentu ini juga karena aku belum terbiasa. Tetapi bahkan untuk mereka yang terbiasa, kerja demikian sepertinya tetap bukanlah kerja yang ringan. Apalagi jika ingat seberapa hasil yang didapatkan. Belum lagi jika gagal panen, yang juga menjadi ancaman.
Dari sesorean mencangkul di sawah, aku juga belajar, melihat secara langsung kerja-kerja yang dilakukan petani, selain mencangkul seperti yang saya coba lakukan tentunya.
Sobo sawah
Di sisi selatan tempatku mencangkul, nampak mbokdhe legi sedang menaburkan pupuk urea ke tanaman padinya. Menggunakan ember yang dijinjing, mbokdhe mubeng berkeliling sawah menaburkan pupuk secara merata. Sebelum memberikan pupuk, mbokdhe terlebih dahulu mencabuti rumput yang ada di sawahnya, “matun” orang sini menyebutnya. Mengelilingi sawah membungkuk menjumputi rumput mungkin kakinya gatal -gatal karena sesekali terlihat mbokdhe menggaruk-garuk kakinya, Melihat dan membayangkannya saja aku ikut keju, hehehe.
Selesai “matun” mbokdhe legi menyulami. Menambal padi yang tidak tumbuh dengan baik dengan menanaminya dengan yang baru. Ya, tidak semua padi tumbuh dengan baik, ada daerah yang bolong-bolong dimana padi tidak tumbuh secara baik, daerah yang aliran airnya lumayan deras biasanya. Padi di tempat-tempat inilah yang perlu disulami.

Sementara di sisi yang lain ada seorang ibu, aku tak tahu namanya, tapi anaknya adalah temanku. Ia sedang “tunggu manuk” (menunggu burung), tentu istilah yang lebih pas adalah menunggu padi, tapi orang lumrah menyebutnya seperti itu. Ia berkeliling menghalau dengan suara mulutnya yang keras,jika burung yang datang hinggap di padinya,meskipun suara bengokan ibunya tadi sangat keras tetapi burung -burung emprit tersebut ngeyel seperti tidak menghiraukan.Kudu mbengok Karo disawat nggo watu baru emprit – emprit lugu itu minggat . Di sawahnya juga dipasang bambu-bambu dengan bendera plastik juga untuk menakut-nakuti burung yang mau memakan padinya. Ada masanya dahulu, alat untuk menghalau burung tak cukup hanya bendera seperti itu. Tetapi masih ditambah dengan kaleng-kaleng bekas susu. Kaleng-kaleng diisi batu, diikat dengan tali direnteng sepanjang sawah. Di salah satu ujung sawah ada gubug tempat orang berteduh, juga menunggu padinya. Orang tinggal menarik ujung tali yang berisi rentengan kaleng tadi saat banyak burung yang datang mau hinggap. Burung-burung pun terkaget dan terbang ke lain tempat.
Di sisi yang sama dengan si ibu tapi dengan jarak yang lebih jauh, nampak lek panut, ia tetanggaku, tengah membuat pinihan, tempat benih padi ditumbuhkan. Tanah dicangkul digemburkan dengan air yang lumayan. Kemudian diratakan. Itu disiapkan untuk benih padi yang hendak ditanam.

Itu tadi beberapa kerja petani yang kulihat selama seharian di sawah. Jika diurutkan maka akan demikian. Mulai dari menyiapkan tempat pembenihan, membersihkan dari rerumputan, menambal padi yang bolong, memberikan pupuk, hingga menjaganya dari burung-burung. Ada kerja-kerja semacam itu dan masih ditambah kerja-kerja lainnya di balik nasi yang kita makan setiap hari. Waktu sudah menjelang petang, aku kemudian pulang.
Karburator skep vs karburator vakum
Perbedaan Karburator Skep VS Karburator Vakum
Karburator Skep VS Karburator Vakum – Perkembangan teknologi sepeda motor bukan hanya dari teknologi karburator yang beralih ke injeksi. Karburator juga sempat beberapa kali mengalami perombakan pada struktur dan sistem tanpa mengubah fungsi dan cara kerja karburator.
Salah satunya adalah keberadaan karburator vakum. Karburator tipe vakum ini lebih sering kita temui di motor matik era karburator.
Karburator dengan tipe vakum ini merupakan perbaikan dari karburator tipe skep konvensional, dimana pada karburator tipe vakum pergerakan skep bukan berdasarkan tarikan kabel gas tapi berdasarkan kevakuman pada mesin. Baca : Motor Injeksi VS Motor Karburator, Berikut Perbedaannya
Sebagian besar beranggapan bahwa perbedaan karburator konvesional dengan karburator vakum hanya terletak pada skepnya saja. Lebih dari itu bro, masih ada beberapa bagian pada karburator vakum yang sistem kerjanya berbeda dengan karburator tipe skep konvensional, diantaranya :
1. Setelan angin (air screw) dan pilot screw (mixture screw)
Perbandingan pertama adalah dilihat dari stelan angin / air crew dan pilot screw / mixture screw
Karburator skep
Sudah bukan rahasia lagi kalau karburator konvesional memiliki baut setelan angin (air screw). Bagi yang lama berkecimpung dunia otomotif, tentu paham betul fungsi dari setelan angini ini.
Seperti yang kita tahu, Setelan angin atau airscrew berguna untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk untuk keperluan langsam /stationer.
Jika setelan angin dibuka, maka debit angin yang masuk lebih banyak sehingga campuran gas bakar yang masuk untuk keperluan langsam lebih kering, sementara jika setelan angin ditutup maka debit angin yang masuk ke ruang bakar pun lebih sedikit menyebabkan campuran gas bakar menjadi lebih basah.
Karburator vakum
Berbeda dengan karburator tipe vakum. Pada karburator vakum tidak ditemui air screw. namun digantikan oleh mixture screw atau disebut juga pilot screw.
Fungsi pilot screw bukan hanya mengatur udara saja, karena jalur pilot screw didalamnya ada jalur bypass dari lubang pilot jet juga, jadi kondisi ideal tidaknya campuran gas bakar (kering-pas-basah) didapat bukan dari perubahan bukaan pilot screw, tapi penggantian ukuran pilot air-jet pada bagian moncong karbu dan pilot jet.
Penggantian pilot jet yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi basah, sementara penggantian piot air-jet dengan yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi kering, begitu pula sebaliknya.
Pilot screw berfungsi hanya sebagai “keran” saja, entah itu campuran pas atau tidak pas (karena penggantian ukuran pilot jet dan pilot air-jet), pilot screw hanya mengatur banyak sedikitnya debit gas bakar yang masuk ke dalam silinder.
Kesimpulan perbedaan air screw dan pilot screw
Maka dari itu ditemui perbedaan dalam patokan standar setelan bukaan air screw dan pilot srew. Pada karbu tipe skep konvensional, bukaan air screw biasanya diatur antara 1 – 2 putaran.
Sementara itu pada karburator tipe vakum bukaan pilot screw biasanya dipatok antara 2,5 putaran keatas.
Sebagai mekanik, saya masih sering menemukan posisi pilot screw yang setelannya disamakan dengan karburator konvesional, sehingga motor menjadi berat saat top speed.
2. Setelan gas / stansioner / langsam
Pengaturan putaran mesin terendah yang dianjurkan saat kondisi throttle tidak dibuka biasanya diatur sistem pengatur stationer pada karburator.
Karburator skep
Pada karburator tipe skep konvensional, pengatur langsam ini membuka atau mengangkat botol skep hingga ketinggian tertentu dan mengizinkan udara tertarik dari luar ke dalam silinder.
Celah bukaan skep ini yang membuat mesin dapat hidup dan berputar pada putaran mesin tertentu, tergantung dari besar kecilnya celah diantara skep dan lubang venturi, besar kecilnya celah ini diatur oleh mekanisme pengatur langsam.
Bagaimana dengan karburator tipe vakum??
Karburator vakum
Karena naik turunnya skep diatur oleh kevakuman pada mesin, karburato tipe vakum rasanya sangat sulit untuk menerapkan cara yang sama sepertu karburator tipe konvesional.
Ketika jalur venturi tertutup oleh mekanisme katup gas, jika katup gas dalam posisi tertutup penuh maka hisapan sebesar apapun dari mesin akan terasa sia-sia, karena isapan dari mesin tersebut tidak akan sampai pada area skep.
Kesimpulan perbedaan pada stelan gas
Jika pada karburator konvesional yang diatur adalah botol skep, maka pengaturan langsam pada karburator tipe vakum mengandalkan bukaan katup gas pada lubang venturi.
Caranya dengan membuka sedikit katup sehingga isapan mesin bisa sampai pada bagian skep dan menyebabkan skep bisa terangkat dan putaran mesin naik hingga sesuai kebutuhan.
3. Sistem choke
Perbedaan ketiga dari sistem karburator skep vs karbrator vakum adalah dari sistem choke.
Karburator skep
Pada karburator tipe konvensional, tuas choke membuka jalur bypass dari pilot jet atau dari bak karbu ke venturi.
Dengan bertambahnya volume bensin yang masuk ke dalam silinder maka sistem pengapian akan lebih mudah memantik api dan menimbulkan pembakaran yang terjadi di dalam silinder saat kondisi mesin masih dingin, jika suhu mesin sudah mendekati ideal maka tuas choke bisa ditutup dan putaran mesin bisa normal lagi karena pembakaran atau ledakan kompresi dibantu pemantulan suhu di dalam silinder.
Karburator Vakum
Pada karburator tipe vakum, sistem chokenya bukan untuk menambah volume bensin, tapi mempercepat skep naik agar putaran mesin bisa naik dan mesin tidak cepat mati.
Jalur bypass yang diatur tuas choke jalurnya dari venturi menuju ke ruang vakum di bagian atas skep karburator, saat tuas choke dibuka maka isapan dari dalam silinder menarik udara yang ada di ruang vakum dan menyebabkan skep bisa terangkat meskipun katup gas masih tertutup.
Dengan itu maka putaran mesin bisa naik karena skep terbuka atau terangkat. Makanya akan jadi percuma jika saat tuas choke dibuka gas juga dibuka, mesin akan semakin sulit hidup karena skep akan terbuka lebar tapi gas bakar jadi semakin kering, sementara untuk memudahkan menghidupkan mesin saat kondisi mesin dingindibutuhkan campuran gas bakar yang basah.
Kesimpulan perbedaan pada sistem choke
Dari perbedaan sistem choke tersebut, maka kondisi dan perilaku mesin pun berbeda saat tuas choke diaktifkan. Pada karbu tipe konvensional saat tuas choke dibuka maka putaran mesin naik perlahan cenderung brebet, tapi pada karbu tipe vakum saat tuas choke dibuka putaran mesin langsung naik dan akan terus naik jika mesin sudah mulai panas, tpi jarang ditemui gejala brebet, jika sampai brebet berarti setelan pilot screw belum pas sesuai kebutuhan.
Semoga bermanfaat, brooo!!!
Menikmati pemandangan Embung imogiri
Jika ingin berolahraga atau hanya sekedar cari angin segar tanpa khawatir banyaknya kerumunan, mungkin Embung Imogiri ini bisa menjadi tempat alternatif. Waduk yang baru saja selesai dibangun ini berada di Pedukuhan Karangpulon, Kelurahan wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Pengunjung yang ingin datang tidak dipungut biaya hanya membayar uang parkir,itupun kalau ada yang jaga. Waduk yang dibangun membentuk gunungan wayang ini bertujuan untuk mengantisipasi bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Bantul.
Saat ini, di sekeliling Embung Imogiri sudah ada gasebo untuk pengunjung. Jadi pengunjung bisa sambil olahraga pagi,lari-lari atau sekedar jalan santai mengelilingi embung ini.Kalau sudah agak siang pengunjung bisa leyeh-leyel sambil menikmati kuliner di gasebo ini. Tidak hanya makanan, di Embung Imogiri juga terdapat wahana bermain seperti mobil-mobilan, melukis, odong-odong. Karena itu, lokasi ini cocok untuk piknik keluarga tanpa harus cemas jika anak-anak bosan.
Pembangunan waduk ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tujuan tanggap bencana banjir yang diakibatkan dari meluapnya Sungai Celeng. Waduk ini nantinya juga difungsikan sebagai salah satu wisata air yang baru.
Dengan keberadaaan waduk Embung Imogiri ini diharapkan dapat meminimalisir adanya luapan Sungai Celeng saat intensitas hujan tinggi. Lokasi waduk ini sangat terjangkau dan warga dapat dengan bebas memasuki area waduk dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) salah satunya adalah menggunakan masker saat memasuki area waduk dan tidak membuat kerumunan.
Download Buku pdf gratis
situs download ebook Indonesia PDF gratis novel komik format buku pdf terlengkap buku digital elektronik terbaru 2021, indonesia ebook free download Novel PDF.
Gratis tersedia lebih dari 2.500 Ebook Format PDF Buku Elektronik Bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa kamu download, mulai dari novel, komik,desain grafis, tutorial internet marketing, bisnis dan peluang usaha dan masih banyak lagi.
Tren paperless semakin populer belakangan ini. Demi menjaga kelestarian lingkungan, penggunaan kertas mulai banyak dikurangi. Bukan hanya pada saat mencetak dokumen tertentu, tetapi juga tatkala membaca buku. Sebagai solusinya, sebagian orang lebih memilih membaca ebook (buku elektronik).
Ada ebook berbayar, ada pula ebook gratis yang ditawarkan oleh pihak tertentu. Pengguna bebas mengunduh ebook gratis ini. Namun, tidak semua ebook gratis berstatus legal, ada pula yang ilegal. Mengunduh atau mengakses ebook ilegal tentu akan merugikan penulis. Nah, berikut sejumlah website pilihan yang menyediakan download ebook gratis dan legal.
Z-LIBRARY
Z-Library merupakan situs penyedia materi kuliah yang cukup komplit, meliputi semua bidang keilmuwan, seperti: Seni, Biologi, Bisnis, Kimia, Komputer, Ekonomi, Pendidikan, Geografi, Geologi, Sejarah, Matematika, Kesehatan dan Obat, Fisika, Teknologi, Teknik, Agama, Lifestyle, Bahasa, Komik dan puisi, dsb yang dikelompokkan menurut kategori.
Pihak Z-Library terus menambah jumlah koleksi buku dan artikelnya. Kini situs penyedia buku online gratis ini memiliki koleksi lebih dari 4 juta ebook dan 70 juta artikel yang dapat Anda download secara gratis. Enaknya lagi, untuk bisa mendownload, Anda tidak perlu menjadi anggota atau mendaftar terlebih dahulu. Tidak hanya itu, jika Anda seorang penulis buku juga diberi kesempatan untuk memasukkan buku Anda disini. ebook indonesia
PROJECT GUTTTENBERG
Salah satu situs penyedia ebook gratis terlengkap adalah Project Gutenberg. Ini merupakan perpustakaan online yang menyimpan lebih dari 60.000 judul buku. Untuk membacanya, kamu bisa memilih format epub gratis atau melalui Kindle. Kamu juga dapat mengunduh atau membacanya langsung secara online.
Keunikan Project Gutenberg selain kelengkapan koleksinya adalah keberadaan buku-buku literatur klasik. Buku-buku yang hak ciptanya telah expired ini disimpan untuk diakses secara online dan gratis oleh semua orang.
EBOOKLOBY.COM
Bacaan gratis juga bisa kamu dapatkan di Ebook Lobby. Tampilan situs website ini sekilas sangat sederhana dan mudah diakses. Pada bagian Home, terdapat kategori jenis buku yang tersedia, mulai dari seni dan fotografi, biografi dan memori, bisnis dan investasi, buku anak-anak, komputer, memasak, kesehatan, hukum, dan sebagainya.
Menariknya, kamu akan disuguhi informasi beserta link download 10 buku teratas saat itu. Daftar ini dapat berubah tergantung pada jumlah view yang didapatkan oleh tiap buku. Bukan hanya buku-buku fiksi aneka genre, kamu juga bisa menemukan buku nonfiksi dengan berbagai tema menarik. ebook indonesia
BOOKYARDS.COM
Nikmati juga ebooks gratis yang ditawarkan oleh Bookyards. Perpustakaan online ini menyimpan sejumlah buku yang ditulis oleh 6.709 penulis. Hingga saat ini, ada sekitar 23.959 judul buku yang tersedia di situs Bookyards. Semuanya berasal dari ratusan penerbit.
Menariknya, kamu bisa melacak buku dengan pencarian berdasarkan nama penulis. Namun, untuk mengunduh dan mendapatkan ebook, kamu hanya perlu menekan satu tombol. Selanjutnya, kamu bisa menikmati alias membaca buku dalam format PDF. Tentu pilihan ini lebih simpel jika dibandingkan dengan membawa buku fisik. ebook indonesia
EVANAZKA.COM
Jika kamu ingin membaca ebook secara gratis, pilihan lainnya yang wajib kamu coba adalah EvanAzka.com. Situs ini menyimpan ratusan Ebook PDF bisa diunduh secara gratis. Buku-buku tersebut bisa diunduh dalam format PDF .
Untuk memudahkan kamu dalam mencari, kamu dapat memanfaatkan filter seperti tahun dan bahasa. Pada kolom Search, kamu hanya perlu memasukkan kata atau frasa berupa judul, penulis, atau ISBN.
Nah, bagi kamu yang senang membaca buku, situs-situs ini wajib sering dikunjungi. Kamu dapat menambah informasi maupun pengetahuan dari pilihan buku klasik tetapi masih bermanfaat. Semakin menarik lagi jika situs tersebut juga dilengkapi dengan layanan lain, seperti artikel atau jurnal ilmiah.
Kuliner Legendaris Bakso pleret.
Bagi masyarakat pleret dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing dengan jajanan bakso yang satu ini.
Ya, Bakso pleret yang berlokasi di sebelah barat pasar pleret atau tepatnya timur kantor BRI pleret,tepat di depan toko tresno agung.
“Awal buka Warung bakso ini sejak tahun 1978,atau kira-kira sudah hampir 44 tahun.”kata pak rohmat.
“Dulu tahun 1972 saya ikut mertua jualan,di pojok timur pasar pleret ,dan mulai tahun 1978 buka sendiri di sebelum barat pasar pleret .Jaman semono urung akeh warung bakso ning kene, bahkan dari kotagede sampai pleret bisa dihitung pakai jari, ora koyo saiki saben selawe meter onok wong dodol bakso. “
Leyeh-leyeh di Mbulak Wilkel.
Mbulak wilkel Pleret Bantul
Hidup di desa itu amatlah menyegarkan. Tak hanya di pagi hari. Kadang di saat malam yang dingin ini, aku naik sepeda keliling desa tempat ku tinggal. Melewati sawah-sawah, kebon kosong dan jalanan desa. Sebenarnya aku hanya ingin mencium harum padi padi dan daun kering. Juga bau aroma Lembu. Aroma yg mengingatkanku dan menyadarkanku sebagai rakyat kecil berpendidikan rendah tapi tetap bercita-cita. Mendidik diri dan mencari makna-makna kecil disekitarku untuk diolah agar berguna. Menjadi apa saja.
Sepulangnya hatiku gembira. Langsung cuci kaki tangan dan muka. Tak lupa sikat gigi. Lalu telanjang, tak lupa perut digosok minyak kayu putih selimutan tebal trus bobok.
Maktratap…….. rokokku ketinggalan di gubuk mbulak wilkel
Lokasi mbulak_wilkel merupakan wisata baru yang diapit area persawahan. Sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang hijau. Bikin mata jadi segar.
Di sepanjang jalan yang tak terlalu lebar tersebut berdiri banyak warung. Di sana bisa memesan berbagai macam menu seperti bakso kuah, lotek, aneka gorengan, batagor, soto, aneka mie, nasi goreng dan masih banyak lagi. Selain itu juga tersedia aneka minuman untuk menghilangkan dahaga.
Mbulak Wilkel sendiri berada di Tambalan, Gn. Kelir, Pleret, Kabupaten Bantul. Kalian bisa mampir ke Mbulak Wilkel pada jam buka yaitu 05.30 – 17.30 WIB.
Lokasi Mbulak Wilkel berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Waktu tempuhnya kisaran 30 menit dengan kendaraan motor. Meski terbilang cukup blusukan, tetapi sesampainya di lokasi penat akan terbayarkan.
Trimakasih desa
*aq i Cen emboh
Mbulak wilkel
https://maps.app.goo.gl/UcXhBk9if4GALqe39Puncak sosok malam hari dari lor wilkelMbulak wilkel
Source : ig
Spare part motor Yogyakarta
Pusat onderdil dan aksesoris sepeda motor di Jogja


Bagi warga Bantul Yogyakarta dan sekitarnya nama desa kanggotan seperti sudah tidak asing lagi di telinga,
Desa yang terletak di timur stadion Sultan agung Bantul ini menjadi salah satu sentra onderdil sepeda motor di Bantul Yogyakarta, bagaimana tidak hampir semua kebutuhan onderdil dan aksesoris sepeda motor ada disini.mulai dari knalpot spion hingga spedometer motor ada disini, dari baru hingga bekas , imitasi bahkan sampai yang asli.
Pasar klithikan jejeran Pleret Bantul Yogyakarta

Sedikit sejarah tentang pasar klithikan jejeran Pleret Bantul. bermula dari seorang pedagang yang bernama Mbah Wahab, sekitar tahun 1997 saat krisis ekonomi Mbah Wahab merintis jualan onderdil motor di sekitar Pleret yang sebelumnya memang sudah berprofesi sebagai pedagang onderdil motor tapi tempat jualannya di Utara pasar Beringharjo, waktu itu kawasan jejeran belum ramai seperti sekarang ini.
Salah satu kios di pasar klithikan jejeran Pleret Bantul,saerah motor.
Seiring berjalannya waktu mulai ada satudua pedagang lainnya mengikuti Mbah Wahab ikut pulang kampung dalam berjualan onderdil motor di sekitar lokasi jejeran atau tepatnya dusun Ketonggo dan kanggotan, yang memang kebanyakan pedagang onderdil motor di pasar Beringharjo adalah warga yang berasal dari dusun sekitar kanggotan. sampai sekarang jualan onderdil sepeda motor menjadi profesi kebanyakan warga kampung kanggotan.Salah satu kios di pasar klithikan jejeran.
Hampir semua kebutuhan onderdil sepeda motor ada disini, kuncinya pandai pandai menawar pasti akan dapat harga yang terjangkau apalagi sudah kenal dengan penjualnya pasti harganya sangat murah,: kata salah satu pelanggan di pasar klithikan jejeran ini.
Klintong-klintong ke Makam raja – raja Mataram Kotagede.
Makam Kotagede merupakan tempat dikebumikannya raja Mataram Islam, Danang utawijaya atau Panembahan Senopati.
Akses menuju ke sini cukup mudah, bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil, kalau yang rumahnya dekat cukup menggunakan sepeda.
Sementara untuk transportasi umum, anda bisa menggunakan bus Trans Jogja, kemudian menggunakan transportasi online lalu menuju lokasi yang jaraknya sekitar 3,3 km
Di sini dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan. Sementara itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadi wijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini.
Jika raja-raja Yogyakarta dimakamkan di Makam Raja Imogiri, tidak dengan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II). Ia dimakamkan di Makam Raja Kotagede.
Makam Kotagede juga dikebumikan ayah Panembahan Senopati, yakni Ki Ageng Pemanangan.
Tidak hanya itu Raja Pajang, Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya juga turut dimakamkan di Makam Raja Kotagede ini.
Kompleks makam ini dikelilingi tembok besar yang kokoh. Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu.
Kotagede merupakan salah satu wilayah di Kota Yogyakarta yang masih lekat dengan warisan bersejarah. Salah satunya adalah makam raja-raja Mataram Islam yang terletak di kawasan bersejarah di selatan Kota Yogya. Terdapat dua kompleks makam raja-raja Mataram Islam, yakni di Imogiri dan Kotagede.
Letak Makam Kotagede berada di samping Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Lokasi makam dan masjid tidak berubah sejak zaman dahulu hingga sekarang.
Hingga saat ini Masjid Gedhe Mataram masih berfungsi sebagaimana masjid lainnya. Setiap waktu salat, terlebih salat Jumat, masjid ini selalu dipadati oleh jamaah.
Dari kedua makam tersebut, makam raja di Kotagede-lah yang usianya lebih tua. Letak Makam Kotagede berada di lokasi awal Kerajaan Mataram Islam berdiri.
Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dengan ukiran yang indah dan dijaga oleh sejumlah abdi dalem berbusana adat Jawa. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam.
Sepeda santai ke parangtritis
Kangdal Kanggotan medal.
Ini bukan kali pertama saya mengunjungi Parangtritis,_Kretek,_Bantul pantai yang terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul ini.wes bola bali tapi tetep kesel ,
Cek lokasi
Pantai Depok
https://maps.app.goo.gl/xqXzHJvNg5A2ppHy7
Saya bersama rombongan mulai berangkat dari Jogja sekitar pukul 05.00 pagi. Jarak yang harus kita tempuh kurang lebih 35 km dan membutuhkan waktu lebih dari satu setengah jam karena sepanjang perjalanan diselingi dengan berhenti untuk mengabadikan pemandangan indah yang kita jumpai selama perjalanan. Lalulintas pagi masih sangat cukup lengang, mungkin masih banyak orang yang belum terbangun dari mimpi indahnya. Hanya terlihat beberapa orang yang hendak pergi ke pasar dan juga pesepeda lain yang juga sedang berolahraga.
Mulai memasuki kawasan Pundong, Bantul. Udara pagi masih terasa dingin ditambah dengan kabut yang menyelimuti. Sudah lama saya tidak pernah melihat pemandangan pagi yang berkabut seperti ini.
Rute yang kita lewati terlebih dahulu adalah Pantai Depok. Didepan gardu yang ada didekat patung kendi raksasa, sampai di pantai Depok mampir dan istirahat sambil pesen makan dan minuman.
Kami memang sengaja tidak ingin berlama-lama di pantai. Mengingat kita masih harus kembali pulang dengan perjalanan yang cukup jauh. Ditambah dengan cuaca yang sangat terik dan panas.paribasane teng clekit Ng Sirah.
klik video
Refresing ke pantai Ngobaran gunung kidul
Touring ndeso KMCC kanggotan


GALLERY
KMCC KOMUNITAS MOTOR CLASIK COMUNTY.
Gunungkidul merupakan wilayah yang sangat terkenal dengan keindahan tempat wisata nya, salah satunya yaitu pantai yang tidak kalah cantiknya jika dibandingkan dengan pantai Kuta maupun Tanah Lot yang berada di Bali.

Touring Ki Yo nganggo macet barang ndaa.
Pantai Ngobaran merupakan pantai yang cukup unik, menarik dan eksotik jika dibandingkan pantai yang ada di Bali. Pada saat airnya surut terdapat banyak sekali rumput laut yang berwarna coklat ataupun hijau, rumput laut ini tumbuh di sela-sela karang yang akan terlihat seperti sawah jika dilihat dari atas. Di sela-sela karang juga terdapat puluhan jenis binatang laut, seperti bintang laut, landak laut, sampai golongan kerang-kerangan. Salah satu yang membuat Pantai Ngobaran ini berbeda karena terdapat tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan yang berdiri berdekatan.

Pantai ini memiliki hamparan pasir putih dengan air jernah dan ombak yang tidak terlalu besar.

Touring motor tua kmcc kali ini bertujuan ke pantai Ngobaran gunung kidul, melewati rute Imogiri – panggang – pantai Ngobaran.
KMCC tahun 2014

Sedikit sejarah tentang pantai Ngobaran gunung kidul Yogyakarta.
Pada jaman dulu terdapat Kerajaan Majapahit yang diserang oleh pimpinan Kerajaan Demak yaitu Raden Patah yang merupakan putra Brawijaya V. Pada saat itu Brawijaya enggan melawan putra nya sendiri, Brawijaya V pun melarikan diri sampai di Pantai Ngobaran. Karena tidak menemukan jalan keluar dari Pantai Ngobaran, dia pun melakukan ritual pembakaran diri sendiri atau yang disebut ritual moksa. Dalam upacara tersebut api yang dihasilkan membuat kobaran yang sangat besar. Maka dari itu muncul sebutan “Ngobaran”. Tetapi beberapa masyarakat setempat percaya jika Brawijaya V tidak membakar dirinya sendiri, karena yang ditemukan hanya tulang tulang anjing. Ritual tersebut dilakukan untuk mengelabui Raden Patah karena Brawijaya V tidak mau mengikuti ajaran islam. Tetapi dalam cerita lain juga disebutkan bahwa Raja Brawijaya V membakar dirinya dengan salah seorang istrinya.

Disini anda dapat mencicipi landak laut yang dikenal sebagai hidangan laut yang memiliki cita rasa yang tinggi dalan dunia kuliner internasional. Landak laut sendiri memiliki rasa yang sama dengan kombinasi tiram dan kepiting. Selain itu anda juga dapat berburu berbagai spot foto yang terbaik. Pantai Ngobaran ini dikelilingi dengan tebing dan ditambah dengan debur ombak kecang yang menghasilkan pemandangan eksotis. Anda juga dapat menuju puncak batu karang untuk mendapatkan spot foto terbaik.
Pantai ini juga digunakan untuk foto prewedding karena background nya yang sangat indah. Anda juga dapat pergi ke puncak bukit yang berada di Pantai Ngobaran ini, dari puncak bukit anda akan disuguhkan oleh pemandangan pantai yang lebih luas. Tetapi karena pantai ini juga termasuk pantai selatan, maka tidak disarankan untuk berenang.Lokasi pantai Ngobaran

Lokasi pantai Ngobaran gunung kidul Yogyakarta
Pantai Ngobaran
https://maps.app.goo.gl/i3VucSgab4q2xpjA7

Kanggotan
https://maps.app.goo.gl/MU4oE1kpgS3HwqfQ7Poto-poto dulu ndaa..
https://langgarijo.data.blog/2022/01/12/sepeda-santai-ke-parangtritis/
Mencoba rute sepeda ke goa jepang pundong.

Goa Jepang Pundong Bantul

Goa Jepang Pundong Jogja
Dusun Ngreco dan Poyahan, Desa Seloharjo
Belajar sejarah langsung dari sumbernya. Goa Jepang Pundong ini terletak di dusun Ngreco dan Poyahan di Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Sebelum sampai di tanah Jawa, awalnya bangsa Jepang mendarat di Balikpapan pada tahun 1942. Lalu, ke Martapura dan Palembang. Bangsa Jepang yang membawa semboyan 3 A yaitu Jepang Pemimpin Asia, Jepang Penguasa Asia serta Jepang Cahaya Asia, ini juga memperluas wilayah jajahannya di pulau Jawa. Tepatnya pada 1 Maret 1942 penjajah Jepang mendarat di daerah Eretan, Indramayu, Jawa Barat. Sedangkan kota Yogyakarta sendiri mulai dikuasai Jepang pada 5 Maret 1942.
Pendudukan Jepang ini menimbulkan beberapa konsekuensi. Salah satunya munculnya beberapa kantong-kantong pertahanan yang ada di sejumlah lokasi. Semisal, di sekitar daerah Kaliurang, Parangtritis, serta lapangan terbang Maguwo dan sekitarnya.

Gua Jepang yang berdiri di sejumlah lokasi memiliki berbagai peran. Seperti yang ada di daerah Pundong. Konon, gua Jepang ini digunakan untuk menghalau tentara sekutu yang masuk melalui Samudera Hindia. Ada 18 gua yang tersebar di wilayah seluas 12 hektar ini. Setiap gua berbahan dasar beton bertulang dengan pintu yang terbuat dari kayu. Ukurannya sekitar 150 cm x 150 cm. Sedangkan ketebalan dinding betonnya antara 30 – 60 cm. Setiap gua memiliki lubang di bagian atasnya. Jumlahnya bervariasi, antara 1 sampai 4. Selain berfungsi sebagai saluran udara, lubang-lubang itu juga berguna bagi penjajah Jepang untuk mengintai musuh.
Ada juga gua yang diperkirakan digunakan untuk mengintai dan menembak musuh menggunakan senjata berat seperti meriam. Jumlahnya 1 buah dan terletak di pinggir pantai. Sedangkan gua yang diperuntukkan mengawasi gerak-gerik musuh serta melakukan penyerbuan menggunakan senapan ringan letaknya di bukit dan menghadap lembah. Jumlahnya 6 buah.
Sedangkan guna akomodasi dan kepentingan logistik pasukan berjumlah 4 buah dan terletak di sebelah lapangan upacara. Gua-gua lainnya yang dimanfaatkan sebagai bunker pasukan dan penyimpanan amunisi ada 8 buah dan dibangun di pegunungan.

Gua-gua tersebut dibagi menjadi beberapa jenis. Gua yang memiliki 1 dan 4 lubang pengintaian. Serta gua yang memiliki 1 atau 2 buah pintu. Meskipun terpisah, baik gua di pegunungan dan di pesisir memiliki tujuan yang sama yaitu menghalau tentara sekutu. Antara satu gua dan lainnya dihubungkan jalan berparit atau disebut juga “jalan tikus”.
Gua menjadi strategi mengamankan wilayah. Penjajah Jepang berusaha mati-matian agar sekutu tidak masuk dan menduduki daerah jajahan mereka. Pembangunan gua di gunung dan di pesisir dilakukan untuk menghadang musuh yang mungkin mendarat dan masuk lewat jalur di sepanjang laut selatan.

Pemandangannya keren. Selain bisa belajar sejarah, pengunjung akan menikmati pemandangan garis pantai selatan dari atas bukit yang memiliki ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut.

Gratis. Untuk menikmati kawasan-goa-jepang pengunjung cukup mengisi buku tamu di pos penjagaan.
Kapan sebaiknya ke sana?
Sebaiknya pengunjung ke sana sebelum pukul tiga sore karena tidak terlalu terik serta tidak terlalu lama menunggu untuk menikmati matahari tenggelam dari atas bukit.
Jam Buka
Setiap hari pukul 7.00 – 17.00.
Fasilitas
Toilet
Warung Makan
Parkir
Gazebo
Spot-spot Foto
Berapa biayanya?
Tiket seharga Rp 3000
Parkir Rp 2000 untuk motor, Rp 5000 untuk mobil. (Update November 2019)
Bagaimana caranya ke sana?
Dari perempatan ring road selatan jalan Parangtritis
Jarak dari ring road ke goa Jepang sekitar 20 kilometer. Waktu perjalanan diperkirakan sekitar 20 menit. Dari jalan Parangtritis terus ke selatan sampai melewati perempatan Tulasan ( Tulasan – Jalan Paker Pundong – Jalan Parangtritis)
Dari perempatan itu terus ke selatan sampai melewati jembatan yang membentang di atas sungai Opak.
Kira-kira 100 meter setelah jembatan ada papan petunjuk dimana goa Jepang belok kiri (timur) sedangkan pantai Parangtritis lurus terus (ke selatan).
Sesuai papan petunjuk, belok ke kiri (timur) melewati jalan Kretek Siluk.
Kira-kira 1 kilometer ada pertigaan. Dari pertigaan itu belok ke kanan (barat).
Lalu gunakan GPS atau gunakan penduduk sekitar untuk bertanya lokasi.
Ada informasi lainnya?

Gallery
Papan penunjuk arah gua sesuai nomornya
Pintu masuk gua yang tingginya kurang dari dua meter
Lubang udara yang berfungsi sebagai ventilasi dan sarana mengintai
Ruang bagian dalam gua Jepang
Gua yang berfungsi untuk mempertahankan wilayah kekuasaan penjajah Jepang
Gua yang baru dipugar dan dalam proses penyelesaian
Gua terbesar tersembunyi di balik pepohonan
Saat ini gua Jepang sudah menjadi benda Cagar Budaya
Bentuk lubang di atas gua
menara diatas gua yang berfungsi untuk mengintai musuh dari atas bukit
Menikmati garis pantai selatan dari atas bukit
Dari ketinggian di atas 500 meter dpl menikmati hamparan sawah
Direktori
Obyek Wisata
Wisata Kuliner




Rute sepeda ke Tebing Breksi dan Candi ijo.

Candi ijo dan tebing breksi

Perjalanan terbaik kadang adalah yang tidak direncanakan sama sekali. Saya pikir begitu. Pun dengan gowes saya di Jogja jumat lalu. Saya berkesempatan gowes bersepeda menyusuri candi-candi jogja hingga ke tebing breksi.
Petualangan susur candi dimulai dari candi Sambisari ini
Petualangan susur candi dimulai dari candi Sambisari ini
Puas melihat-lihat candi Sambisari, terpikir untuk cari jalan pintas menuju ke candi Prambanan. Karena Candi Sambisari dan candi Prambanan sama-sama berada di utara jalan solo. Saya pikir kalau mblusukan dari candi Sambisari melewati kampung-kampung penduduk nanti pasti akan sampai di candi Prambanan juga. Akhirnya saya bulatkanlah tekad mblusukan di sini. Mumpung sepedanya mendukung.
Dari candi Sambisari saya balik arah lagi ke selatan. Lalu di perempatan kampung pertama yang saya temui saya belok ke kiri. Dari sini prinsip gowes saya adalah harus terus lurus ke arah timur jangan ambil yang belokan ke kiri mestinya nanti akan ketemu Candi Prambanan. Gowesan pagi itu nikmat sekali. Jalanan kampung yang telah teraspal membuat gowesan jadi ringan. Kanan kiri masih persawahan dan diselang-selingi oleh rumah-rumah penduduk. Sampai suatu saat saya tiba dekat sebuah selokan air yang berada di sebuh percabangan dan ada bapak-bapak yang sedang asyik mancing. Saya konfirmasi kembali arah ke Candi Prambanan kepada si bapak yang dengan ramahnya lalu memberitahu untuk terus mengikuti selokan mataraman nanti akan bertemu jalan Solo. Ambil yang arah ke timur 3km kemudian bisa ketemu Candi Prambanan. Wah ternyata saya sudah berada di sisi selokan Mataram yang terkenal di jogja itu.
Asyik ternyata gowes di sepanjang selokan mataram. Nun di sisi selatan ada terlihat sebuah batu berpundak seperti candi. Saya bertanya dalam hati candi apa ya itu? Gak mungkin lah itu candi Prambanan yang seharusnya masih ada di sebelah timurnya lagi. Sebenarnya ingin ke sana tapi terikat rencana awal ke tebing Breksi melalui candi Prambanan akhirnya saya abaikan keinginan mendekati candi tersebut.
Terus saja gowes menyusuri selokan mataram. Kanan kirinya persawahan padi yang sudah tinggi menghijau. Setelah cukup lama menyusuri selokan Mataram akhirnya saya bertemu dengan jalan raya Solo. Gowes arah ke timur di sepanjang jalan Solo yang ramai pagi itu harus hati-hati. Gak banyak rombongan pesepeda yang saya temui. Akhirnya saya melihat papan petunjuk arah candi Prambanan dan panggung Ramayana di sebelah kiri. Saya belokkan sepeda saya ke sana. Tak lama di sebelah kanan saya sudah terlihat Candi Prambanan yang tinggi menjulang. Benar-benar monumen masa lalu yang Indah. Terletak di dataran yang luas kehijauan dengan sekitarnya yang masih banyak persawahan dan rumah penduduk tanpa bangunan-bangunan tinggi membuat Prambanan terlihat menjulang anggun menyeruak diantara pepohonan peneduh jalan. Makin saya percepat gowesan kali itu untuk menemukan gerbang pengunjung.
Akhirnya saya tiba di gerbang pengunjung. Sepertinya gerbang ini diperuntukkan untuk pengunjung sendratari Ramayana. Terlihat dari tata letak lampu sorot dan sebuah pelataran luas yang saya tebak itu pasti untuk pementasan Ramayana. Tapi dari posisi saya di situ, candi Prambanan sudah terlihat tinggi kok. Spot yang baik untuk swafoto nih. Buat bukti lagi kalau saya sudah gowes hingga Prambanan.
Candi Prambanan di latar belakang
Candi Prambanan di latar belakang
Selesai menikmati keanggunan Candi Prambanan. Saya lanjutkan gowes hingga tujuan awal saya tebing Breksi. Saya balik arah lagi ke jalan Solo. Dekat situ ada lampu merah yang kalau dari google map seharusnya itu adalah persimpangan prambanan ke arah piyungan. Dari google map saya diminta belok kanan ke arah piyungan untuk mecapai tebing Breksi.
Di kiri jalan saya bisa melihat adanya bukit kecil dan tebing sepanjang perjalanan saya. Saya pikir mestinya tebing Breksi sudah dekat ini, sok tahu ya..ternyata saya memang sok tahu . Saya masih belum menemukan Tebing Breksi! Hingga akhirnya saya melihat plang petunjuk ke Tebing Breksi. Semangat kembali menggelora kala mengetahui tujuan sudah dekat. Tapi tuiiing..saya tertegun melihat jalan di depan berupa tanjakan curam. Saya lihat setelah tanjakan pertama kendaraan diatas terlihat berjalan mendatar lalu nanjak lagi hingga ujung tanjakan di atasnya. Saya lihat dari atas banyak anak-anak sekolah berjalan kaki turun ke bawah nampaknya baru selesai olahraga bersama atau hiking. Banyak juga anak-anak yang berjalan turun sambil bercengkrama dengan riangnya. Masa sekolah memang masa-masa yang indah.
Tekad sudah bulat pantang untuk mundur. Gowesannya sudah sampai disini masak lihat tanjakan terus puter balik. Akhirnya gowes lanjut pelan-pelan saja. Gear sepeda saya pindahkan yang paling kecil. Tapi tetap saja nafas saya gak bisa dibohongi. Kerap berhenti untuk mengatur nafas, mengistirahatkan dengkul ini yang kepanasan. Gowes lagi pelan-pelan istirahat lagi yang lama, gowes lagi pelan-pelan..hadeuh. Begini nih kalau gowes sendirian. Capek ditanggung sendirian. Gak ada yang menyemangati..apalagi mijetin paha yang keram. Widih ngeri banget kalau sendirian di tanjakan ini paha saya kram. Semangat terus pelan-pelan saya gowes putus nyambung- putus nyambung di tingkahi oleh sorakan anak-anak sekolah di pinggir jalan menyemangati saya membuat siksaan tanjakan ini agak terobati. Hingga akhirnya saya melihat belokan masuk ke tebing Breksi di sebelah kiri..horeee akhirnya 1.5 km tanjakan itu bisa saya lewati dengan waktu satu jam. Memalukan dunia perdengkulan ini .

Tanjakannya uedann
Tanjakannya uedann
Istirahat sebentar sebelum masuk ke lokasi tebing Breksi. Lalu saya gowes ke dalam. Melewati loket karcis. Ternyata sepeda saya gak di stop dan dimintai retribusi alias gratis. Terima kasih ya pak. Segala siksa nestapa saat gowes nanjak di sini terbayar lunas saat tiba di sini. Gak kebayang deh kalau pesepeda masih dikenakan tarif masuk. Bisa pada banting sepeda tuh kita…
Tebing breksi.

Sepeda bisa leyeh-leyeh setelah disiksa ditanjakannya
Sepeda bisa leyeh-leyeh setelah disiksa ditanjakannya tebing-breksi-yogyakarta memang terlihat menakjubkan. Bayangkan jika bukit dihadapan anda terpotong oleh cangkul raksasa yang sangat tajam. Irisannya akan membuka lapisan batuan yang berada di bawah permukaan tanah. Konon lapisan batuannya terbentuk sedari jutaan tahun yang lampau. Untuk menarik lebih banyak pengunjung. Tebing Breksinya sudah dipercantik dengan tiang-tiang berornamen di sisi atas tebing. Dan ada arena pertunjukan di sisi tebing dengan tempat duduk panjang melingkari arena yang berada lebih rendah dari posisi penonton. Jika di lihat dari atas, mirip sekali dengan arena teatrikal gladiator romawi kuno yang sering terlihat di film – film Hollywood. Di sebelah atas lagi berdekatan dengan area parkir roda empat disediakan tempat istirahat yang diberi atap untuk berteduh dari sengatan mentari yang bener-bener panas di lokasi ini. Plus dengan warung penjual makanan dan minumannya. Dan jangan khawatir buat pengunjung goweser di sana juga sudah di bangun tempat memarkirkan sepeda juga yang terpisah dari parkiran kendaraan bermotor. Keren yak lokasi wisata juga menyokong gerakan hidup sehat para goweser maniak nanjak di jogja.Candi ijo pagi hari.

Dari tebing Breksi sudah hampir pukul sebelas siang. Balik ke arah kota otomatis sepeda tidak perlu dikayuh. Tinggal ikut gravitasi saja. Ternyata gowes di turunan ekstrem bukan berarti segalanya jadi enak. Turunan curam beraspal bagus ternyata bisa membuat kecepatan bisa mencapai 80 km/jam. Luar biasa, terpaksa tetap harus waspada pada kendaraan yang melintas dari depan kita dengan jari yang tak pernah lepas dari tuas rem. Satu jam dipakai buat nanjak turunnya hanya butuh lima menit. Ckckck. Kok.ya ada yang suka menyia-nyiakan waktunya dengan gowes nanjak.Candi ijo full kabut.


Source:
https://www.instagram.com/explore/locations/305329349933320/tebing-breksi-yogyakarta/Candi ijo dari dekat
Tanjakan BNI,cempluk dan watu lawang Bantul

Rute sepeda ke Bukit Klangon merapi
Bukit Klangon merapi

Menyaksikan Dekatnya Merapi dari Klangon
Klangon, sebuah daerah di kaki gunung Merapi yang sangat terkenal bagi goweser menuruni bukit. Spot ini dapat dicari dengan kata kunci “Bukit Klangon
https://maps.app.goo.gl/pNgbreLqU831QvyAA ” di Google Maps. Pesona utamanya adalah penampakan kubah Merapi yang dekat sekali, sangat gagah. Jalur menuju Klangon sangat simple, sangat menyenangkan, sebuah kombinasi yang sempurna: rindang, udara segar, aspal mulus. Rute sangat rindang, begitu banyak pepohonan yang teduh sepanjang perjalanan. Semakin naik, pemandangan Merapi semakin dekat, udara semakin dingin, semakin menyemagati untuk terus naik. Mayoritas kondisi jalan mulus, hanya sedikit jalan cor ketika menjelang puncak, tapi masih bisa dilalui roadbike maupun MTB.


Paling mudah menuju Klangon adalah dari jalur monumen selamat datang Prambanan tinggal belok ke arah Utara teruss saja, tiada berkelok. Alternatif lainnya adalah mulai dari persimpangan Lotte Mart Maguwoharjo (dulu bernama MAKRO) . Dari arah mana pun, nantinya akan sampai di persimpangan Manisrenggo . Inilah persimpangan dimana tanjakan dimulai.

Jarak dari Manisrenggo ke puncak Klangon adalah 14 km, terbagi menjadi dua segmen tanjakan. Segmen pertama masih relatif ringan, menanjak sepanjang 11 km dengan rerata profil kemiringan 6%. Di tengah perjalanan segmen ini akan melewati Pasar Butuh, dapat mampir istirahat menikmati durian setempat jika sedang musimnya. Sesudah melewati gapura Kampung Quran Merapi, inilah segmen kedua yang merupakan tantangan yang sesungguhnya, hanya menanjak 2,3 km saja namun rerata profil kemiringannya langsung menjadi 10%. Jalan menanjak berkelok-kelok tapi masih ada datarnya, bisa untuk istirahat. Tanjakannya tidak panjang dan tidak terlalu curam, relatif masih bisa dilalui tanpa “njengkang”. Karena rute populer untuk menurun, di sepanjang perjalanan relatif banyak warung untuk mengisi perbekalan sembari istirahat.

Saat kembali ke arah kota, hati-hati ketika turun hingga gapura Kampung Merapi karena cukup banyak jalan aspal berpasir. Sesudahnya, turunan relatif masih bersahabat bagi pengguna roadbike, dapet menikmati turunan panjang lurus tanpa tangan pegal ngerem. Tidak hanya saat berhasil sampai di puncak, namun menjalani turunan panjang ini adalah salah satu hadiah kebahagiaan rute ini. Jangan heran kalau rute ini bikin kangen berat, walaupun tantangan tanjakan relatif berat tapi selalu ingin balik lagi .

Source:


Gowes ke bukit paralayang watu gupit pantai parangtritis.

Bukit paralayang pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta

Watu gupit

Salah satu panorama alam di Kota Jogja yang sangat memikat hati para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara adalah keindahan pantainya. Kota yang dijuluki kota pariwisata ini menyimpan sejuta keindahan surga tersembunyi di pesisir pantai selatan. Tak heran jika destinasi wisata pantai menjadi salah satu destinasi favorit dan paling banyak dikunjungi ketika hari libur tiba.
Pantai Parangtritis menjadi salah satu tempat wisata yang pamor keindahannya sudah sampai di tingkat internasional. Pantai yang memiliki hamparan pasir hitam yang sangat luas ini menjadi salah satu spot favorit apalagi ketika senja tiba. Keindahan pantai ini pun tidak hanya bisa dinikmati dari dekat bibir pantai namun ada salah satu spot yang sangat hits untuk menikmati keindahan pantai tersebut, yaitu Bukit Paralayang.
Panorama Bukit Paralayang Watugupit

Bukit ini dinamakan Bukit Paralayang karena menjadi salah satu spot penerjun paralayang menunjukkan aksinya hingga mendarat di dataran pantai Parangtritis. Para wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan pemandangan sunset ketika senja tiba tanpa halangan apapun di ufuk barat. Guratan warna-warni langit yang mempesona pun tak ayal membuat takjub siapapun yang melihatnya

Daya tarik .bukit-paralayang-parangtritis ini juga tidak lepas dari aktivitas seru dan memacu adrenalin yang biasanya dilakukan di sini yaitu olahraga paralayang. Para atlet paralayang dapat menikmati keindahan pantai Parangtritis dari ketinggian selama kurang lebih 30 menit hingga akhirnya mendarat di landasan yang terletak di antara Pantai Parangkusumo dan Pantai Depok. Warga Jogja khususnya Bantul sudah sepatutnya berbangga memiliki spot wisata seperti ini karena tempat ini pernah dijadikan lokasi event bertaraf nasional pada tahun 2014 lalu yaitu Jogja Air Show.

Selain itu, di lokasi ini para pengunjung akan menemukan peninggalan bersejarah seperti Sendang Beji, Candi Gembirowati, dan Pasanggrahan Gembirowati. Sehingga selain menikmati keindahan alam dari atas sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus, pengunjung bisa sekaligus melihat dan belajar tentang peninggalan bersejarah.
Fasilitas yang Tersedia di Bukit Paralayang

Bagi para pecinta senja, tempat wisata ini menjadi pilihan yang sangat tepat untuk menikmati keindahan momen ketika matahari terbenam dan menghilang di garis pantai. Para wisatawan pun tak perlu khawatir karena disini sudah disediakan beberapa fasilitas agar para pengunjung merasa nyaman, di antaranya:
- Meja dan kursi dari kayu untuk tempat duduk wisatawan agar celananya tidak kotor
- Warung makan untuk melepas lapar dan dahaga
- Spot foto menarik
- Toilet dan Mushola yang berada di kawasan Pantai Parangtritis.
Rute Menuju Lokasi Wisata
Lokasi Bukit Paralayang ini berada di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta yang bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dari pusat Kota Jogja. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari Pantai Parangtritis tepatnya 3 km dari pantai dan 30 km dari pusat Kota Jogja. Sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi jika ingin ke sini baik menggunakan milik sendiri atau menggunakan jasa sewa mobil murahatau sewa motor.LIHAT GOOGLE MAP

Rute yang harus dilewati untuk bisa sampai di lokasi wisata ini adalah dari pusat Kota Jogja – lurus terus melewati Jalan Parangtritis – berhenti di TPR lalu lurus terus sampai di pintu masuk Pantai Parangtritis – tetap lurus pada jalan menanjak menuju bukit paralayang hingga menemukan pertigaan – belok kanan – lurus ikuti jalan dan tepat berada di sebelah kanan para pengunjung sudah bisa melihat Bukit Paralayang tersebut.
Harga Tiket Masuk Bukit Paralayang
Bukit paralayang sore hari
Source ig:bukit-paralayang-parangtritis
https://www.instagram.com/explore/locations/1020397154/bukit-paralayang-parangtritis/?hl=id
Para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu khawatir harus mengeluarkan ongkos yang mahal. Para pengunjung yang datang tidak dikenakan tarif sama sekali alias gratis dan cukup membayar biaya parkir motor Rp 2.000,00 dan mobil Rp 5.000,00. Akan tetapi pengunjung harus menyiapkan uang Rp 7.000,00 untuk memasuki TPR pantai Parangtritis.
Berbeda ceritanya jika ingin mencoba paralayang dan terbang di atas pantai Parangtritis ini karena para wisatawan harus merogoh kocek yang lebih banyak. Biaya sewa paralayang termasuk pemandunya dikenakan tarif RP 300.000,00 – Rp 350.000,00 per orang.
Bukit yang memiliki nama lain Bukit Parang Endog atau Bukit Paralayang Watugupit ini akan memanjakan para wisatawan yang datang dengan keindahan dan eksotisme view pantai dari ketinggian.



Kebun Buah Mangunan dan Negri di atas awan

Negri diatas awan

GEO forest watu payung turunan
Yogyakarta memiliki beberapa tempat wisata yang sering disebut sebagai negri di atas awan.pasalya wisatawan bisa merasakan seperti benar -benar berada di atas awan ketika berkunjung ke sana.
Tempat-tempat berikut di ketinggian dan mampu menyuguhkan pemandangan indah alam Yogyakarta lengkap dengan kabut tipis yang terlihat menyerupai awan.


Kebun buah Mangunan



Bukit panguk Mangunan


Foto : nur
Baca juga :
Gowes santai ke goa kiskendo kulon Progo

Kebun buah Mangunan
Mangunan.
.
tersebutlah Watu Simangu, nama batu ini terkait dengan kisah perjalanan Sultan Agung Hanyakrakusuma saat mencari lokasi makam untuk dirinya dan keturunannya.
.
Sultan Agung sampai pada suatu tempat, kemudian duduk di atas batu sambil termenung penuh keraguan, yg dalam bahasa Jawa disebutkan sebagai mangu-mangu.
.
Saat mangu-mangunya itu Sultan Agung merasa mendapatkan firasat bahwa ia harus melanjutkan perjalanan ke arah timur laut & masuk ke hutan belantara, hingga menemukan lokasi makam yg cocok (kelak disebut Pajimatan atau Makam Imogiri).
.
Berdasarkan peristiwa itulah, batu tempat duduk Sultan Agung tsb dinamakan Watu Simangu, dan menjadi asal mula penamaan Pedukuhan Mangunan.
.
Lokasi Watu Simangu berada pada sebuah kebun di belakang bangunan SD Mangunan.
.
Tahun 90an pemerintah memulai program penanganan lahan kritis melalui konservasi, salah satu yang menjadi sasaran adalah Daerah Istimewa Yogyakarta , termasuk Kab. Bantul.
.
Mulailah proses penanaman berbagai jenis tanaman keras di wilayah Mangunan, termasuk tanaman buah2an.
.
Kebun Buah Mangunan.
.
Awal mulanya Kebun Buah Mangunan ini adalah hutan berantara dengan
lahan marjinal atau lahan tandus. Pemerintah daerah ada kenginan untuk
membuka kebun buah di Bantul. Pemerintah mengajukan tempat ini untuk
dijadikan kebun buah, agar Mangunan lebih rame dengan memanfaatkan lahan
tandus tadi, dan kesejahteraan masyarakat melimpah.
.
Kebun buah ini berlokasi di
Desa Mangunan, Kec Dlingo Kab Bantul, dengan luas 23,4 hektar.
.
Pada tahun 2003 akhir, Pemerintah daerah Bantul menyetujui
tempat ini untuk di jadikan kebun buah. Pemerintah Bantul merekomendasikan ke
dinas pertanian untuk mengolah kebun buah ini. Kebun Buah Mangunan ini
adalah milik Pemerintah Bantul dengan naungan di bawah Dinas Pertanian.
.
Hutan belantara tadi lalu dibuka menjadi
lahan. Lalu dibuat lah lobang2 atau media tanam. Pada tahun 2004-2005
dilakukan penanaman bibit tanaman yang disediakan oleh Dinas Pertanian. Pada
tahun 2008 – 2009, bibit tanaman yang telah ditanam akhirnya berbuah. Dan dari tahun 2010 mulailah Mangunan dan sekitarnya berkembang menjadi objek wisata alam di DIY.
.



source : Tembi dot net.
Watu goyang
Gowes ke tanjakan BNI,cempluk dan watu lawang

Tanjakan BNI,cempluk dan watu lawang Bantul

Watu Lawang Mangunan atau Dlingo merupakan daya tarik wisata alam dan perbukitan di daerah Mangunan Bantul selain Puncak Bukit Mangunan di dalam kawasan kebun-buah-mangunan. Bukit ini Keberadaannya belum lama dikembangkan menjadi obyek wisata bersama dengan pengembangan kawasan desa wisata Mangunan. Bukit ini terlihat jelas dari Desa Wisata Kedungmiri dengan bentuk puncak bukit yang terbelah seperti pintu atau lawang dalam bahasa Jawa.

Wisata watulawangmangunan(Watulawang) terletak di desa Mangunan, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Pos Retribusi Wisata Alam Watu Lawang Dlingo Bantul
Lokasi wisata alam Watu Lawang.
Lokasi Wisata Alam Watu Lawang berada di kawasan perbukitan Dlingo Bantul yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Imogiri. Letak obyek wisata ini berada disebelah barat dari Bukit Mangunan atau lebih tepatnya disebelah barat Tebing Watu Adeg yang belum lama ini dikembangkan menjadi obyek wisata. Tebing atau Bukit Watu Lawang sebenarnya sudah lama dikenal sebagai latar pemandangan area persawahan di Desa Wisata Kedung Miri yang terkenal dengan wisata Jembatan Gantung Imogirinya. Sehingga tidak heran bila sebagian orang yang tinggal di sekitar Bantul sudah mengenal nama tempat ini.
Tangga Turun Menuju Tebing Watu Lawang Dlingo Bantul

Rute menuju ke tempat wisata alam Watu Lawang.
Rute menuju Wisata Alam Watu Lawang Mangunan hampir sama dengan rute menuju Kebun Buah Mangunan. Bedanya sebelum simpangan menuju Hutan Pinus Mangunan atau simpangan sebelum Sendang Mangunan ada pertigaan kecil ke arah pemukiman penduduk. Pilihlah jalan ke arah kanan tersebut dan ikutilah petunjuk arah menuju Wisata Alam Watu Lawang hingga tiba di lokasi. Kondisi jalan sebagian masih berupa jalan tanah bercampur batu namun sudah dapat dilalui kendaraan beroda empat. Untuk kendaraan roda empat hanya dapat diparkir di area parkir yang berada dekat dengan pos penarikan retribusi pengelolaan wisata. Sedangkan kendaraan beroda dua dapat diparkir di dekat tangga turun menuju lokasi Tebing Watu Lawang. Jarak antara kedua area parkir motor dengan parkir mobil sejauh 200 meter. Bila pengunjung merasa kesulitan untuk berjalan disediakan ojek motor dari area parkir mobil menuju ke area parkir motor dan anak tangga menuju Tebing Watu Lawang.

Pengunjung yang akan menuju ke Tebing Watu Lawang Dlingo harus berjalan menuruni anak tangga terlebih dahulu kemudian menyusuri jalan setapak hingga tepian tebing. Anak tangga turun sudah dibangun secara permanen sehingga tidak menyulitkan pengunjung berjalan menuruni anak tangga. Pada sebuah area yang landai berdiri beberapa warung penjaja makanan dan minuman untuk wisatawan. Namun keberadaannya belum tertata dengan baik dan terkesan kumuh. Semoga kedepannya warung-warung di dalam kawasan wisata ini ditata dengan baik. Untuk menuju area Tebing Watu Lawang hanya tinggal berjalan melewati bongkahan batu besar untuk tiba di lokasi. Kawasan Tebing Watu Lawang ditandai dengan sebuah jembatan bambu yang mengarah ke tepi jurang. Jembatan bambu inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan oleh wisata alam ini.

Watu Lawang sebenarnya adalah puncak bukit yang terlihat dari area persawahan dusun Kedungmiri Imogiri. Bukit atau tebing ini konon merupakan gunung atau bukit purba yang terbentuk ketika proses pembentukan aliran Sungai Oyo atau Oya. Bukit ini tersusun dari bongkahan batu purba yang mirip seperti batuan Gunung Api Purba Nglanggeran. Puncak bukit tampak terbelah dua dengan dua ujung lancip dan sebagian tebing dipenuhi oleh rerimbunan pohon serta semak. Bukit ini tidak dapat didaki dari dasar bukit yang berada di dusun Kedungmiri karena kemiringan tebing yang tajam dan terjam. Saat ini akses menuju Puncak Tebing Watu Lawang hanya bisa ditempuh dari area pemukiman desa Mangunan.
Nama Bukit atau Tebing Watu Lawang ini memiliki kemiripan atau kesamaan nama dengan daerah lain yang menggunakan nama yang sama yaitu “watulawang” seperti Pantai Goa Watulawang di Gunungkidul. Kemiripan nama tersebut sepertinya tidak disengaja karena mungkin memiliki makna yang hampir sama yaitu sebagai “pintu” atau “lawang” dalam bahasa Jawa. Ada yang bilang bahwa nama Watulawang sebagai dipercaya sebagai pintu masuk ke dunia gaib. Namun belum diketahui apakah ada mitos atau cerita turun menurun mengenai bukit ini.
Peristiwa matahari terbit atau sunrise di Tebing Watu Lawang tidak terlihat karena posisi tebing ini menghadap ke arah selatan dan di sebelah timur terhalang bukit lain yaitu Bukit Watu Adeg dan Bukit Mangunan. Namun pengunjung tidak akan dibuat kecewa karena akan disuguhkan pemandangan aliran sungai oyo dari atas bukit sama seperti di puncak Bukit Mangunan dan kabut pagi yang memenuhi lembah disekitar sungai. Selain itu suasana kawasan yang wisata yang teduh dan dipenuhi rerimbunan pohon yang lebat membuat pengunjung betah bersantai di tempat ini. Secara keseluruhan Wisata Alam Watu Lawang dapat menjadi alternatif pilihan wisata perbukitan selain Bukit Mangunan dan Bukit Panguk Kediwung yang telah ramai dikunjungi wisatawan.

Source : INFORMASI
Wisata Alam Watu Lawang
Desa :mangunan.bantulkab, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta



Situs kerto peninggalan sejarah keraton Mataram islam

Lokasi situs Kerto Keraton Mataram Pleret Bantul

situs-kerto Pleret Bantul Yogyakarta merupakan situs yang menjadi saksi bisu jejak keberadaan Kerajaan Mataram yang pernah memiliki keraton di wilayah ini.
Lokasi situs kerajaan Mataram Islam kerto
Dari balai desa Pleret,_Pleret,_Bantul keselatan sekitar 350 meter trus belok kanan, di kebun di tengah pedesaan. Lengang. Siapa menyangka bahwa di sini pernah berdiri keraton kerajaan besar,kerajaan-mataram-islam- di bawah Sultan Agung, cucu Panembahan Senopati.
Sultan Agung adalah Raja Mataram yang memperluas pengaruh sampai Jawa Timur, dan memindahkan pusat kekuasaan dari Kotagede ke Kerto. Di bawah Sultan Agung, Mataram mencapai jaman keemasannya. Ia mengirimkan tentaranya untuk mengusir VOC dari Batavia, dan mendapat dukungan Cirebon dan Banten, namun usahanya gagal.

situs kerto pleret bantul yogyakarta
Peninggalan Keraton Mataram jaman Sultan Agung di Situs Kerto itu kini hanya menyisakan sejumlah umpak batu andesit berukuran besar yang biasa digunakan sebagai landasan pilar utama atau soko guru bangunan keraton. Umpak ini berada di tempat terbuka, dan hanya beberapa meter dari bibir tebing pendek yang tampaknya rawan longsor.
Umpak batu situs kerto

Umpak batu di Situs Kerto ini memiliki lubang di atasnya sebagai dudukan pilar, serta ada ornamen daunan di setiap sisinya. Saya hanya bisa berangan bahwa mudah-mudahan suatu ketika nanti dinas terkait dan masyarakat bisa merekonstruksi peninggalan ini. Setidaknya membersihkan umpak, dan meletakkannya dalam sebuah pendopo terbuka.

situs kerto pleret bantul yogyakarta
Umpak batu kedua Situs Kerto Pleret berjarak beberapa puluh meter dari umpak batu pertama. Seorang penduduk setempat kemudian mendekat. Menurutnya beberapa meter dari umpak kedua ini ada susunan batu memanjang menyerupai dinding. Saya memang melihat ada semacam pembatas rendah dengan kebun sebelah, namun tidak terlihat lagi susunan batunya.

Source :
Besarnya umpak batu andesit ini bisa menjadi gambaran besarnya pilar bangunan keraton pada waktu itu. Mendapatkan kayu jati tua berukuran besar dan tinggi di masa itu tentunya masih sangat mudah, tidak sebagaimana saat ini. Sayangnya pilar kayu tak berumur lama.
Orang itu kemudian mengantarkan saya ke lokasi penggalian situs Kerto lainnya, dengan berjalan melewati beberapa kebun milik penduduk. Lokasi ini terletak sekitar 200 m dari umpak batu, dengan spanduk kecil yang menandai status Cagar Budaya, serta himbauan untuk menjaga, peringatan serta ancaman bagi hukum bagi yang melanggarnya.
Adalah Amangkurat I, anak Sultan Agung, yang memindahkan Keraton dari Kerto ke Pleret pada 1647. Tidak diketahui alasannya, karena lokasi tidak terlalu jauh. Pleret kemudian diserbu, diduduki, serta dijarah oleh Trunojoyo pada 1677, yang membuat Amangkurat I lari ke arah Barat menuju Batavia, namun meninggal di Tegal Arum, Tegal.
Kegiatan penggalian Situs Kerto ini tampaknya dihentikan sejak 2007. Sebuah koran menyebut bahwa tempat ini diduga merupakan sisa-sisa Siti Hinggil Keraton Mataram.

Alamat situs Kerto : dusun Kerto Pleret Bantul Yogyakarta
Gowes sekitar Imogiri jalur mangunan Bantul Yogyakarta

nyepeda ke goa selarong

nyepeda ke goa selarong
Tempat wisata goa Selarong Bantul

Goa Selarong Bantul.
Liburan dan berwisata sejarah dengan menggunakan sepeda di salah satu goa yang merupakan bekas tempat persembunyian Pangeran Diponegoro bisa menghilangkan penat karena kesibukan bekerja sehari – hari.
Yogyakarta memiliki banyak daerah yang menyimpan banyak destinasi wisata yang indah. Salah satu daerahnya yaitu daerah Bantul. Terdapat berbagai macam goa yang ada di Bantul yang dapat para wisatawan nikmati pesona keindahannya. Obyek wisata alam tersebut yaitu Goa Selarong Bantul.
Goa Selarong Bantul merupakan goa yang terkenal karena goa ini bekas benteng pertahanan Pangeran Diponegoro dengan pasukannya, oleh sebab itu goa ini juga biasa disebut dengan Goa Diponegoro. Di Goa Selarong ini terdapat patung Pangeran Diponegoro yang diletakkan di gapura sebagai pahlawan Goa Selarong Bantul.
Dalam patung tersebut Pangeran Diponegoro dipakaikan jubah hitam dengan posisi sedang menaiki kuda. Patung tersebut memiliki makna yaitu sebagai simbol perjuangan dan keberanian Pangeran Diponegoro yang melawan tentara dari Belanda. Selain patung yang ada di gapura, ada juga patung Pangeran Diponegoro dengan jubah putih yang berada di dekat tempat parkir.

Lokasi Goa Selarong Bantul.
Goa Selarong
https://maps.app.goo.gl/rVuFPAbZwDo1Woqw7
Goa Selarong ini berada di perbukitan kapur yang tingginya sekitar 35 meter. Di sekitar goa ini terdapat pohon-pohon yang tumbuh dengan lebat dan rindang. Intinya Goa Selarong ini letaknya sangat curam dan untuk mencapai goa ini anda harus melewati beberapa ratus tangga sejauh 400 meter. Goa Selarong ini hanya memiliki lebar 3 meter saja. Tinggi goa ini tidak lebih dari 2 meter. Panjang goa ini sekitar 3 meter.

Goa yang dijadikan markas Pangeran Diponegoro ini berbentuk bukit batu dengan 2 lubang. Dulu kedua lubang itu dijadikan markas persembunyian Pangeran Diponegoro ketika ia dikejar Belanda. Saat musim hujan tiba, anda dapat melihat air terjun Goa Selarong yang berada di dekat goa. Di Goa Selarong ini terdapat dua buah sendang yaitu Manik Moyo dan Umbul Moyo.
Sejarah singkat Goa Selarong.
Asal usul Goa Selarong yaitu berawal dari kisah perjuangan Pangeran bersembunyi dari serangan Belanda. Karena Pangeran Diponegoro kalah dalam senjata dan pasukan di goa inilah beliau menyusun strategi perang gerilya. Dilihat dari luar Goa Selarong ini terlihat seperti goa yang buntu, tetapi ketika Pangeran Diponegoro dan pasukannya masuk tidak akan nampak dari luar. Goa Selarong ini seperti pintu gaib bagi Pangeran Diponegoro untuk bersmbunyi.Perang tersebut berlangsung dari tahun 1825 sampai tahun 1830. Sampai akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkapn oleh Belanda dan diasingkan di Makasar sampai beliau wafat.

Menurut orang-orang Gua_Selarong ini merupakan tempat yang cukup angker. Apalagi saat malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon. Di dalam Goa Selarong tersebut terdapat suara dari gamelan yang sedang ditabuh. Terdapat larangan yang harus dihindari ketika anda berkunjung ke goa tersebut yaitu tidak menggunkana tempat ini sebagai pesugihan, karena jika anda mencoba hal tersebut maka anda akan mendapat bencana besar.



Kategori
Masjid Kauman pleret Bantul
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Lokasi Situs Masjid Kauman Pleret berada di dusun kauman kelurahan pleret kepanewon pleret kabupaten bantul.
Jarak dari Museum Purbakala ke Situs Masjid Kauman Pleret hanya sekitar 700 meter, mengarah ke Timur (ke kanan), lalu belok ke kiri di Jl Pleret, melewati perempatan, lalu belok kiri lagi sekitar 70 m dari perempatan. Situs Masjid Kauman Pleret berada di sebelah kanan jalan, di samping kanan sebuah masjid.
Suasana sepi ketika saya datang. Tidak ada orang yang bisa diajak berbincang sekitar Situs Masjid Kauman Pleret yang berada di tempat terbuka ini. Masjid yang di sebelah pun sedang sepi, belum waktunya sholat. Kami pun lalu berjalan masuk ke dalam area situs, melihat bekas-bekas ekskavasi, dan mengambil beberapa buah foto.
Bangunan berpagar besi beratap seng semacam ini terlihat ketika saya memasuki area Situs Masjid Kauman Pleret.
Salah satu kotak ekskavasi di Situs Masjid Kauman Pleret yang memperlihatkan susunan bata, serta ada semacam saluran air di sisi sebelah kanan. Tidak ada keterangan di tempat mengenai kotak galian ini, demikian juga di kotak-kotak galian yang lain.
Catatan tentang kotak-kotak galian itu sepertinya lengkap, setidaknya jika membaca tulisan Tata Ruang Masjid Kauman Pleret.
Akan sangat bermanfaat bagi pejalan jika dibuatkan keterangan di setiap lubang galian itu. Jika pun tidak ada dana untuk membuat tengara yang baik, cukup mencetaknya di atas sehelai kertas, melaminasinya, dan menggantungkannya di tepi atau tengah lubang, saya kira sudah sangat membantu.
Lubang-lubang ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret rata-rata berpagar dan ditutup dengan cungkup beratap seng yang sudah jauh lebih baik ketimbang, misalnya Situs Tondowongso di Kediri yang dibiarkan terbuka, terbengkalai menyedihkan.
Susunan batu bata berwarna keputihan di sebuah kotak lubang ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret. Penelitian dan penggalian yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY, Balai Arkeologi Yogyakarta, BP3 DIY dan Jurusan Arkeologi UGM pada rentang waktu 2003 – 2010 itu untuk mengungkap struktur Masjid Kauman Pleret, atau Masjid Agung Pleret, yang didirikan Amangkurat I (memerintah Kerajaan Mataram Islam pada 1646-1677).
Amangkurat I adalah anak Sultan Agung Hanyokrokusumo,atau cucu Panembahan Senopati. Namun berbeda dengan sifat ayahnya yang menentang Belanda dan dikenal arif bijaksana, Amangkurat I memiliki sifat yang bengis, telengas, dan suka mengumbar hawa nafsu, serta menjalin hubungan dengan Belanda, karenanya dibenci rakyat dan kerabatnya sendiri, sehingga banyak terjadi pergolakan dan pemberontakan semasa pemerintahannya.
Amangkurat I memindahkan Keraton Mataram Kerto yang didirikan oleh Sultan Agung ke daerah Pleret, namun tidak ada lagi sisa-sisa bangunan keraton yang diserbu dan didukuki oleh Trunojoyo pada 1677 itu. Meskipun bangunan keraton dan Masjid Kauman Pleret tidak dihancurkan oleh Trunojoyo dan pengikutnya, namun karena Amangkurat II memindahkan keraton ke Kartosuro, serta berbagai pergolakan terjadi setelah itu, seperti perang Diponegoro, kemudian perang Pasifik, ditambah bencana alam seperti gempa bumi, maka baik bangunan keraton tidak lagi berbekas, dan Masjid Kauman Pleret nyaris rata dengan tanah.
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Area ekskavasi terbesar di Situs Masjid Kauman Pleret di bawah naungan atap seng tinggi dan luas. Terlihat susunan bata cukup tinggi di sebelah kiri yang diduga sebagai reruntuhan mihrab Masjid Kauman Pleret. Terlihat pula sebuah umpak (landasan tiang) yang berukuran cukup besar.
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Pada area ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret ini juga ditemukan saluran air yang diduga berada di depan masjid, atau mengelilinginya, sebagaimana parit yang ada di Masjid Besar Mataram di Kotagede.
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Salah satu umpak yang dibiarkan berada di area terbuka Situs Masjid Kauman Pleret. Ada 23 umpak yang telah ditemukan di Situs Masjid Kauman Pleret ini, dari seluruhnya 36 umpak yang diduga menjadi penopang bangunan masjid. Dari temuan yang ada, Masjid Kauman Pleret diduga tidak memiliki serambi.
Pada penggalian tahun 2010 di situs Masjid Kauman Pleret ini ditemukan bilah keris kuno, potongan tulang, gigi binatang, serta tiga fragmen keramik Cina dari Dinasti Ming dan fragmen jenis keramik Eropa serta gerabah.
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Pandangan penuh pada area penggalian terbesar di Situs Masjid Kauman Pleret. Akan sangat bermanfaat jika dibuat tengara di setiap bagian penting, misalnya pada mihrab, saluran air, dan umpak. Pengunjung membutuhkan cerita, dan cerita itulah yang akan dikabarkan ketika mereka pulang.
Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Spanduk kecil ini merupakan satu-satunya tengara yang ada di Situs Masjid Kauman Pleret. Lumayan, karena setidaknya tengara ini memberi tahu nama resmi situsnya, dengan sedikit gambaran latar belakangnya.
Peninggalan selalu menarik buat saya untuk dikunjungi, meskipun hanya berupa reruntuhan yang tidak ada keindahannya sama sekali. Itu karena peninggalan adalah penghubung masa kini dan masa silam, yang kelam maupun yang gemilang, yang kadang membuat kita merenung dan mungkin bisa belajar sesuatu darinya.
Bersepeda menyusuri Sungai kali oya sriharjo Spn Selopamioro Nawungan.
- Bantul adalah salah satu daerah di Yogyakarta yang memiliki beragam destinasi wisata. Dari destinasi budaya sampai tempat yang menawarkan keindahan alam. Obyek wisata alam selain pantai dan gua, juga sungai.
Destinasi wisata sungai yang memberikan sensasi luar biasa adalah Kedung Jati. Lokasinya di Selompamioro, Imogiri, persinya di lembah Sungai Oya diapit bukit-bukit karst menghijau. Aliran Sungai Oya terbentang 106 kilometer berhulu di Gunung Kidul hingga bermuara di pantai selatan Jawa.
Di Kedung Jati tersedia paket wisata untuk menyusuri Sunga Oya dengan menggunakan perahu karet. Jangan ragu, keamanan saat menaiki perahu karet telah dijamin pemandu wisata.
Akses menuju Kedung Jati gampang. Rute dari Jogja menuju imogiri kemudian sebelum pertigaan menuju Gunung Kidul, ambil kiri menuju .selopamioroadventurepark. Kedung Jati juga menjadi rute gowes yang asyik.
Tak butuh waktu lama sampai ke sana. Selanjutnya rasakan sensasi pengalaman mengesankan. Kombinasi pemandangan dan aktivitas susur sungai niscaya mengobati hati yang galau, atau menyegarkan jiwa.
“Saya sangat berkesan dengan tempat ini, aliran sungai yang sangat bersih dan masih banyak pepohonan yang rindang. Tempat ini seperti sempalan surga,” ucap salah satu pengunjung
Source :
Mencoba jalur sepeda Di Makam Ratu Malang Gunung kelir pleret.
Untuk ke Situs Makam Gunung Kelir Pleret , dulu tidak ada jalur sepeda,dan sepeda harus di pinggul untuk menuju ke Makam gunung kelir ini.Sekarang sudah di sediakan jalur untuk sepeda gunung,meskipun belum sempurna tetapi lumayanlah. Mendengar nama Gunung Kelir yang terdengar eksotis di telinga membuat minat saya langsung pingin untuk mengunjunginya meskipun menggunakan sepeda, kebetulan rumah saya cuma dekat.
Perjalanan ke Makam Gunung Kelir dari pasar pleret ke utara sekitar lima ratus meter lalu belok kanan, atau ketimur lurus melewati daerah persawahan yang kini menjadi tempat wisata.ya,mbulak wilkel.Lurus terus sampai mentok dan belok kanan. Makam Gunung Kelir ada di perbukitan Gunung Kelir di sebelah kanan jalan.
Ketinggian bukit Gunung Kelir yang tingginya 99 mdpl ,tidak terlalu nanjak untuk ukuran sepeda gunung. Setelah melewati lereng lumayan curam dengan nuntun sepeda,kemudian berjalan sambil minggul sepeda karena jalan berbatu , kemiringan tidak begitu curam, diapit gerumbul perdu, dan tak beberapa lama kemudian saya telah sampai di sebuah dataran luas.
Gerbang masuk menuju Makam Gunung Kelir dengan gapura yang telah hancur, serta tembok bata tebal dengan banyak bagian telah runtuh, karena gempa. Tembok ini mengelilingi area seluas 900 m2, dimana di dalamnya terdapat makam Ratu Mas Malang, Dalang Panjang Mas, dan makam-makam lainnya yang terlihat cukup tua. Panjang Mas yang beristri Ratu Mas Malang adalah dalang Keraton Mataram sejak masa Panembahan Sedo Krapyak.
Cinta Amangkurat 1
Amangkurat 1 menunjukkan kecenderungan berlebihan saat mencintai Ratu Malang. Demi perasaan cintanya itu, dia bahkan tega mengabaikan urusan negara.
Makam Ratu Malang (kebudayaan.kemdikbud.go,id)
CINTA Amangkurat 1 kepada perempuan satu ini begitu dalam. Pesonanya yang memikat hingga menyebabkan Amangkurat 1 rela melakukan berbagai cara demi memperistrinya.
Kisah keduanya bahkan terlukiskan dalam berbagai narasi tradisional dan sumber-sumber Belanda.
J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Jawi: Javaanse Rijskroniek menyebut pertemuan pertama raja dengan perempuan pujaannya itu terjadi saat ia mengeluarkan titah mencari seorang perempuan untuk diperistri. Amangkurat 1 lalu diperkenalkan oleh Pangeran Blitar dengan putri Ki Wayah, seorang dalang wayang gedog terkemuka.
Parasnya yang amat cantik langsung memikat hati sang raja. Ia pun segera mempersiapkan segala keperluan untuk mempersuntingnya. Namun sayang perempuan ini telah menikah dengan Kiai Dalem (Ki Dalang Panjang Mas), yang berprofesi sama dengan ayahnya. Ia pun sedang mengandung dua bulan dari hasil pernikahannya itu.
Meski demikian, Amangkurat 1 tetap bersikukuh memboyong perempuan tersebut ke istana. Raja lalu memberikan gelar “Ratu Wetan” kepadanya. Ratu baru ini disebut-sebut merusak rumah tangga di kerajaan.
Peneliti HJ De Graaf dalam Runtuhnya Istana Mataram menyebut meski tidak membuat raja melupakan istrinya yang lain, perhatiannya jadi lebih banyak dialihkan kepada istri barunya ini. “Itulah sebabnya ia disebut orang Ratu Malang (yaitu yang melintang di jalan)”.
Sekitar tahun 1649, putra Ratu Malang dari pernikahan sebelumnya lahir. Meski bayi itu darah daging Kiai Dalem, Amangkurat 1 tidak sedikitpun kehilangan cintanya. Setelah kelahiran putra tirinya, demi menghindari masalah yang tidak diinginkan, raja mengeluarkan perintah untuk membunuh Kiai Dalem.
Di dalam teks Babad Tanah Jawi, saat akan memperistri Ratu Malang, Amangkurat 1 disebut secara paksa merebut perempuan itu dari tangan suaminya. Maka tidak heran jika ia ingin melenyapkan pria yang sangat dicintai istrinya itu.
Namun menurut catatan pemerintah Belanda, Daghregister 1677, yang didapat dari penuturan salah seorang pengawal istana, Kiai Dalem tidak meninggal karena dibunuh Amangkurat 1 melainkan meninggal secara wajar. Kemudian setelah menjadi janda, wanita itupun dipersunting oleh raja. De Graaf meragukan pernyataan yang kedua ini. Menurutnya Amangkurat I telah melakukan dosa yang terlalu banyak, sehingga cara pertama bukanlah sesuatu yang mengherankan.
“Karena perbuatan jahat Sunan Mangkurat memang sudah terlalu banyak, maka tidak ada gunanya lebih mementingkan cerita tutur yang belakangan daripada berita pejabat istana yang lebih dahulu dan selayaknya lebih dapat dipercaya,” tulis De Graaf.
Mengetahui Kiai Dalem tewas dibunuh Amangkurat 1, Ratu Malang menangis siang dan malam. Ia sangat meratapi kematian pria yang pernah jadi suaminya itu. Ia pun lalu jatuh sakit dan meninggal tidak lama kemudian. Namun raja melihat ada kejanggalan dalam kematiannya. Karena sebelum meninggal sang ratu mengeluarkan banyak cairan dari dalam tubuhnya, seperti gejala keracunan.
Amangkurat 1 yang murka segera menyeret dayang-dayang dan pelayan istana yang selama beberapa waktu dekat dengan Ratu Malang. Ia curiga ada orang yang sengaja membunuh ratunya itu karena raja mulai mempertimbangkan untuk memberikan takhta kepada putra Ratu Malang yang bahkan bukan darah dagingnya.
“Dapat dimengerti bahwa Sunan curiga ketika istrinya meninggal dengan memperlihatkan gejala-gejala aneh.
Ia menjadi risau sendiri terhadap hal-hal remeh. Andai kata peracunan yang menjadi penyebab maka si pelaku tentunya harus dicari di kalangan terdekat si korban, yaitu para dayang yang pernah sekali berkomplot dengan Putra Mahkota pembangkan itu (Pangeran Dipati) untuk melawan raja,” ucap De Graaf.
Akibat kecurigaan itu, Amangkurat I mulai berlaku liar. Thomas Stanford Raffles dalam karya fenomenalnya History of Java menggambarkan bagaimana raja amat marah kepada dayang-dayangnya. “… raja mengurung 60 orang dayang-dayang istrinya di dalam sebuah kamar gelap dan tidak diberi makan sampai mereka mati semua”.
Kematian Ratu Malang menjadi pukulan yang amat berat bagi Amangkurat 1. Dalam laporan pejabat Belanda, raja sampai tidak bisa menjalankan pemerintahannya dengan baik hingga 4-5 tahun setelahnya. Bahkan saat pejabat tinggi negeri Belanda berkunjung ke Mataram, Amangkurat 1 tidak hadir menyambut utusan itu. Sambil menjelaskan keadaannya, para menteri kerajaan sementara menggantikan tugas-tugas sang raja.
Jenazah sang ratu dibawa ke Gunung Kelir untuk dipusarakan. Dalam bukunya, De Graaf menyebut kalau selama beberapa hari liang lahat Ratu Malang tidak ditutup atas permintaan raja. Siang dan malam sambil membawa serta putranya, Amangkurat 1 diam di dekat makam itu meratapi tubuh perempuan pujaannya yang telah terbujur kaku. Kepergian raja menimbulkan kekacauan di keraton. Keluarga dan pejabat kerajaan terus berusaha membujuknya agar kembali pulang.
“Suatu malam Sunan mendengar dalam mimpinya bahwa Ratu Malang telah menemani kembali suaminya, Kiai Dalem. Setelah terbangun, dilihatnya jenazah Ratu Malang sudah tidak berbentuk manusia lagi. Setelah itu ia kembali ke keraton dan dengan marah diperintahkannya agar menutup liang lahat. Setelah itu suasana kembali tenang,” tulis De Graaf.
Menteri negeri Belanda Francois Valentijn juga sampai membuat sebuah tulisan, dalam Oud en Nieuw Oost-Indien, yang menggambarkan keadaan Amangkurat I pasca ditinggalkan Ratu Malang.
“Ketika wanita itu pada suatu waktu meninggal, Sunan menjadi sedemikian sedihnya sehingga ia mengabaikan masalah kerajaan. Setelah pemakaman istirnya, diam-diam ia kembali ke makam tanpa diketahui seorang pun. Begitu kasihnya kepada wanita itu sehingga ia tidak dapat menahan diri, dan turut mebaringkan dirinya di dalam …
Pantai klayar pacitan.
Keunikan Pantai Klayar Pacitan

Eksotiknya Pantai Klayar Pacitan (halopacitan/istimewa)
Pantai klayar merupakan destinasi top di Pacitan. Pantai ini tidak hanya indah, namun juga memiliki banyak cerita bangi tiap wisatawan. Salah satu musisi yang mengabadikan momen di pantai klayar adalah Didi Kempot.
Pantai Klayar identik dengan hamparan pasir putih dan batu karang serta dikelilingi oleh tebing-tebing batu. Pantai ini terletak di Pacitan, Jawa Timur dan berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan tersebut selalu menyita perhatian pengunjung.
Kata Klayar berasal dari kata ‘Klayar-kluyur’ yang artinya ‘jalan-jalan’. Hal ini tentu mengandung makna bahwa siapa pun yang datang ke Pantai Klayar pasti ingin kembali.
Laguna, Batu Sphinx, dan Karang Bolong
Pantai Klayar menyuguhkan berbagai fenomena seperti laguna, Batu Sphinx, dan Karang Bolong. Laguna yang indah diapit oleh dua gugusan bebatuan, ditambah dengan jernihnya ombak yang menghantam dinding bebatuan, kemudian memecah dan berputar di atas pasir putih. Laguna kecil itu menakjubkan dan betah memandangnya.
Pantai Klayar memiliki gugusan batu karang yang menjulang tinggi di sebelah Timur laguna, bentuknya menyerupai Sphinx di Mesir. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dinding dengan gelembung-gelembung putih yang indah.
Fenomena lain yang dimiliki Pantai Klayar adalah air mancur laut. Bentuknya berupa semburan air berbentuk vertikal seperti yang terdapat di taman-taman kota. Namun, air mancur ini merupakan proses alamiah pengikisan karang yang lambat laun menjadi berlubang. Oleh karenanya, air mancur Pantai Klayar disebut sebagai karang bolong ‘karang berlubang’
Siapa pun yang pernah datang ke Pantai Klayar pasti akan selalu merindukannya. Bukan saja keindahan alamnya, tetapi makanan khas yang tersaji serta kelapa muda dengan sirup gula jawa menjadi bagian menarik di Pantai Klayar Pacitan.
Gowes ke Puncak sosok
Nguliner ke Puncak sosok bawuran Pleret.


View yang okey punya
Lokasi puncak sosok Bawuran Pleret Bantul
Puncak Sosok Bantul kini menjadi destinasi wisata terbaru yang dapat kalian jadikan opsi untuk dikunjungi ketika berada di Jogjakarta. Meskipun tergolong sebuah tempat wisata baru, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Menyajikan pemandangan yang masih sangat alami menjadikan daya tarik tersendiri objek wisata di Jogjakarta ini. Tak hanya itu, bagi kalian yang hobby bersepeda, wajib menjajal downhill track yang ada disini.
Untuk alamat lengkap destinasi wisata puncak-sosok-alternatif-wisata-malam-dengan-spot-instagramable-di-yogyakarta ini berada di Jambon, Bawuran, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55791. Dari pusat kota Jogja, tempat ini berjarak sekitar kurang lebih 18 km dan dapat kalian tempuh perjalanan dengan estimasi waktu kurang lebih selama 45 menit.

Pagi hari menghirup udara segar dan sesekali berbau sang – seng TPA Piyungan.
Melansir instagram.com/puncak_sosok Bantul, ada empat aktivitas yang bisa pengunjung lakukan di sini. Pertama, menikmati aneka makanan dan minuman yang disediakan di warung-warung. Warung tersebut menyediakan aneka makanan ringan tradisional seperti jagung bakar, tahu walik, sempol hingga kopi dengan harga terjangkau.


Source:
https://www.instagram.com/puncak_sosok/?hl=id

Live music puncak sosok
Kedua, menikmati live music. Sambil makan atau minum kopi, pengunjung bisa mendengarkan live musik akustik. Kalau Anda berani tampil, Anda bisa menyumbangkan suara di sini loh.
Ketiga, menikmati sunset sambil berburu foto malam. Sunset merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu pengunjung. Sebab, latar matahari tenggelam dan gemerlapnya Kota Yogyakarta akan terlihat dari atas sini.
Keempat, berkemah. Bagi yang suka berkemah di alam terbuka, tempat ini juga menyediakan lahan khusus. Lalu, ada banyak aktivitas lain yang bisa pengunjung lakukan di sini seperti nonton bareng pertandingan sepak bola atau sekedar duduk-duduk saja sambil menghabiskan hari.
https://www.google.com/maps/@-7.8718239,110.4264019,3a,75y,211.66h/data=!3m4!1e1!3m2!1sAF1QipMG1OBYe1LIF91iHWWhTjleLbScUHnoSq1b1Ko3!2e10 Check out Puncak Sosok Shared via the #StreetView app


Leyeh-leyeh di gazebo puncak sosok dapat membuat seseorang lupa hutang dan dapat menghilangkan penat.

Jalan menuju puncak sosok

Shock Holigans Satria muda.
suporter satria muda

Stadion benteng Tangerang
“Wah, wasite disogok kuwi!”, teriak salah satu Paser bumi yang kemudian disusul dengan sahutan dan sumpah serapah oleh anggota Paser bumi lainnya.
Seakan tak terima, salah seorang benteng viola pun menjawab dengan teriakan ketus, “Ha pancen kok, wong wasit ro pemaine we larang wasite je, meh ngopo kowe?”
Jebul wong Tangerang lanyah boso jowo.
Sejurus kemudian, adu caci pun terjadi, dan bisa ditebak, hanya dalam hitungan menit, adu caci kemudian melebar menjadi aksi yang lebih brutal, saling lempar botol antara viola dan Paser bumi pun tak terhindarkan.
Tensi semakin panas saat para supporter meneriakkan serapah: “Degradasi… Degradasi… degradasi…!!!”.
Menit 82, Pemain Persiba Gonzales menyarangkan gol cantik ke gawang persita. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Gol ini semakin memanaskan tensi.
Hasil yang tak terlalu buruk bagi kedua tim ini nyatanya tak menghindarkan kerusuhan antar kedua supporter yang sudah terjadi beberapa puluh menit sebelumnya. Kerusuhan akhirnya berlanjut hingga di luar stadion. Panpel tak mampu berbuat banyak. Jika di dalam stadion aksi rusuh antar dua kubu supporter hanya saling lembar botol, maka kali ini, di luar stadion, objek yang dilempar adalah batu.
Kedua kelompok supporter saling melemparkan batu dari jarak yang cukup dekat, sekitar 20-30 meter. Beberapa supporter dari kedua kubu nampak terluka karena terkena lemparan batu. Aksi tawur berlangsung selama kurang lebih setengah jam.
Tak dinyana, Kawan Saya Solopok tampil sebagai salah satu ujung tombak Paserbumi, ia maju dan berada dalam barisan terdepan Paser bumi yang meladeni lemparan-lemparan batu dari Benteng viola. Tanpa rasa takut (mungkin karena pengaruh ciu), ia maju ke depan sambil melempari barisan suporter viola dengan beberapa buah batu.
“Ojo kemajon su, kowe ki ra nggo helm, keno watu bocor ndasmu”, kata kemat kawan saya mencoba memperingatkan Solopok.
“Mati-urip ki nang tangane Gusti Alloh, ora nang tangane suporter su!”, teriak Solopok singkat sambil kembali melemparkan sisa-sisa batu yang masih ada di tangannya.
Saya nyengir, antara prihatin dan kagum. Mungkin ini yang dinamakan Tawakal Kaum Gentho.

Ono penyusupe siji,piss mat.

Kulon nuwun Tangerang tahun 2007.

https://jejaksinoer.art.blog/2021/11/30/shock-holigan-kanggotan/

Spot foto pemandangan Nepal van java.
Nepal van Java – sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini di berbagai media social dari mulai facebook, instagram dan tiktok.
Viralnya Nepal van Java bukan tanpa alasan, desa wisata yang terletak di kawasan lereng gunung sumbing ini terkenal karena keindahan desa dan alamnya seperti pedesaan di pegunungan Nepal.
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana liburan seperti diluar negeri, Anda bisa mengunjungi desa wisata Nepal van Java ini dan mengabadikan momen liburan yang berbeda dari biasanya.
Lokasi Nepal van Java
Desa wisata dengan julukan Nepal van Java ini terletak di lereng gunung sumbing tepatnya berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, yaitu dengan ketinggian 1.600 mdpl.

Karena berada di daerah pegunungan sumbing, cuaca di Dusun Butuh ini cukup dingin dan medan yang harus ditempuh juga lumayan ekstrim sehingga Anda harus menyiapkan kondisi kendaraan dan mengenakan pakaian hangat sebelum berwisata ke tempat ini.
Pemandangan Nepal van Java

Seperti namanya, Nepal van Java menawarkan pemandangan pedesaan seperti yang berada di pegunungan Nepal.
Dengan deretan rumah penduduk yang berjejer rapi di lereng gunung dan kabut tipis yang kadang menyelimuti dengan latar belakang gunung sumbing menambah nuansa seperti di pegunungan Nepal.
Wisata Nepal van Java
Setelah sampai di Dusun Butuh, Anda bisa melakukan beberapa kegiatan wisata bersama keluarga seperti jelajah kampung, Anda bisa berkeliling desa wisata ini sambil menikmati keindahan pemandangan pegunungan sumbing serta melihat aktivitas penduduk sekitar yang berkebun serta bercocok tanam.
Warga di Dusun Butuh ini sangat ramah terhadap pengunjung yang datang, jika mau, Anda juga bisa membantu para penduduk beraktivitas serta bercengkerama bersama mereka.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan latar keindahan desa dan pegunungan untuk berfoto, disini Anda bisa menemukan banyak sekali spot foto instagramable seperti Gapura Dusun, Teras Nepal, Taman Depok, Teras Masjid, hingga Gapura Pendakian.
Setelah lelah melakukan jelajah kampung, Anda bisa bersantai di kedai-kedai kopi sambil menikmati pemandangan alam dan menikmati sunrise yang indah, desa wisata Dusun Butuh terdapat beberapa homestay yang nyaman untuk jadi tempat beristirahat, sambil menunggu waktu matahari mulai menyingsing.

Rute Menuju Lokasi
Untuk menuju ke Nepal van Java, Anda bisa melalui dua rute yaitu melalui Yogyakarta dan Semarang. Jika dari Yogyakarta Anda membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam. Sedangkan jika dari Semarang dan menggunakan jalan tol, Anda memerlukan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan.
Apabila sudah mulai memasuki Kota Magelang, ikuti jalur menuju Pasar Kaliangkrik, yang jaraknya sekitar 12 kilometer. Dari pasar tersebut Anda ikuti jalan hingga tiba di Sekolah Dasar Negeri Desa Temanggung.
Kemudian ambil kanan, dan naik sekitar 6 kilometer ke arah basecamp Sumbing melalui Dusun Butuh, Kaliangkrik.
Setelah itu Anda bisa menemukan lokasi Nepal van Java, sekitar 400-500 meter sebelum basecamp Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik.
Tips Berkunjung ke Nepal van Java
Sebelum berkunjung ke Dusun Butuh Nepal van Java, terlebih dahulu Anda harus mempersiapkan beberapa hal agar perjalanan Anda berjalan dengan lancar dan baik.
Berikut ini adalah beberapa tips dari tripcetera yang bisa Anda gunakan sebelum menikmati keindahan alam dusun wisata di lereng gunung sumbing tersebut.
- Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima
Dusun butuh mempunyai medan yang cukup ekstrim karena lokasinya yang berada di lereng gunung, Anda juga akan menemui tanjakan yang sangat curam sehingga kondisi kendaraan yang Anda gunakan harus dalam keadaan prima, pastikan kondisi mesin, rem dan penerangan. - Bawalah kamera drone
Jika memungkinkan, bawalah camera drone untuk mengabadikan keindahan pemandangan Nepal van Java sehingga Anda bisa mendapatkan gambar desa-desa di lereng sumbing dari ketinggian. - Datanglah saat cuaca cerah
Selanjutnya, Anda lebih baik datang ke Nepal van Java saat cuaca cerah dan pada waktu pagi hari sehingga gunung sumbing tidak tertutup kabut atau hujan. - Bersikap ramah terhadap warga sekitar
Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, merupakan peribahasa yang harus Anda pegang dimanapun Anda berada, termasuk di desa butuh Nepal van Java, Anda harus bersikap ramah terhadap warga sekitar, mereka akan sangat merasa senang dan dihargai saat ada pengunjung yang bersikap baik pada mereka. - Patuhilah protokol kesehatan
Yang terakhir, Anda harus selalu mematuhi protokol kesehatan, pastikan Anda mengenakan masker, mencuci tangan dan dalam kondisi sehat saat berwisata ke Nepal van Java.
Demikianlah beberapa informasi dan tips sebelum berkunjung ke Dusun Butuh Nepal van Java yang bisa kami berikan, semoga memberikan manfaat untuk para pembaca.
Embung Bathara sriten
Bosan dengan pantai yang panas? Jangan khawatir ada banyak tempat yang adem adem di gunungkidul.
Salah satu contohnya ya ini embung bathara sriten
Bulan lalu saya melakukan perjalanan kesana, jalanya benar benar ekstrim teman teman.
Untuk yang kesana pastikan motor/ mobil anda dalam keadaan yang baik.Kalau bersepeda ya persiapkan dengkul racing,he he. Angin tak henti-hentinya berhembus membawa hawa dingin khas pegunungan ketika kami menelusuri tepi embung. Dari jarak sedekat ini dapat terlihat lapisan tipis geo membran yang digunakan dalam teknik pembuatan Embung Batara Sriten. Karena lapisan tipis yang menyerupai plastik hitam inilah, Embung Batara Sriten tak digunakan untuk memelihara ikan. Sebab keberadaan ikan-ikan akan merusak lapisan tipisnya. Hingga akhirnya Embung Batara Sriten hanya dihuni oleh berudu-berudu yang terlihat asyik berenang di air yang berwarna biru kehijauan.
Angin tak henti-hentinya berhembus membawa hawa dingin khas pegunungan ketika kami menelusuri tepi embung. Dari jarak sedekat ini dapat terlihat lapisan tipis geo membran yang digunakan dalam teknik pembuatan Embung Batara Sriten. Karena lapisan tipis yang menyerupai plastik hitam inilah, Embung Batara Sriten tak digunakan untuk memelihara ikan. Sebab keberadaan ikan-ikan akan merusak lapisan tipisnya. Hingga akhirnya Embung Batara Sriten hanya dihuni oleh berudu-berudu yang terlihat asyik berenang di air yang berwarna biru kehijauan.


copy paste
Hey there!
I went on another little blog break but this time I actually travelled somewhere! The end of June, my boyfriend and I decided to travel to Calgary, Banff, and the beautiful lakes in between. This was my first time actually experiencing Calgary, even though I’ve been a handful of times before. And this was our first time travelling together which was pretty exciting for the both of us!
The day we arrived, we made our way to the Airbnb condo and since it was the evening, we couldn’t resist a Cactus Club supper and a nice walk around downtown.
Day 2 was IKEA and shopping… my big purchase was a pair of sunglasses (which I am in LOVE with.) The highlight of this day was probably sitting in a $7000 Herman Miller Eames chair and then sitting in a Tesla or as I would like to call it, a robot. For supper we went to Ten Foot Henry then stopped at Village Ice Cream in the evening… highly recommend both if you’re in the area! The supper and atmosphere was amazing and ice cream was sooo good. And there’s a cement staircase sitting area just outside Village, super cool. A lovely evening!
Day 3 was most definitely both of our favourite day! We went to Banff, Johnston Canyon, Lake Louise, and Moraine Lake! I haven’t actually been to any of these places besides Banff when I was a lot younger… And every one of them left me speechless, wow. I don’t even know where to begin so let me just throw in my highlights of this day:

- Johnston Canyon secret cave: this is probably one of the most popular photographs taken and I can see why. Unbelievable! We hiked for hours, on and off the path trying to find this cave (because there’s no real directions to get to it) and it felt like a miracle when we actually found it. I’m not kidding, we were both in awe of how cool it was.

- Lake Louise, picnic and chill: we stopped at the village market in Lake Louise to get some food for a picnic/supper (since we were budgeting) but honestly, that’s my kind of evening. A simple sandwich and watermelon, looking out at one of the most beautiful lakes in Canada… how can you not enjoy that kind of picnic???


- Moraine Lake, climbing the hill and wanting to make it to 22: so when we arrived at Moraine Lake, I was 80% exhausted and Lucas convinced me that we should climb the hill (small mountain) to get the best view of the lake. By the way thank you for that suggestion, it was incredible. It was a mixture of stairs and rocks, not the easiest walk but also not the hardest… By the time we were almost up I made a joke to him, “I need to make it to 22,” since my birthday was the next day. Safe to say we made it, I’m obviously still alive and was completely amazed to see that view. And the WATER… I’ve never seen water that clear and BLUE.

- The beautiful sunset when we were leaving the mountains also left me speechless.
Day 4 was also a wonderful day! Started off with waffles from Buttermilk ( highly recommend as well), a walk in the park, take out from Without Papers Pizza, a churro for dessert (I’ve been wanting a churro for 5 years since California so yes, I was happy to finally have one) and a Vance Joy concert to end the night! It was the perfect birthday.


Day 5, back home we go! By the end of it, I think it’s safe to say we’ll travel again haha!
This was a lovely trip to go on, and one that I’ll never forget! These are the places that I hope everyone will have the chance to see and they remind me of how grateful I am to live in Canada!
Thank you to Lucas for being a wonderful traveller and showing me the most beautiful places.
I’ll be back!

Proses produksi batu bata
BAHAN BAKU UNTUK MEMBUAT BATU BATA

-Tanah Liat
-Air
-Abu
ALAT-ALAT UNTUK MEMBUAT BATU BATA
-Cangkul
-Pencetak Batu Bata
-ember dan pisau untuk nyisik batu bata
- brak atau tempat pembakaran ( Tobong )
-Kayu Bakar /mrambut / kulit padi kering.
PROSES CARA MEMBUAT BATU BATA
Pertama-tama carilah lahan tanah agak lapang , untuk menyetak bata persiapkan tanah lalu di cangkul/ jenang (basa Jawa) campur air dan di kum / dikasih air ,injak2 sampai Kalis sambil di bolak – balik adonan tanah tersebut, jangan terlalu banyak mengandung pasir, tanah yang bertektur tersebut akan mengurangi kekuatan dari batu bata.
Rendam tanah liat ( lempung)
Lalu dicampur dengan adonan tanah yang sudah di proses tadi sampai campuran rata setelah itu anda harus menghaluskan campuran tersebut, menggunakan cangkul. mengapa harus dengan cangkul? karena kali ini kita membahas dan mengerjakannya dengan menggunakan teknik manual bukan dengan mesin, nanti bisa anda kembangkan lagi
. jangan sampai terlalu lembek (seperti bubur) karena tidak akan bisa dicetak

Setelah sudah bisa langsung di cetak jangan lupa menaruh sedikit abu dicetakan agar tidak lengket.
Tinggal proses mencetak ke alat yang berbentuk panjang dan bersekat sesuai bentuk batu bata ,jika sudah berbentuk persegi seperti batu bata, anda sudah bisa melakukan pengeringan dengan bantuan sinar matahari selama sekitar 7-8 jam kalau cuaca panas
lalu di sisik kalau sudah agak kering
Tahap selanjutnya ngagger atau ditumpuk miring tujuan nya agar batu bata cepat kering bisa dilakukan dengan cara menumpukan bata yang sudah di sisik tadi dengan memiringkannya istilahnya ngagger.
Lalu jika sudah kering, tahap selanjutnya menyusun batu bata dari tempat ngager ke dapur pembakaran / brak atau gubuk
Tahap pembakaran batu bata ini adalah langkah penentuan dimana anda bisa dikatakan berhasil atau kurang berhasil dikarenakan pada tahap ini akan dilakukan pembakaran didapur tempat anda bekerja dan biasa nya memakan waktu cukup lama, tergantung banyaknya batu bata yang anda bakar
TAHAP-TAHAP PEMBAKARAN BATU BATA MENTAH

Langkah selanjutnya setelah batu bata mentah yang sudah kering disusun di tempat pembakaran yang sudah disiapkan
Setelah itu anda juga harus menyiapkan bahan bakarnya seperti kayu atau bisa juga dengan sekam atau kulit padi kering, mempermudah pembakaran
Lalu anda tinggal melakukan tahap pembakaran dengan cara memasukan kayu tersebut kedalam lubang dibawah susunan batu bata tadi
Kemudian kita masuk ketahap membuat dinding disekeliling susunan batu tersebut tujuan nya adalah mempercepat suhu yang ada didalam susunan batu bata cepat naik keatas tidak lupa memberi sekam (bekas kupasan kulit padi) bisa didapatkan ditempat penggilingan padi. api nya jangan sampai mati atau redup yasemakin hari harus tambah marak atau dtambah volume nya
Tahap penutupan lubang api bertujuan agar hawa api tidak keluar dan tanda berakhir nya peroses pembakaran hal ini bisa dilakukan apabila asap yang ada pada bagian atas susunan batu bata tadi sudah membening atau kalau kita lihat hanya ada seperti udara yang membara-bara
Masih belum selesai, masih ada tahap finishing nya lagi yaitu tahap peyiraman bagian atas susunan batu bata dengan sekam (bekas sisa kulit padi) saran saya taruh yang agak tebal supaya batu bata anda masak secara sempurna
Setelah itu kita lanjutkan dengan tahap pembukaan dinding yang sudah dipasang tadi, ini dilakukan sekitar 24 jam setelah tahap nomor 6. lama nya tahap pembakaran tergantung banyaknya batu bata yang anda bakar (misal nya kalau 60.000 buah batu bata, anda memerlukan waktu 6 hari 6 malam nonstop)
Setelah dibakar kemudian di dinginkan, barulah batu bata siap dijual, biasanya banyak orderan dari pihak mebel dan pembeli perorangan, dengan harga 1 batanya berkisar antara Rp.550 ,000 – Rp. 600,000 per seribu bata belum termasuk ongkos kirim.

Tapi teori tidak semudah yang dibayangkan, karena semua itu berdasarkan pengalaman saya sendiri waktu masih bekerja sebagai buruh cetak batu bata.
Bakmi mbah mo
Lokasi Bakmi Mbah Mo
Anda penggemar bakmi godok ? Pernah mencicipi bakmi-mbah-mo .di dusun code tiga kilometer arah timur kota Bantul Yogyakarta, atau kurang lebih 15 km arah selatan kota Yogya.
Mbah mo, nama panggilan Mbah atmo, juga berfungsi sebagai “merk dagang”dari jasa produk, sekaligus warungnya.ia membuka dagangannya mulai pukul 5 sore hingga pukul 10 malam, ingin tahu siapa pelanggannya? Sebagai gambaran,90 % pelangganya datang dari Yogyakarta, Magelang, Klaten, bahkan jakarta.kebanyakan pelanggannya menggunakan roda empat.
Berbagai merk mobil dari yang mewah hingga mobil kuno , parkir berderet-deret di depan” outlet nya” silih berganti.saya sempat heran siapa dan apa yang membuat mereka tahu ada” bakmi super enak” ditengah perkampungan pedesaan ini.padahal untuk menjangkau tempat ini, harus dilalui ruas jalan yang tidak lebar dan tidak begitu bagus.
Pada sebuah gang di dusun code yang belum beraspal itu, semua pelanggan datang untuk mencoba atau membebaskan “rasa kangennya” terhadap bakmi buatan Mbah mo, yang menurut saya memiliki ciri khas yang tiada duanya.ramuan Mbah mo yang spesial bagaikan koki hotel berbintang itu,. merupakan jasa sekaligus produk yang memiliki kelebihan dibanding produk sejenis.hal itu masih ditambah lagi dengan kemasan suasana ( atmophere) pedesaan yang” ngangeni.
Menurut Mbah mo , promosi pun tak pernah ia lakukan.saya kira proses yang terjadi adalah pemasaran tradisional dari mulut ke mulut, alias getok tular, tentunya” kesadaran”Mbah mo”, bahwa produk yang berkualitas adalah kekuatan pemasarannya.dan karena itulah setiap malamnya ,Mbah mo mengais omset dengan menghabiskan 10 kilometer mie, dan10 ekor ayam.
Bisnis Mbah mo dirintis sejak 1986.memang , bertahun tahun sebelumnya Mbah mo pernah berjualan pecel dengan konsumen tetangga dan warga sekitar, untuk terjun ke bisnis barunya ini,Mbah mo harus melakukan magang atau mentoring, guna menimba pengalaman membuat bakmi.orang yang dijadikan mentor untuk membuat bakmi yang lezat adalah kakak iparnya sendiri, yang juga berjualan bakmi dan tinggal di Jogja.
Pengalaman Mbah mo yang mendapat mentoring dari kakak iparnya ini, mengingatkan saya pada apa yang dikatakan Steven R covey, bunyinya” kalau anda memberikan ikan pada seseorang, berarti anda memberi makan sehari.kalau anda memberi pancing pada seseorang berarti anda memberi makan seumur hidup.”
Source :
https://www.instagram.com/explore/locations/22158752/bakmi-mbah-mo/
Jaman semono,biasa cah enom.


Sore itu, Saya, Gembul , dan Dargombez asyik bercengkerama sambil mabuk, saya ndak ikut mabuknya karena sudah berjanji tidak akan mabuk lagi,biasalah karena ada satu atau dua hal dan mereka memahami ,di buk perempatan lor ndeso jalan dekat rumah saya. Yah, hitung-hitung menghabiskan sore hari sambil menunggu kawan-kawan lain pulang kerja.
Sambil ngobrol, Sesekali, Gembul dan Dargombez bergantian minum lapen ( ciu) dari botol aqua ukuran sedang yang sudah dihilangkan labelnya. Maklum, karena hanya dua orang, mabuknya pun tidak dibandari atau tidak dituang di gelas sloki dan diputar sesuai giliran minum , melainkan ditenggak langsung dari botolnya secara bergantian.
“Mbez, lihat deh,” kataku pada Dargombez sembari menunjukkan Rini yang sedang melintas pojok kampung tempat kami bertiga nongkrong, “Giginya pakai behel,keren ,ya.”
Dargombez hanya melirik sebentar, ia memang sedang sibuk dengan botol dan kacang kulit sebagai tambulnya, ia tidak lagi bersemangat membicarakanya,mungkin saja karena habis putus , ia hanya menimpali cuek dengan sedikit mengejek, ” Dasar cah gumunan. Lihat cewek segitu aja gumun. “
Mendapat tanggapan begitu, tentu saja wajahku kecut.
“Aku i kalau ketemu cewek malah bingung,soalnya….”kata Dargombez yang kemudian langsung saya potong sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya.
“Dasar cah bingungan.lihat cewek segitu aja bingung.”Balasku dengan nada senyolot mungkin.
Kali ini, giliran tampang Dargombez yang berubah kecut, dan kekecutanya tentu saja melebihi kekecutan tampang saya tadi,dia ganteng dewe sak ndeso mirip Bertrand Antolin,kalau dilihat dengan sedotan es.Dan saya tak peduli. Ia harus mendapatkan pelajaran yang setimpal. seperti dendam, kekonyolan harus di balas tuntas.
“Untu wis apik-apik ,kok seh dikawat,warnane biru sisan,malah koyo pager kantor PLN !,”celoteh Antoro yang biasa di panggil Gembul,karena badannya mirip tandon tampungan air .
“Haiyo,Jan koyo kurang gawean,ha nek Kowe Tong,minat Ra pasang kawat untu koyo mono? Mbok menowo mrongosmu Keling sithik – sithik.” tanya Dargombez pada saya.
“Ah,ra minat aku,wis ben ngene wae,rasah dikawat-kawat barang,teko Narimo ing pandum,rasah aneh-aneh,mrongos yo mrongos.” jawab saya agak bangga dengan kemrongosan saya.
Sesaat, saya jadi takabur, saya merasa menjadi orang yang paling bersyukur di dunia.
“Bener Tong ,ra usah aneh-aneh pasang kawat untu,untumu ki kan wis dadi ciri khas,rasah diubah-ubah.yo mbok menowo suk Kowe mati Nang ndalan lak polisine njuk gampang le ngidentifikasi ,Ra perlu main otopsi,cukup ndelok Cocotmu ! “ kata Dargombez sengak.
“Ndiasmu mlocot Kuwi su !” umpat saya. Dan kami bertiga pun tertawa terbahak-bahak.
“Sek,tak Nang warung dilit !” kata saya seraya bangkit dari duduk dan melangkah ke warung yang lokasinya hanya beberapa langkah dari tempat kami ngobrol.
“Tong ,jarum super loro Tong !” kata Gembul sambil memicingkan sebelah matanya dengan sangat genit, jarum super merujuk pada salah satu varian rokok.
“Ha duite endi ? ” tanya saya.
“Hayo Melu Kowe tho,ngono kok Yo seh Takon lho,ha nek aku nduwe duwit Ra bakal aku nembung ro Kowe!”.
“Hasyuu,wegah,duitku meh entek,nek Ra nduwe duit yo wis,rasah ngudud !.”
“Lha Wak dhewe Ki nek omong-omongan ngene trus ra Ono rokok’e ki Jan njuk koyo wong padu je !.”
“Ha ha ha..!.”saya tertawa kecil, saya sudah hafal, ini siasat basa-basi Gembul kalau minta dibelikan rokok, basa-basi yang teramat garing kerontang, namun sering sukses membuat saya luluh. Saya pun melangkah ke warung dan membelikan dua batang rokok jarum super sesuai pesanan Gembul.
“Nyoh !”sambil ku lemparkan dua batang rokok pesanan Gembul . “Le mbayar sesuk yo ra popo ! “, kata saya menggoda Gembul. Yang digoda hanya nyengir nglegani.
Gembul pun langsung meraih satu batang rokoknya dan langsung menyalakannya.
Belum habis seperempat batang, tiba-tiba muncul mas Arip dengan mengendarai motor Astrea Grand kesayangannya. Mas Arip adalah seorang pegawai negeri bekerja di pasar yang ngontrak di dekat rumah Dargombez .
Mas Arip berhenti di dekat tempat Saya, Gembul , dan Dargombez ngobrol
“Rokok Mbul ?”, kata Mas Arip yang lebih populer dengan panggilan mbah Surep menawari Gembul rokok.
“Wah,rasah mas,matursuwun,Ki wis nduwe rokok kok !”, kata Gembul sambil menujukkan rokoknya yang masih belum habis, mencoba menolak dengan halus pemberian rokok dari Mas Arip.
“Halah,Iki,..teko jupuk wae,turahan kok !”,, kata mas Arip memaksa sambil mengulungkan sebungkus rokok Dji Sam Soe kepada Gembul. “Jupuk kabeh wae !”, tambahnya.
Gembul rikuh, dan dengan agak sungkan, tapi mau bagaimana lagi, ia pun kemudian mengambil sebungkus rokok yang ditawarkan oleh Mas Arip. Saya tahu, dalam hati, sebenarnya Gembul girang bukan main karena diberi rokok oleh Mas Arip ini. Hanya mungkin, Gembul masih punya gengsi yang agak mumpuni.
“Matursuwun lho buoos, matursuwun !”
“Yo,koyo Karo sopo wae lho,” kata mas Arip singkat sambil berlalu.
Begitu dilihatnya mas Arip sudah cukup jauh dan dirasa cukup aman, Gembul langsung memeriksa bungkusan rokok yang ada di tangannya, dilihatnya dengan seksama. “Wah,Jan lumayan tenan,isine seh akeh,mung gek kelong papat ! .”
“Gayamu,Mbul LLJB.”
“Opo kuwi ?.”
“Lagu lama judul baru.”
“Oalah,Jan rejekine wong mabuk ki ono wae,Gusti Alloh ki cen apikan,wong mabukan we seh dikei rejeki rokok ,isine meh sak bungkus sisan !”Kata Gembul.
Saya tercekat dengan kalimat Gembul, kali ini saya merasa menjadi orang yang paling tidak bersyukur di dunia.Dargombez yang sedang melamun sempat tergagap – gagap saat saya bilang :
“Kae si gigi kawat liwat meneh,kejar kono mbez.”
“Hees…cerewet wae,Moh Ndak koyo Gembul,”Katanya”Mosok meh ngepek Tonggo,Ra kreatif ! Daya jelajahe kurang no, minimal luar kota tho Yo !!” jawab Dargombez, nampak dia sangat kesal dengan Rini, gadis yang juga masih satu rt dengannya.
“Ha ha ha… bajingkrek tenan kowe Mbez.” Saya tertawa lepas sambil menunjuk-nunjukan jari ke arah Gembul yang mendadak pucat.Dia tadi yang ngajak minum karena sedang galau, pacarnya yang kebetulan juga tetangga di lamar Laki – laki lain.
“Wo lha Assuuu….!” Gembul menggerutu
Saya dan Dargombez tak bisa menahan tawa melihat ekspresi Gembul yang jarang mengumpat ini .Lalu dia berdiri sembari membuang potongan ranting pohon yang baru saja buat nggambar daun waru dan tanda petir di tengahnya, mabuk kok sempat – sempatnya ngurek – ngurek tanah,sempat ku baca tadi ,kalau tidak salah tulisan ailofeyou….anih-anih saja Gembul ini.
“Piss Mbul,sory bercanda.wes pokoke aku bocahmu,tos.” Kata Dargombez dengan gaya wong mabuk, padahal baru minum dua cegukan,dan sudah hampir menghabiskan satu kilo kacang kulit,malah lebih mirip wong lomba ‘ngonceki kacang’.
“Hla ,kamu Tong ,masih mengejar dia?.” tanya Gembul pada saya dengan logat bahasa Indonesia, sambil menghisap rokoknya dalam – dalam.
“Males,aku mau fokus mengejar karir saja.” jawab saya seadanya.
“WHOHAHAHA…..” kini giliran mereka berdua yang kompak tertawa durjana.
“Karir anaknya pak kurir ya?.”Dargombez nampak senang bisa membalas ledekan pada saya.
“Di rewangi leren ngombe,ngalor ngidol wong loro,jebul tetep mung dianggep konco.” Gembul menimpali dengan kata-kata mutiara,seperti membicarakan dirinya sendiri
“Asyuuuuuu…asu….Jian,…bulno Wak Dewe wong telu kabeh nasipe Podo”
“Podo le ngopo ?”
“Podo-podo le ra sido kasil pek nggo” ( ngepek bojo Tonggo )
“Wes ,sok golek bojo wong njobo ndeso Tong….Gentho kok rimih.”
“Yowis kene,aku tak melu ngombe wae,wis direwangi sue ora ngombe ,yo ra urung ming di anggep konco.”
“Berarti kuwi di tolak hudu mergo mabukmu,tapi mergo mrongosmu.Huakaakaa….”
Di sore yang melowdramatis ini, akhirnya aku mabuk-mabukan lagi dan bisa tertawa riang lagi.sleketep.
Genk protolan tahun 2003
Tahun 2020 …. Dargombez dan Gembul tercatat sebagai deretan orang terkaya yang ada di foto ini dan di kampung kami.
“Wallahu a’lam bishawab.”
- Alamat-ponpes Di yogyakarta.
- Bakmi mbah moLokasi Bakmi Mbah Mo Anda penggemar bakmi godok ? Pernah…
- Bakul abab.Bakul Abab. Ndelok kelakuane nom-noman jaman semono kuwi,mbiyen njuk okeh…
- Bersepeda menyusuri Sungai kali oya sriharjo Spn Selopamioro Nawungan.Bantul adalah salah satu daerah di Yogyakarta yang memiliki beragam…
- Bulan Ramadan di kampung.Kebiasaan anak anak di bulan Ramadhan Ada yang bilang puasa…
- Cek rute gowes jalur tanjakan kewer ngingseng.Jalur alternatif ke hutan pinus Jalur ini adalah jalur alternatif…
- copy pasteHey there! I went on another little blog break but…
- Download Buku pdf gratissitus download ebook Indonesia PDF gratis novel komik format buku pdf terlengkap buku…
- Embung Bathara sritentempat wisata embung batara sriten gunung kidul…
- Foto lawasan.Koleksi foto lawas. Dari pada foto ini saya simpan sendiri…
- Gowes ke bukit paralayang watu gupit pantai parangtritis.Bukit paralayang pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta Watu gupit Salah satu…
- Gowes ke Puncak sosokNguliner ke Puncak sosok bawuran Pleret. View yang okey punya…
- Gowes ke tanjakan BNI,cempluk dan watu lawangTanjakan BNI,cempluk dan watu lawang Bantul Watu Lawang Mangunan atau…
- Jaman semono,biasa cah enom.Sore itu, Saya, Gembul , dan Dargombez asyik bercengkerama sambil…
- Kampung Manisku.Lahir dan dibesarkan di sini,di sebuah kampung di daerah Bantul…
- Karburator skep vs karburator vakumPerbedaan Karburator Skep VS Karburator Vakum Karburator Skep VS Karburator…
- Kebun Buah Mangunan dan Negri di atas awanNegri diatas awan GEO forest watu payung turunan Yogyakarta memiliki…
- Klintong-klintong ke Makam raja – raja Mataram Kotagede.Makam Kotagede merupakan tempat dikebumikannya raja Mataram Islam, Danang utawijaya…
- Kuliner Legendaris Bakso pleret.Bagi masyarakat pleret dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing dengan…
- Langkah demi langkahStiker klumprek tahun 1999. Klumprek : klumpukan remaja kanggotan. CBK…
- Leyeh-leyeh di Mbulak Wilkel.Mbulak wilkel Pleret Bantul Hidup di desa itu amatlah menyegarkan.…
- Makam Ratu malang gunung kelir Pleret bantul.Cinta Amangkurat 1 Amangkurat 1 menunjukkan kecenderungan berlebihan saat mencintai…
- Masjid Kauman pleret BantulSitus Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja Lokasi Situs Masjid Kauman…
- Masjid Pathok NegoroMasjid Pathok Negoro Sebagai Pilar Kasultanan Yogyakarta Keberadaan masjid menjadi…
- Masjid pathok Negoro, WonokromoMasjid Pathok Negara Taqwa Wonokromo merupakan salah satu dari Lima…
- Mencoba jalur sepeda Di Makam Ratu Malang Gunung kelir pleret.Untuk ke Situs Makam Gunung Kelir Pleret , dulu tidak ada jalur…
- Mencoba rute sepeda ke goa jepang pundong.Goa Jepang Pundong Bantul Goa Jepang Pundong JogjaDusun Ngreco dan…
Bakul abab.

Bakul Abab.

Ndelok kelakuane nom-noman jaman semono kuwi,mbiyen njuk okeh sing komentar ” Wong ndeso ki mbok rasah aeng-aeng,kokean polah genk-genk-ngan barang,ra ono positife blas. “
Rasane atiku kok yo ngguonduk…
Ngene lho dhe… Sing jenenge cah enom ki lagi mangsane cari identitas,mosok yo kon ning njero kamar terus ngetungi usuk ro blandar, wis bejo cah enom-enom gelem srawung tonggo, le mlaku yo iseh wajar -wajar wae,wayahe ngaji, sebagian yo mangkat ngaji.Iseh lumayan tho.Tapi nek ndilalah bocahe dewe ki mung ketemu konco wong njobo,tanpo di imbangi dolan sak konco ndeso.Biasane mbuh kriminal,mbuh narkoba po nglakoni bab seng lueh elek,rak yo kuwi jenenge nggolek memolo.
Lha nek sing nge-genk kok mung sak deso kuwi jenenge udu genk,kesane anggota ne koyo gali,kebak tatto,pelaku kejahatan wae.Seko awal wis ngerti tujuane : ngraketke kekancan,ben nom-noman ndeso ketok kompak lan wibowo,isoh saling mengontrol, mbok menowo ono salah dalan. Bedo karo genk resmi kae,iki mung genk abal- abal dhe…
Senajan yo jaman semono pancen gank abal-abal ndeso iki rodok meresahkan.Koyo rung tau enom wae dhe…!
Tapi… Elingo dhe…Simbah-simbahe dhewe ki kompak, hudu model krupuk sayur,mung di pleroki wong njobo we mlayu njenggirat.kompak adalah kunci dhe…!
Tekan semene paham?


Langkah demi langkah


Stiker klumprek tahun 1999.
Klumprek : klumpukan remaja kanggotan.
CBK : cah baguse kanggotan. H&. : Hadan. IPX. : Ipanx / klohor. N-HD: plentong. PKL. : Lali embuh sopo. RXN. : Rudek.
Entah berawal dari mana ide membuat stiker ini ,tapi namanya klumpukan : berarti wadah atau rombongan dengan tujuan agar nyawiji dan terjalin kekompakan di antara sesama remaja lainnya.Tetapi nama ini tidak membawa hokki, malah banyak dapat cibiran, dan kemudian berganti nama lagi.

Dulu pas masih bocah, megang gitar ndak ada kabel yang tersambung ke amplifayer kayak gini rasanya sudah girang setengah modyar, berasa musisi kondang yang sedang konser di atas panggung. Sekarang pas udah gedhe, ternyata sisa-sisa kebahagiaan itu masih tetap ada.Studio musik in Sheila kerto 1999.
Hampir sudah dua jam kami menunggu giliran ngeband, maklum studionya cuma kecil,jadi harus antri,tapi bagi kami studio ini sudah termasuk studio musik yang ‘wah’.

“Diancook, antrine suwi men cah.” kata si kas dengan logat anak jogja lantai dua, personil yang belum lama gabung band ini.
” Sabar,Kas.hlawong wak dewe nek main yo suwe kok. “Jawab klohor menenangkan si kas.
” Nek wak dewe urunan nyak yuto,njuk gawe studio musik ngene, enem yuto opo yo ndak cukup cah ?,pingin main teko langsung main ae, ra perlu antri caaah ? .”Usul si kas pada kami berlima.
“Cukup wae, angger gitare merk bosokan, drum e cukup gae nggo tandon banyu di krukup ban njero ,stike garan sulak,sukur-sukur, vokalise kuwi gelem nggae torong seko blek,ora perlu speaker listrik ,suoro bengok’ane kan wis lumayan seruu !.” jawab saya ke si kas,sambil melirik sang vokalis yang bernama incet.
“Buathuukmu sempal kuwi.. “Jawab incet.lalu di susul gelak tawa teman-teman lainya.
“Hla njuk ,omahe sopo sing oleh dinggo gae kamar studio. “Klohor sang drumer menimpali obrolan tak bermutu ini.
“Rasah perlu studio -studionan, teko langsung neng bangjo prapatan wae,aku bagian ngathung nggo besek adah duwit receh, yo rapopo.” Jawabku pada klohor.
“HUAKKAKAKAAAA….. Ngamen wae kono Suu. “
“Aneh-aneh wae lho, hla wong rokok sak lencer we do nggo gentenan kok,ragat sak nyuto.”,Umpat incet sambil nyaut rokok klohor karena sudah tiga kali sedotan,dan itu tandanya rokok harus di gilir sesuai urutanya.
“Mulo kas, band iki saiki jenenge ganti Cupid band,mergo personile ora gablek duwit blass.”jelas saya pada si kas, dan dia hanya mengangguk-ngangguk senajan ra mudeng.
“Wes…. Wes ayo…. gelo, gilirane awake dewe main saiki.”Waweng membubarkan obloran, kemudian kami langsung ke posisi masing-masing,kebetulan saya megang bass,walaupun main bassnya pating gratul seng penting kelihatan lihai.
Setelah sang gitaris Waweng selesai menyetem semua peralatan.Tanpa basa-basi langsung memainkan lagu wajib pada jaman itu.Ya,lagu, ‘PELANGI’ milik Bumerang, siapa yang tak kenal lagu tersebut pada jaman itu,di awal-awal lagu lancar-lancar saja
“”Indah bening matamu
Lembut tatap pandangmu
Pesona pancarkan dari jiwamu””
“”Anggun gerak tubuhmu
Merekah indah bibirmu
Mengusik gejolak hasrat hatiku””
“”Berlari kau kudekati
Menjauh kau simpan sunyi
Menggoda tawarkan satu karisma””
“”Biarkan rasa bersemi
Bisikkan kata imaji
Kau beri satu irama terjadi””
“Pelangi….
di seberang renjana aku berdiri….
“Pelangi…… “
.” Hoop… sek…hop.,”Di bagian reef lagu yang merdu ini,tiba-tiba Waweng sang pentolan band dengan tampangnya yang serius itu menghentikan lagu kemudian mengintruksikan agar vokalisnya menambah tinggi nadanya .
” Coba duwurke sitik nadanya.” pinta waweng pada incet dan tanpa di iringi musik.
“Pelangi…… “
“Sitik meneh… “,perintah Waweng.
“Pelangi….. “
“Yak, kurang tinggi dikit lagi… ” Waweng merasa bengo’kan atau suara incet belum sesuai lagu aslinya.
“Pelangiiiii….. “
“Weh,Kamu ini vokalis, jangan loyo. Jangan malas buka mulut. Saya beri contoh…Pelangi… ”
“Pelangi…. !” kembali sang vokalis menirukan Waweng dan penuh dengan semangat.
“Nah, ini baru vokalis ,” kata si Waweng mantan pentolan band ternama dan sudah malang melintang di dunia music.
Saya geli cekikikan sendiri mendengar respons si Waweng pembina cupid band ini, sebab sependengaran saya, tinggi nadanya antara incet sang vokalis dengan Waweng“Pelangi, Pelangi, Pelangi! ” yang pertama dan yang kedua bahkan sampai ketiga itu rasanya nadanya segitu saja dan memang tak ada bedanya.Suaranya sama-sama kayak orang lapar
Meskipun begitu si Waweng ini kalau sedang memainkan melodi gitarnya.
Mbeee…….jempol dua dap. Pokok’e ngedap- ngedapke .Suaaangaarr puoooolll..
Mungkin saja agar latihan ngeband kali ini terlihat serius dan berwibawa.Pancen kelakuan cah abal-abal koyok aku ki bebas.
Rekane mono ben persis koyo video Iki.




























































































































