Mbulak wilkel Pleret Bantul
Hidup di desa itu amatlah menyegarkan. Tak hanya di pagi hari. Kadang di saat malam yang dingin ini, aku naik sepeda keliling desa tempat ku tinggal. Melewati sawah-sawah, kebon kosong dan jalanan desa. Sebenarnya aku hanya ingin mencium harum padi padi dan daun kering. Juga bau aroma Lembu. Aroma yg mengingatkanku dan menyadarkanku sebagai rakyat kecil berpendidikan rendah tapi tetap bercita-cita. Mendidik diri dan mencari makna-makna kecil disekitarku untuk diolah agar berguna. Menjadi apa saja.
Sepulangnya hatiku gembira. Langsung cuci kaki tangan dan muka. Tak lupa sikat gigi. Lalu telanjang, tak lupa perut digosok minyak kayu putih selimutan tebal trus bobok.
Maktratap…….. rokokku ketinggalan di gubuk mbulak wilkel
Lokasi mbulak_wilkel merupakan wisata baru yang diapit area persawahan. Sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang hijau. Bikin mata jadi segar.
Di sepanjang jalan yang tak terlalu lebar tersebut berdiri banyak warung. Di sana bisa memesan berbagai macam menu seperti bakso kuah, lotek, aneka gorengan, batagor, soto, aneka mie, nasi goreng dan masih banyak lagi. Selain itu juga tersedia aneka minuman untuk menghilangkan dahaga.
Mbulak Wilkel sendiri berada di Tambalan, Gn. Kelir, Pleret, Kabupaten Bantul. Kalian bisa mampir ke Mbulak Wilkel pada jam buka yaitu 05.30 – 17.30 WIB.
Lokasi Mbulak Wilkel berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Waktu tempuhnya kisaran 30 menit dengan kendaraan motor. Meski terbilang cukup blusukan, tetapi sesampainya di lokasi penat akan terbayarkan.
Trimakasih desa
*aq i Cen emboh
Mbulak wilkel
https://maps.app.goo.gl/UcXhBk9if4GALqe39Puncak sosok malam hari dari lor wilkelMbulak wilkel
Source : ig





