Langkah demi langkah

Stiker klumprek tahun 1999.

Klumprek : klumpukan remaja kanggotan.

CBK : cah baguse kanggotan. H&. : Hadan. IPX. : Ipanx / klohor. N-HD: plentong. PKL. : Lali embuh sopo. RXN. : Rudek.

Entah berawal dari mana ide membuat stiker ini ,tapi namanya klumpukan : berarti wadah atau rombongan dengan tujuan agar nyawiji dan terjalin kekompakan di antara sesama remaja lainnya.Tetapi nama ini tidak membawa hokki, malah banyak dapat cibiran, dan kemudian berganti nama lagi.

Dulu pas masih bocah, megang gitar ndak ada kabel yang tersambung ke amplifayer kayak gini rasanya sudah girang setengah modyar, berasa musisi kondang yang sedang konser di atas panggung. Sekarang pas udah gedhe, ternyata sisa-sisa kebahagiaan itu masih tetap ada.Studio musik in Sheila kerto 1999.

Hampir sudah dua jam kami menunggu giliran ngeband, maklum studionya cuma kecil,jadi harus antri,tapi bagi kami studio ini sudah termasuk studio musik yang ‘wah’.

“Diancook, antrine suwi men cah.” kata si kas dengan logat anak jogja lantai dua, personil yang belum lama gabung band ini.

” Sabar,Kas.hlawong wak dewe nek main yo suwe kok. “Jawab klohor menenangkan si kas.

” Nek wak dewe urunan nyak yuto,njuk gawe studio musik ngene, enem yuto opo yo ndak cukup cah ?,pingin main teko langsung main ae, ra perlu antri caaah ? .”Usul si kas pada kami berlima.

“Cukup wae, angger gitare merk bosokan, drum e cukup gae nggo tandon banyu di krukup ban njero ,stike garan sulak,sukur-sukur, vokalise kuwi gelem nggae torong seko blek,ora perlu speaker listrik ,suoro bengok’ane kan wis lumayan seruu !.” jawab saya ke si kas,sambil melirik sang vokalis yang bernama incet.

“Buathuukmu sempal kuwi.. “Jawab incet.lalu di susul gelak tawa teman-teman lainya.

“Hla njuk ,omahe sopo sing oleh dinggo gae kamar studio. “Klohor sang drumer menimpali obrolan tak bermutu ini.

“Rasah perlu studio -studionan, teko langsung neng bangjo prapatan wae,aku bagian ngathung nggo besek adah duwit receh, yo rapopo.” Jawabku pada klohor.

“HUAKKAKAKAAAA….. Ngamen wae kono Suu. “

“Aneh-aneh wae lho, hla wong rokok sak lencer we do nggo gentenan kok,ragat sak nyuto.”,Umpat incet sambil nyaut rokok klohor karena sudah tiga kali sedotan,dan itu tandanya rokok harus di gilir sesuai urutanya.

“Mulo kas, band iki saiki jenenge ganti Cupid band,mergo personile ora gablek duwit blass.”jelas saya pada si kas, dan dia hanya mengangguk-ngangguk senajan ra mudeng.

“Wes…. Wes ayo…. gelo, gilirane awake dewe main saiki.”Waweng membubarkan obloran, kemudian kami langsung ke posisi masing-masing,kebetulan saya megang bass,walaupun main bassnya pating gratul seng penting kelihatan lihai.

Setelah sang gitaris Waweng selesai menyetem semua peralatan.Tanpa basa-basi langsung memainkan lagu wajib pada jaman itu.Ya,lagu, ‘PELANGI’ milik Bumerang, siapa yang tak kenal lagu tersebut pada jaman itu,di awal-awal lagu lancar-lancar saja

“”Indah bening matamu
Lembut tatap pandangmu
Pesona pancarkan dari jiwamu””

“”Anggun gerak tubuhmu
Merekah indah bibirmu
Mengusik gejolak hasrat hatiku””

“”Berlari kau kudekati
Menjauh kau simpan sunyi
Menggoda tawarkan satu karisma””

“”Biarkan rasa bersemi
Bisikkan kata imaji
Kau beri satu irama terjadi””

“Pelangi….
di seberang renjana aku berdiri….

“Pelangi…… “

.” Hoop… sek…hop.,”Di bagian reef lagu yang merdu ini,tiba-tiba Waweng sang pentolan band dengan tampangnya yang serius itu menghentikan lagu kemudian mengintruksikan agar vokalisnya menambah tinggi nadanya .

” Coba duwurke sitik nadanya.” pinta waweng pada incet dan tanpa di iringi musik.

“Pelangi…… “

“Sitik meneh… “,perintah Waweng.

“Pelangi….. “

“Yak, kurang tinggi dikit lagi… ” Waweng merasa bengo’kan atau suara incet belum sesuai lagu aslinya.

“Pelangiiiii….. “

“Weh,Kamu ini vokalis, jangan loyo. Jangan malas buka mulut. Saya beri contoh…Pelangi… ”

“Pelangi…. !” kembali sang vokalis menirukan Waweng dan penuh dengan semangat.

“Nah, ini baru vokalis ,” kata si Waweng mantan pentolan band ternama dan sudah malang melintang di dunia music.

Saya geli cekikikan sendiri mendengar respons si Waweng pembina cupid band ini, sebab sependengaran saya, tinggi nadanya antara incet sang vokalis dengan Waweng“Pelangi, Pelangi, Pelangi! ” yang pertama dan yang kedua bahkan sampai ketiga itu rasanya nadanya segitu saja dan memang tak ada bedanya.Suaranya sama-sama kayak orang lapar

Meskipun begitu si Waweng ini kalau sedang memainkan melodi gitarnya.

Mbeee…….jempol dua dap. Pokok’e ngedap- ngedapke .Suaaangaarr puoooolll..

Mungkin saja agar latihan ngeband kali ini terlihat serius dan berwibawa.Pancen kelakuan cah abal-abal koyok aku ki bebas.

Rekane mono ben persis koyo video Iki.

Tinggalkan komentar